Sabar Dik Messi

Dik Messi yang lagi galau…

image

Messi (cvtnews.ca)

Saya turut prihatin dengan kekalahan tim adik kemarin. Dik Messi dan teman-teman dikalahkan secara dramatis oleh Tim Chilie, tim tuan rumah. Teman saya yang orang Chili, si Alejandra pasti senang bukan main timnya mengalahkan tim Adik.

Sebagai kaka saya sebenarnya berharap Dik Messi bisa meraih juara. Katanya Adik dari planet lain karena hampir tidak mungkin pemain sehebat Dik Messi lahir di bumi. Aku juga dari planet lain, planet bekasi, artinya kita sekelas ya. Masak pemain sehebat Dik Messi tidak bisa ngangkat Piala Copa Amerika. Eh kalo ngangkat doang sih bisa beratnya cuman berapa kilo, maksud saya menjadi juara kembali setelah 23 tahun. 23 tahun bukan waktu yang sebentar lo. Gak percaya? Tanyakan kepada jomblo yang telah puasa pacaran selama itu, sakit tahu.

Sebenarnya saya sudah lihat tanda-tanda kekalahan kemarin malam. Dik Maria keluar lebih cepat. Junior abang di Manchester ini ditarik, dan peristiwa semacam tahun lalu di Piala Dunia terulang kembali. Adik nampak terisolasi, tak dapat bola dan susah menembus pertahanan lawan. Apalagi aku liat wasitnya agak berpihak sama tuan rumah. Ya wajarlah dek, namanya wasit juga manusia, butuh tiket pesawat dan hotel dan juga rasa aman. Harusnya tuh ya, waktu pemain Chili menarik badan Marcos Rojo, Argentina dikasih pinalti, tapi tak dikasih, kamu tahu kenapa? Kalo kamu tahu kasih tahu aku, daripada aku menduga duga yang nggak nggak soal tiket dan hotel tadi.

Aku gak setuju sebenarnya kamu jadi kapten Dik. Kamu terlalu pendiam, kurang semangat dan kurang teriakan. Sekali kali kamu harus bisa teriakin teman2mu tuh supaya mainnya bener. Jangan dibiarin teman2nya main tanpa arah. Kamu gak cocok jadi kapten, lebih cocok main sebagai anggota tim biasa aja. Sebaiknya kita kasih ke Bambang Pamungkas saja, yang ceritanya lebih hebat dari mainnya.

Aku doain semoga 3 tahun lagi kamu bisa main sebaik2nya dan merebut Piala Dunia. Tapi asal tahu saja, usiamu sudah 31 tahun waktu itu. Usia diatas 30 itu Dik, lari sudah ngos ngosan, napas kadang udah gak saling mengejar, dan makan sate kambing dan tengkleng di Sate Giyo sudah haru dikurangi.

Eh sebenarnya kamu pemain bola atau dokter sih? Dengar2 kamu sudah jadi dokter. Eh itu bukan Messi ya? Itu Maissy. Ah sudahlah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s