Uber [Tak] Semurah Itu

“Our whole goal is to drive the cost of taking an Uber BELOW the cost of owning a car”(Travis Kalanick)

Uber adalah fenomena dunia. Dia menggebrak kemapanan transportasi umum. Membuat banyak perusahaan Taxi gulung tikar, dan demo dimana-mana. Dua hal utama yang membuat Uber bisa maju dan melesat, pertama karena lebih murah, kedua karena bisa dipercaya.

Itulah yang membuat saya menginstall Uber, memasukkan data kartu kredit saya dan rutin pakai Uber. Saya percaya bahwa uber lebih murah dan sopirnya bisa dipercaya. Hingga kemudian, suatu hari saya punya pengalaman yang membuat saya berkesimpulan seperti  Murphy’s Law  “Segala sesuatu yang bisa menjadi buruk pada akhirnya akan jadi buruk”.

Saya memesan Uber Car pada tanggal 23 Mei 2017 dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Seperti biasa, tempat penjemputan di sana adalah di gedung Parkir Lantai 3. Dalam estimasi Uber yang tampil di layar HP saya adalah 140 ribu untuk sampai di daerah kuningan Jaksel.

Setelah memesan dan dapat sopirnya, saya kemudian mencoba menghubungi sopirnya melalui telpon yang tersedia di aplikasi, tapi nomor tersebut tak dapat dihubungi. Tak lama masuk telpon dari nomor yang berbeda, dia mengatakan masih di lantai 1 dan plat mobilnya berbeda dengan yang tercantum di aplikasi.

Saya menunggu sampai 10menitan, tak muncul moncong mobil dimaksud. Saya mencoba menghubungi dengan nomor yang digunakan tadi ternyata tak bisa. Saya menunggu saja dan tak berniat cancel, kasian.

Lima s.d sepuluh menit kemudian barulah sang sopir muncul. Saya tanyakan kenapa agak lama dan tak bisa dhubungi, Hpnya ketinggalan dan dia kena macet. Menurut hitungan estimasi waktu di aplikasi tadi harusnya hanya 1 menit tapi dia butuh waktu 15 s.d 20 menit sampai di lokasi. Bisa jadi sebenarnya dia tak ada disekitar.

Sudah jamak kita dengar kalau sopir taxi online ada yang menggunakan fake GPS atau Tuyul istilah mereka, mereka nongkrong di SPBU seberang Perkantoran Soewarna Bandara dan tuyulnya yang cari penumpang, setelah dapat baru merapat di Bandara, tapi itu buat saya saat itu tak apa-apa, namanya orang cari makan.

Setelah masuk ke mobil dan berkendara lewat tol dalam kota. Macet terjadi disepanjang tol dalam kota. Waktu tempuh yang biasanya hanya sejam, menjadi sekitar 2,5 jam.

Samai di tujuan, begitu si driver swipe HP-nya muncul angka 400 ribu? Saya kaget. Mungkin kesalahan tampilan saja. Jadi saya minta dia untuk mengakhiri tujuannya dan kita liat nanti yang terkirim ke e-mail apakah sama dengan angka tersebut. Dan, ternyata benar, tagihannya 400 ribu. Seperti di bawah.

Uber receipt

Hal yang paling aneh dari rincian perjalanan tersebut adalah jarak tempuh mencapai 99km. Alamak, 99 km itu jarak bandara ke Kuningan balik lagi ke Bandara. Atau dari Bandara sampai ke Sate PSK di Jalan Raya Puncak. Saya cukup mengerti kalau ada sedikit kenaikan karena ada penambahan waktu, tapi harusnya itu tidak mempengaruhi jarak, dan hanya ditagihkan pada unsur time.

Uber

Dengan kesal saya bayar, dan bilang saya akan komplain ke Uber melalui email. Sayapun kemudian mengirim email ke Uber dan menyatakan bahwa saya menemukan banyak kejanggalan dalam perjalanan tersebut, dan saya komplain berat. Kejanggalan-kejanggalan tersebut adalah:

  1. Posisi mobil berada di peta sangat dekat dengan lokasi jemputan di Terminal 3 hanya 1 menit, namun butuh waktu lebih dari 20 menit untuk sampai di jemputan, saya perkirakan dia pakai aplikasi fake GPS.
  2. Mobil yang seharusnya menjemput nomor polisinya beda dgn yg tercantum di aplikasi,yang datang adalah nomor polisinya B1555SGZ
  3. Nomor telpon yg tercantum diaplikasi tidak dapat dihubungi,nomor lain yang dia pakai awalnya untuk menghubungi saya tidak bisa saya hubungi juga, hanya dia yg bisa menelpon saya.
  4. Kilometer yg tercantum 99 km, padahal jarak dari lokasi ke Bandara tak sampai sekitar itu.
  5. Perkiraa awal pembayaran HANYA 140.000, kenapa jadi 400.000?

Dari komplain tersebut saya mendapatkan email dari Uber yang justru berisi aturan yang ditujukan untuk drivernya. Sementara, saya kan bukan driver, saya ini penumpang yang dirugikan.

Uber mengakui  ada kejanggalan dalam perjalanan tersebut tapi tak mengakui bahwa aplikasinyalah yang bermasalah. Fake GPS dan jarak yang tak tepat adalah biang keladi membengkaknya tagihan uber saya.

Uber sendiri, mengirim email-email aneh yang tak terlalu berhubungan dengan permasalahan saya. Mungkin itu sebabnya bos Uber  Travis Kalanick sering uring-uringan, dan apa yang membuat Travis bisa makin uring-uringan? Dia mau Uber itu murah, bahkan lebih murah dari bawa kendaraan sendiri. Untuk jarak bandara ke Kuningan fair tarif taxi blue bird adalah 170 ribu rupiah, kalau punya uang lebih naik Alphard atau Vellfire sekitar 350 ribu. Jadi apanya yang lebih murah?

****

Dibawah ini adalah email-emailan saya dengan Uber.

***

Setelah saya mengirim email pertama seperi diatas kemudian Uber menjawab ini :

Hai Ahmad,

Terima kasih telah menghubungi Uber Support.

Senang dapat membantu Anda.

Berkaitan dengan permasalahan Anda, kami telah melakukan pengecekan pada sistem dan kami informasikan bahwa sistem mendeteksi adanya kejanggalan pada sistem GPS yang Anda gunakan.

Oleh karena itu kami tidak dapat melakukan penyesuaian biaya.

Kami sarankan untuk mengikuti syarat dan ketentuan Uber sehingga kejadian ini tidak terulang kembali”

Kemudin saya balas begini:

“Apa yang anda sampaikan tidak masuk akal, bagaimana caranya uber bisa membaca jarak bandara ke kantor [….] bisa 99 km, pakai aplikasai map apa itu.

Coba ukur sendiri dengan google map, dari gadget apapun, anda tidak akan menemukan jarak perjalanan dari bandara soekarno hatta ke Kuningan sampai 99 km. 99 km itu sebanding dengan jarak bandara sampai Cianjur.

Anda menyembunyikan alasan sesungguhnya untuk tidak mengatakan telah terjadi kejanggalan dalam aplikasi uber.

Saya lampirkan capture jarak dengan google map dari 3 cara, maximum jrak ke kuningan dari bandara adalah 49 km.”

Setelahnya Uber balas begini:

“Terima kasih telah menghubungi Uber Support. Senang dapat membantu Anda.

Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Anda rasakan dalam perjalanan ini. Berkaitan dengan permasalahan Anda, seperti yang telah disampaikan oleh rekan kami sebelumnya bahwa berdasarkan data yang kami miliki bahwa sistem mendeteksi adanya kejanggalan pada perjalanan Anda tersebut.

Mohon maaf kami tidak dapat melakukan perubahan apapun terkait dengan biaya perjalanan ini. Kami sarankan untuk mengikuti ketentuan Uber, sehingga kejadian ini tidak terulang kembali. Sebagai informasi tambahan beberapa hal yang kami anggap sebagai penyalahgunaan ialah seperti :

– Pernah memanggil perjalanan sendiri,

– Kepemilikan akun ganda,

– Menerima perjalanan yang sengaja tidak diselesaikan,

– Meminta biaya lebih dari yang seharusnya,

– Manipulasi perjalanan atau dengan sengaja menerima dan menyelesaikan perjalanan tanpa adanya penumpang sungguhan.

– Waktu kedatangan sampai ke lokasi penumpang berbeda jauh dengan estimasi kedatangan (terlalu cepat/terlalu lambat)

– Terdeteksi oleh sistem melakukan perjalanan dengan jangka waktu yang sangat singkat.

– Melakukan perjalanan terlalu sering dengan penumpang yang sama.

– Menggunakan perangakat yang sama dengan akun lain (penumpang ataupun pengemudi)

Oleh karena itu, kami tidak dapat melakukan penyesuaian biaya. Kami sarankan kedepannya untuk mengikuti ketentuan Uber, sehingga kejadian ini tidak terulang kembali…..[del]

Terima kasih atas pengertian Anda.”

Karena balasannya makin tak jelas saya balas begini:

Dear Uber,

Do you understand my complaints? Or I have to write all of this mail in english in order to make you understand whats my problem? For now, i will write in Indonesian, because I assume you understand bahasa.

Ini kan ketentuan buat Driver,

dan saya adalah penumpang disini,

jadi yang anda deteksi salah GPS itu siapa? Sopir atau penumpang? Saya ulangi lagi, saya sebagai penumpang yang merasa dirugikan karena harus membayar 410ribu kepada drivernya. Kenapa jawabannya seolah-olah saya drivernya.

Bagaimana bisa menjawab persoalan saya, kalau membedakan penumpang dan driver saja tidak bisa?

Saya masih belum puas dengan jawabannya, malah makin aneh.

Kemudian dijawab Uber:

Hai Ahmad,

Terima kasih telah menghubungi Uber Support.

Senang dapat membantu Anda.

Berkaitan dengan permasalahan Anda, kami telah melakukan pengecekan pada sistem dan kami informasikan bahwa sistem mendeteksi adanya kejanggalan pada sistem GPS yang mitra pengemudi Anda gunakan pada perjalanan tersebut.

Menanggapi permasalahan Anda mengenai perjalanan Anda pada tanggal 23 Mei 2017, pukul 09:09 WIB yang mengalami masalah. Perlu kami sampaikan bahwa saat ini tim kami sedang berusaha mencari solusi terbaik atas permasalahan yang Anda hadapi ini.

Sekali lagi, kami mohon maaf atas kendala yang sedang Anda hadapi. Mohon Anda berkenan untuk menunggu informasi selanjutnya.

Saya makin tak mengerti:

Dear Uber,

Thanks atas responnya, saya bisa menyimpulkan bahwa uber mengakui bajwa telah terjadi kesalahan dalam aplikasi drivernya yang menyebabkan saya membayar lebih dari yang seharusnya.

Tapi, uber tidak punya solusi apa-apa terhadap saya yang telah dirugikan. Ini tidak benar, artinya Uber tidak punya itikad untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

Menurut Undang-undang nomor 8 tahun 99 tentang Perlindungan Konsumen Pasal 4 huruf h, konsumen berhak atas ganti rugi atau penggantian jika barang/jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau sebagaimana mestinya.

Sebagai perusahaan yang bekerja di Indonesia, Uber harusnya menaati peraturan ini.

Masalah ini tidak akan saya anggap selesai selama tidak ada kompensasi atas kerugian yang saya alami akibat kesalahan aplikasi uber.

Email terakhir saya terima balik lagi kayak mirip jawaban pertama:

Hai Ahmad,

Terima kasih telah menghubungi kami kembali.

Senang dapat membantu Anda.

Berkaitan dengan permasalahan Anda, seperti yang telah disampaikan oleh rekan kami sebelumnya bahwa berdasarkan data yang kami miliki bahwa sistem mendeteksi adanya kejanggalan pada perjalanan Anda tersebut.

Mohon maaf kami tidak dapat melakukan perubahan apapun terkait dengan biaya perjalanan ini. Kami sarankan untuk mengikuti ketentuan Uber, sehingga kejadian ini tidak terulang kembali”

****

 

Bisnis Like, Share dan Aminkan !!!

(via holykaw.alltop.com)

(via holykaw.alltop.com)

“Ketik 3 dan saksikan apa yang terjadi !!! Anda tak akan percaya yang anda lihat”

Begitu isi sebuah status yang dilengkapi dengan foto-foto yang terkesan misterius. Ribuan orang mengetik angka “3” tapi sampai kapanpun tak akan ada perubahan di layar dinding facebook anda. Ini adalah salah satu jenis tipuan yang paling bikin saya sebel di facebook, anehnya karena banyak teman saya yang mengetik angka 3, status tersebut muncul berkali-kali. Saya harus sedikit berusaha untuk menjaga agar status ini tidak muncul lagi, misalnya dengan membloknya, tapi lebih sering saya biarkan. Jadi apa sebenarnya dibalik ini? Ada bisnis menggiurkan dibaliknya. Ribuan orang mengetik “3” bisa diganti dengan polling produk atau capres atau bupati, kades dan sebagainya. Contohnya, setelah ribuan orang mengetik angka “3”, maka status atau account ini bisa dijual kepada peserta pilkada nomor urut 3. Atau diganti polling sebuah produk, misalnya bandingkan yang memilih nomor 3 dan nomor 1 lainnya, siapa yang lebih banyak?.

Motif lain yang sering bikin kesel adalah sebuah status yang bisa berisi nasehat atau bisa bisa berisi motivasi, atau bahkan berisi gambar mayat-mayat disebar. Dengan sedikit trigger, kita “terpaksa” harus mengaminkan atau melike dengan kata-kata provolatif dia akan bilang “kalau anda benar-benar beriman, like, sebar dan aminkan”. Wow, siapa yang mau disebut tidak beriman. Ini semacam pressure bagi facebookers yang tidak jauh beda dengan pressure rekan-rekan sewaktu remaja ketika kita berpikir berbeda akan langsung di cap “tidak kompak”. Padahal seharusnya kita bisa lebih kritis dengan status seperti ini. Macam-macam memang status yang seperti ini. Mario Tebu setiap nyetatus biasanya meminta untuk di like, diaminkan atau di share.

Ada juga orang-orang yang menjual kebencian di ranah internet. Page seperti Jonru salah satu contohnya. Dia membuat status yang memancing orang untuk berkomentar dan menshare statusnya. Isinya komentarnya lebih banyak yang menistakan Presiden. Apa yang didapat Jonru dari banyak Like status dan Pagenya. Rank-nya bisa naik, popularitas Jonru bisa naik, dan dengan serta merta dia bisa menjual sprei, tes stifin, dan pelatihan menulis (meskipun yang ini kurang penggemarnya).

Di pihak lain, banyak status dari tokoh-tokoh agama baik asli maupun yang palsu juga berseliweran di dinding facebook kita. Beberapa diantaranya adalah copy paste dari status orang lain, tapi intinya pada akhirnya adalah sama, LIKE, SHARE dan AMINKAN. Semakain banyak yang like, share atau menulis di komentar, maka nilai page akan semakin tinggi. Kalau sudah begitu tinggal ganti page, sudah bisa buat jualan.

Dear Faraday Ponggawa Anakku

Dear faraday.ponggawa@gmail.com

1.11.11 – 1.11.13
Selamat Ulang Tahun yang ke-2 anakku sayang. Maafkan papa tak bisa berada didekatmu diusiamu yang bertambah. Dua tahun ini kamu tumbuh dengan mengagumkan, Allah melimpahkan kepadamu anugerah kecerdasan motorik dan verbal dengan sangat cepat, gigimu telah tumbuh diusia 6 bulan, berjalan di usia 11 bulan, dan saat ini sudah mulai merangkai kata, bahkan kata Mama sudah bisa “membaca”, meskipun maksudnya membaca adalah menerjemahkan gambar dalam kata-kata yang berhubungan dengan gambar tersebut.

gwa naik sepeda

Faraday Ponggawa

Dan lebih hebatnya lagi sudah bisa paraphrase, ketika mama menyuruh “Gawa, panggil Ambo’ makan”, kamu teriak “Ambo’, Manre !!”. ketiika mama bilang “ Gawa, masuk sudah malam”, kamu bilang “masuk, sudah gelap”. Kemampuan ini harus kamu kembangkan, pada saatnya nanti akan berguna kalau mau menulis essay J. (cat: manre = makan dalam bahasa bugis).

Kamu tahu kan namamu di ambil dari mana?, namamu adalah perlambang, symbol dan sekaligus doa. Ada tiga kata di namamu : Ahmad, Faraday dan Ponggawa. Ahmad diambil dari nama Papa juga yang dalam bahasa Arab berarti terpuji, dan nama tersebut merupakan nama kecil Nabi Muhammad SAW. Orang yang menyandang nama Ahmad didoakan agar memiliki akhlak yang terpuji sebagaimana Nabi Muhammad SAW. Faraday diambil dari nama ilmuwan Inggris bernama Michael Faraday. Faraday adalah ilmuwan terkemuka di bidang elektromagnetik, penemuannya yang paling berharga bagi umat manusia adalah Hukum Faraday yang menjadi dasar dari motor listrik. Dia juga yang pertama membuat transformator dan generator. Faraday-lah yang berjasa besar mengantarkan listrik ke rumah-rumah kita dengan penemuannya. Karena penemuan tersebut listrik bisa dibangkitkan, disalurkan dan digunakan untuk kemajuan peradaban manusia. Papa dan mama memberimu nama Faraday agar kamu bisa mencontoh Faraday, menjadi pionir dan penemu yang bermanfaat bagi umat manusia.

Nama Ponggawa, berarti pemimpin dalam bahasa bugis. Empat karakter yang dimiliki oleh seorang Ponggawa adalah macca (pintar), warani (berani), sogi (kaya) dan panrita (taat beragama). Tentu Papa dan Mama berharap kamu bisa jadi pemimpin yang baik, bagi keluarga, bagi agama dan tentu saja kamu berpeluang besar untuk menjadi pemimpin masa depan di Indonesia.
Kalau digabungkan namamu berarti seorang Pemimpin yang terpuji dan bermanfaat bagi banyak orang. Namamu juga symbol pertautan budaya, nama Ahmad yang identik dengan islam, nama Faraday yang merefer ke Inggris dengan peradabannya yang maju dan nama Ponggawa yang bersumber dari budaya bugis egaliter.

Papa tak bermaksud untuk membebanimu dengan banyak hal, papa juga tak pintar-pintar amat, tak jago-jago amat, tapi Papa percaya satu hal, bahwa kita bisa menjadi lebih baik jika berusaha, bahwa kita juga tak akan menjadi apa-apa kalau diam saja, dan kita akan membusuk dan menjadi sarang jentik jika tak bergerak.

Papa percaya, kamu lebih jago dan lebih hebat dari Papa, bukan karena Papa lebih pintar mendidik anak dibanding Kakekmu, akan tetapi Kakekmu bilang, Gawa lebih hebat dari Papanya diusia 2 tahunnya. Di usia 2 tahun tugas utamamu bermain, karena itu tetaplah bergembira, tertawa dan kalau mau menangis juga dipersilahkan. Berimajinasilah sejauh-jauhnya dan setinggi-tingginya, karena kelak ketika kau mulai beranjak dewasa kamu kadang-kadang lupa cara berimajinasi dan terlalu mengandalkan rumus-rumus yang sudah pakem.

Papa tahu duniamu adalah dunia yang bergerak begitu cepat, teknologi semakin canggih dan kehidupan semakin menantang. Duniamu semakin tidak natural, mainan papa dulu adalah kulit jeruk dan besi bekas kursi untuk mobil-mobilan, bambu untuk senapan, pelepah pisang untuk main bola. Sekarang kamu sudah dimanjakan teknologi. Pada saatnya nanti, mainan-mainan papa akan dijadikan barang antik bagi anak muda diusiamu, sepedanya kakeknya papa akan dikenang sebagai kendaraan masa lalu yang kuat, motor GL 125 kakekmu akan dikenang sebagai raja jalanan jaman dulu, dan kami-kami yang seusia papamu ini akan menua dan hanya bisa mengenang saat-saat napas kami masih kuat-kuatnya untuk bermain bola 3 jam atau bermain hujan-hujanan tanpa pernah merasa capai. Meskipun kelihatan makin canggih, sebenarnya dunia ini menuju ketidakteraturan, Hukum II Termodinamika bilang, Entropy suatu system akan tetap atau akan semakin bertambah, yang artinya bahwa suatu system akan bergerak menuju ketidak teraturan secara alami. Tapi jangan khawatir, itu berlaku untuk sistem alam semesta secara keseluruhan, untuk duniamu, kamu masih bisa menginjeksikan energi kedalamnya melalui usaha dan kerja keras, entropi (ketidakteraturan) akan menurun ketika ada energi yang diinput dari luar sistem. Kalau kamu tak mengerti juga penjelasan Papa, tak apa-apa, Papa memang bukan anak Mesin.

Dunia masa kecilmu telah dijejali dengan facebook, twitter, instagram, path, foursquare, whatsapp, blog dan semacamnya. Itu semua belum ada dimasa papa sudah mulai berkumis. Jaman dulu komputer sangat langka, tapi sekarang telah berubah menjadi segenggaman tangan, dan satuan memori dan media penyimpan bergerak dari Kilo, ke Mega menjadi Giga dan sekarang sudah Tera. Itu terjadi kurang dari 15 tahun. Banyak terknologi yang hilang sebelum kamu sempat memahaminya, kamu belum sempat berkenalan dengan Black berry, dia sudah keburu almarhum karena tak mampu melawan zaman. Papa berharap kamu juga tak tergilas zaman nantinya. Karena itu beradaptasilah dengan zaman, belajarlah mengenali tanda-tanda zaman, tapi tetaplah berpegang teguh pada agama dan nilai luhur budaya yang mengalir didarahmu.

Kamu mungkin belum bisa membaca tulisan ini, tapi insya Allah, ketika kamu mulai bisa membaca kamu bisa merangkai duniamu sendiri. Sebagai penutup papa mau bilang pesan dari film “Jangan pernah percaya kepada siapapun yang mengatakan kamu tidak bisa, meskipun orang tersebut adalah Papa sendiri”. Dan satu lagi, belajarlah menulis sedari kecil, karena itu akan kau wariskan kepada anak cucumu.

O iya, kamu tahu kenapa dipanggil Gawa? Supaya jadi anak yang Gagah dan Berwibawa :).

Selamat Ulang Tahun Yang ke-2

Salam dari Edinburgh.