Kecewa PKS

Untuk kedua kalinya saya dikecewakan oleh pilihan yang sama. Tahun 2004 saya dikecewakan karena si Partai berjanji akan mencalonkan Habibie sebagai presiden, dijalan-jalan protokol di Sul-Sel bertebaran spanduk bertuliskan ” PKS pilihanku, Habibie Presidenku”. Suarakupun melayang karena tak ada kabar tentang pencalonan Habibie setelah suaraku kuserahkan cuma-cuma.  9 April kemarin 5 tahun setelah 2004, saya masih memaafkannya kumasih berharap seperti lagunya Hijau Daun, kuserahkan suaraku untuk PKS di Dapil Banten 3.

Setelah pemilu legislatif dan presiden mulai akan diajukan oleh tiap partai, elit partai pilihanku bermanuver dengan bergabung dengan SBY, ketika Golkar berniat bergabung dalam koalisi PKS mengancam akan keluar dari koalisi. Dan ternyata golkar yang memilih hengkang. Nah, terakhir ketika SBY mencalonkan Boediono, PKS kembali mengancam akan keluar dari koalisi, karena Boediono dianggap bukan calon yang tepat, serta PKS mempertanyakan komunikasi yang dilakukan oleh SBY yang sifatnya searah. Kali ini reaksi PKS sangat keras, beragam debat dan diskusi di TV menggambarkan betapa PKS tersinggung dan berniat akan membentuk koalisi sendiri jika SBY tetap bersikukuh akan menggandeng Boediono.

Tapi apa lacur? Tadi pada saat pendeklarasian pasangan SBY-Boediono, ketua PKS hadir di acara tersebut dan tampak melambaikan tangan, didampingi oleh Syarif Hasan yang nampak sumringah. PKS telah takluk oleh kekuasaan, dan saya menyesal telah menyerahkan suara saya ke PKS. Ternyata selama ini ancaman-ancaman yang dilakukan oleh PKS tidak lebih untuk menaikkan nilai tawarnya. Saya tambah apatis dengan politik, dan tidak bisa percaya lagi dengan partai politik. Awalnya saya berpikir bahwa, beruntunglah negeri ini memiliki PKS, sebagai partai yang bersih, dan profesional tapi ternyata tidak ada bedanya dengan partai lain yaitu partai transaksional, tergantung deal-deal politik kepentingan, tidak peduli kalau sebelumnya sudah menolak, mencerca dan mengancam.

Ternyata memang suara rakyat adalah buat alat transaksi bagi partai politik. Suara rakyat hanyalah mata uang dalam transaksi dagang politik.

Advertisements

3 thoughts on “Kecewa PKS

  1. Saya juga merasa demikian,sebelum kejadian ini, dalam pilkada gubernur sulsel,PKS meninggalkan koalisi keummatan yang mengusung AZIZ-MUQBIL,dengan dalih mereka hanya ingin memilih pasangan yg berpeluang besar utk menang dan PKSpun mengalihkan suaranya ke Amin Syam walaupun pada akhirnya merekapun kalah di pilkada sulsel,malu….seharusnya,demi utk mengejar KEKUASAAN????mungkin….dan mreka selalu membalutnya dengan retorika2 yg sangat indah di dengar telinga walopun sy sendiri sudah muakkkk….Inkonsistensi PKS kemungkinan akan menambah apatis simpatisan2nya terhadap partai politik….semoga rakyat Indonesia bisa memilih presiden dan wapres sesuai dengan HATI NURANI agar Indonesia bisa maju LABIH CEPAT dan LEBIH BAIK…..dan tidak lagi meLANJUTKAN krisis yg melanda negeri ini,agar tidak ada istilah WONG CILIK di negeri tercinta ini…….Maju terus….Insya Allah…..Allah Menyertainya…

    Like

  2. jangan apati dengan politik om !
    ayo gabung dengan papol yang konsisten selalu memperjuangkan syariah. Partai Hizbut Tahrir, untuk tegaknya Daulah Khilafah Rasyidah di muka bumi.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s