Alkisah pagi hari ini saya mengirim sms ke temannya teman di Kota Pontianak di Kalbar, namanya yang saya kirimi sms adalah Z, tidak lama setelah mengirim SMS, saya menerima telpon dari no : 081385797988, berikut kutipannya, anggaplah nama penelpon TT (Tukang Tipu)
Percakapan pertama, lokasi di rumah :
TT : Halo
Saya : Halo, sudah ganti nomor ya pak (saya berpikir yang menelpon adalah yang saya kirimi sms, biasanya kan orang karena kehabisan pulsa menelpon pake nomor lain)
TT : Nomor bapak memang ganti, 3 hari lalu nomor lama bapak hilang , jadi nomor bapak yang kemarin dihapus aja (dia menyebut dirinya bapak dengan logat sedikit melayu/batak)
Saya : Tapi bapak terima kan sms saya?
TT : Iya saya terima, ada yang kembalikan ke bapak nomornya, tapi bapak pakai nomor ini sekarang, jadi nomor bapak yang lama dihapus aja.
Saya : Tapi ini pak Z kan? di Pontianak kan?
TT : Iya betul, kebetulan kami lagi ada barang sitaan ini, bapak ambil laptop ada 5, blackberry ada 15, maksudnya minta tolong dipasarkan.
Saya : Di jakarta gitu dipasarkannya pak?
TT : Iya, di Jakarta
Saya : Kalau gitu dikirim aja dulu specnya pak, takutnya nanti malah tidak ada yang berminat
SMSpun diterima
dari no : 081385797988
“ Ini spesifikasi Laptopnya : toshiba qosmio f50 intel core 2duo, processor 2,53 ghz, windows vista, ram 4096mb, 400gb hdd, cd-rom dvdrw, display 15,4″ wxgdtft 512 vram, web camera 2,9 kg. Ada 50 unit, /unit 2,5 jt. HP Buatan; [FILANDIA. Asli Nokia] Nokia N95 8GB. Ada 25 unit, E90 komunikator. Ada 30 unit, /unit 1,3 jt. Blackberry strom 9500. Ada 25, unit./unit 1,5jt. Black berry bold 9000. ada 25, unit./unit 2 jt. thanks!“
setelah menerima sms sayapun berdiskusi dengan istri, saya berpikir wah murah sekali barangnya, tapi saya juga berpikir mungkin bapak yang menelpon tersebut salah sambung, karena secara logat teman saya logat jawa sedangkan yang menelpon logat melayu/batak, tapi keduanya berlatar belakang militer setidaknya menurut pengakuan TT.
Sambil berdiskusi kami berboncengan ke Pasar dekat rumah, telpon kembali berdering saya minta istri untuk mengangkat dan memancing mungkin saja yang menelpon salah alamat
Percakapan kedua, terjadi dipinggir jalan menuju pasar
Istri : Halo, mau bicara dengan siapa pak ?
TT : Saya mau bicara dengan Bapak
Istri : Lagi keluar pak, dekat rumah aja paling 20 menit lagi, telpon 20 menit lagi pak. Ini dengan Bapak siapa ya?
TT : Temannya Bapak.
Dipasar dia menelpon lagi, tapi saya tidak mengangkat, saya juga masih membuka-buka sms dari dia selama di pasar, godaan memiliki blackberry murah berkecamuk
Sesampai dirumah, saya berusaha untuk menelpon dia, tapi jawabannya adalah “rekam pesan anda”, sampai 3 kali mencoba HPnya seperti dalam keadaan OFF, saya berniat untuk mengkonfrontir apakah benar saya orang yang dia cari.
Setelah mencoba beberapa kali mencoba akhirnya dia mengangkat HPnya, kali ini percakapan berlangsung lama, sampai sebelum percakapan saya masih berpikir positif.
Saya : Halo pak saya sudah terima smsnya, tapi saya mau tanya apa betul saya adalah orang yang bapak cari, bapak sebenarnya siapa?
TT : Masak sama teman sendiri lupa, ha ha ha
Saya : Tadi saya menelpon pak Z, jadi pastinya bapak bukan pak Z, sebenarnya bapak siapa?
TT : Nama bapak Adi
Saya : Tapi bapak kenal kan dengan pak Z, bapak bagian apa?
TT : Iya kenallah, bapak bagian intel
Saya : Soal barangnya itu, bagaimana statusnya ?
TT : Jadi barangnya itu adalah barang sitaan, sekarang sedang diperiksa sama orang kejaksaan, kepolisian sama bea cukai untuk pesuratannya, bapak sudah booking untuk beberapa Laptop sama HP.
Saya : saya sih minat untuk beli pak, tapi bisa nggak satu dua ambilnya
TT : Bisa aja, cuman sekarang masih dalam proses, saya rencana bawa ke Jakarta nanti untuk dipasarkan supaya barangnya nanti bisa legal dan ada surat-suratnya atas nama kamu, tapi karena komandan kekurangan uang untuk menjamin barang tersebut bisa tidak DP dulu kalau ada.
Saya : Dana saya terbatas pak, tapi kalau untuk memasarkan saya bisa bantu lah
TT : Sekarang masih dalam proses sama kejaksaan, beacukai sama kepolisian, mereka ada 4 orang semua. Bagaimana baiknyalah pak, saya mau kasih uang tapi nggak enak, saya mau kasih pulsa sama mereka
Saya : Kira-kira berapa perorang itu pak?
TT : Seratus ribu, kirim voucher aja
Saya : Nggak bisa pak, saya biasa lewat klik bca, di sms aja nomor-nomornya, ngomong2 barangnya sitaan dari mana sih pak? Legal nggak tuh, nanti malah disita lagi kalau disini
TT : Barangnya disita dari pelabuhan karena surat2nya kurang, terus untuk nantinya barangnya akan legal karena ada surat2nya. Komandan mengharapkan saya untuk menghubungi teman-teman untuk membantu menjualkan cepat. Nanti kalau barangnya sudah aman disini saya akan langsung ke bandara dan antar barangnya ke Jakarta
Saya : Iya saya tunggu aja pak, bapak tahu alamat saya?
TT : Nanti sms aja
Saya : Bapak bagian apa disana?
TT : Saya intel, eh jangan lupa dikirimkan yah, supaya saya langsung meluncur ke bandara
Setelah percakapan tersebut, saya mengirim sms ke Z, dan menanyakan apakah dia mengenal nomor : 081385797988, dan Pak Adi, katanya tidak kenal.
Selanjutnya ada sms dari TT soal nomor2 yang minta diisikan pulsa :
“ini nmr nya.
081370089115*
081370397710*
081376611263*
081360053867*”
Setelah melalui percakapan yang panjang saya menyimpulkan ini adalah penipuan, modusnya bisa dikenali dari
1. Pada awal percakapan tidak mau menyebut nama dan sok kenal, informasi yang kita berikan akan digunakan dia sebagai identitasnya. Mengaku-ngaku sebagai teman dan berkata “masak lupa sama teman sendiri” padahal dia bukan teman saya.
2. Keterangan yang berubah-ubah, soal nama, soal jenis type yang dijual, soal yang dibutuhkan dia apakah perlu DP dan terakhir justru minta pulsa.
3. Harga yang ditawarkan terlalu murah dan dalam jumlah besar, dan seperti asal2an
4. HPnya susah dihubungi dan hanya diwaktu tertentu dinyalakan
5. Dia beralasan memakai nomor baru dan menyuruh menghapus nomor lama yang saya kenal, sehingga saya tidak bisa konfirmasi.
Setelah saya mengambil kesimpulan datang telpon dari TT, percakapannya singkat saya cuma bilang ” dana saya nggak ada pak, lain kali aja” diapun menutup telpon hanya dengan mengatakan “ya sudah”. Saya tidak mau mengomeli, karena nomor saya bisa2 di teror terus sementara saya menggunakan kartu pasca bayar. Hanya saja mudah2an ini menjadi pelajaran untuk kita semua, dan berhati2lah untuk modus baru tersebut. Sebarkan kepada yang belum tahu