Oleh-Oleh Malaysia (bag 3. Listrik Malaysia)

Kali ini saya akan melanjutkan cerita selama training di Malaysia. Saya diundang oleh TNB Malaysia untuk mengikuti training mengenai Power Plant pada tanggal 14-23 Mei 2012, nama programnya adalah Malaysian Technical Cooperation Program – Best Management Practice Power Plant – Malaysian Experience. Para peserta yang hadir berasal dari 13 negara diantaranya Indonesia, Malaysia, Myanmar, Vietnam, Filipina, Laos, Bangladesh, Pakistan, Srilanka, Nepal, Sudan, Uganda, dan Nigeria.

System Listrik Malaysia (Sumber : TNB Ilsas Training)

Saya ingin bercerita tentang industri listrik Malaysia. Negara Malaysia terdiri atas dua bagian besar yaitu Malaysia Peninsular (Semenanjung) yang tergabung dalam daratan Asia, dan Malaysia Timur di Pulau Kalimantan. Jumlah pelanggan listrik di Malaysia sekitar 10 juta pelanggan, menjangkau sekitar 99% dari keseluruhan rumah tangga yang ada disana. Bandingkan dengan Indonesia yang jumlah pelanggannya sekitar 43 juta pelanggan yang mencakup 73% dari keseluruhan Rumah Tangga. Total kapasitas pembangkit di Malaysia adalah 24.257 MW, terdiri atas tiga sistem kelistrikan yaitu Semenanjung Malaysia, Sabah dan Sarawak. Permintaan listrik di Malaysia terkonsentrasi di Semenanjung Malaysia, yaitu 90% dari keseluruhan demand di negara tersebut.

Malaysia pernah mengalami pengalaman buruk dengan adanya black out nasional pada tahun 1996, saat itu hampir semua bagian negara Malaysia mati listrik, penyebabnya adalah salah satu pembangkit terbesar keluar dari sistem, sehingga sistem mengalami ketidak seimbangan.

Sebelum adanya kejadian black out nasional di Semenanjung Malaysia, pengelolaan listrik di Malaysia murni monopoli dari Tenaga Nasional Berhad (TNB) , semacam PLNnya kalo di Indonesia. Demi menjaga keberlangsungan industri dan memacu pertumbuhan ekonomi, akhirnya Pemerintah Mahatir Muhamad saat itu membuka kesempatan kepada swasta untuk membangun pembangkit listrik dengan sistem IPP (Independent Power Producer). Saat ini TNB menguasai sekitar 55% dari Kapasitas terpasang listrik di Semenanjung Malaya, akan tetapi grid nasional masih menjadi tanggung jawab dari TNB.

TNB Malaysia masih menguasai jaringan transmisi, distribusi dan retail kepelanggan untuk Peninsular Malaysia, sementara untuk Sabah dikuasai oleh SESB, yang merupakan anak perusahaan TNB Malaysia dan untuk Sarawak dikuasai oleh SEB (perusahaan swasta murni). Meski terletak dalam satu pulau tidak ada interkoneksi antara sabah dan sarawak.

Cadangan Operasi dari sistem kelistrikan Malaysia adalah 30-40%, sangat besar dan sangat andal. Malaysia juga melakukan interkoneksi sistem ke Singapura dan Thailand, saat ini belum ada transfer energi antar negara tersebut, transfer energi hanya dilaksanakan ketika terjadi kekurangan daya yang besar yang bisa mengganggu sistem kelistrikan mereka.

Tarif di Malaysia juga diregulasi oleh Pemerintah. Bedanya dengan Indonesia, di Malaysia tidak ada pembatasan daya kontrak. Jika di Indonesia tarif berdasarkan daya kontrak dan peruntukannya (Rumah Tangga, Sosial, Publik dan Bisnis) maka di Malaysia tidak ada daya kontrak. Perbedaan tarif untuk Rumah Tangga adalah setiap kenaikan 200 kWH, sebagai contoh untuk pemakaian 200kWh pertama pada Rumah Tangga harganya adalah 21.8 Sen RM/kWh (RM 1 = Rp. 3000) untuk 100kWh berikutnya 33.4 Sen RM/kWh, 100 kWh berikutnya 40.0 Sen RM/kWh, dengan Rekening Minimum bulanan 3 RM, harga itu akan semakin naik jika semakin banyak kWh yang dipakai. Kategori Tarif terdiri atas Tarif Kediaman, Tarif Perdagangan, Tarif Perindustrian, Tarif Perlombongan, Tarif Lampu Jalan Raya, Tarif Lampu Neon dan Lampu Limpah, dan Tarif Pertanian, total ada 16 Kategori tarif. Subsidi diberikan melalui insentif gas, harga gas yang diberikan oleh Petronas kepada pembangkit milik TNB ataupun IPP adalah 3 US$/MMBTU, subsidinya cukup besar jika asumsi harga gas sekitar 10 US$/MMBTU. Tapi tak ada subsidi untuk jenis pembangkit lain. Bedanya kalo di Indonesia subsidi diberikan di harga akhir dimana subsidi adalah Biaya Pokok Produksi ditambah margin yang diberikan kepada PLN dikurangi dengan Pendapatan Penjualan Listrik.

Energy mix di Malasyia adalah Gas 53,2%, Batubara 36,59% Tenaga Air 5.5%, BBM 4,5 %. Pada tahun 2012/2013 Malaysia merencanakan tak lagi menggunakan BBM dan digantikan oleh Batubara. Direncakan pada tahun 2015 persentase gas dan batubara akan sama sebesar 47% dari seluruh energy mix di Malaysia.

Malaysia seperti juga Indonesia mengalami masalah dengan gas, meski tak sampai shortage seperti Indonesia, tapi Petronas Malaysia sebagai supplier gas di Malasysia meminta agar gas dipriorotaskan untuk ekspor karena harganya yang begitu menarik.

Bisa dikatakan, bisnis listrik di Malaysia untuk pangsa pasar domestik hampir jenuh. Dengan rasio elektrifikasi yang mencapai 99% dan jumlah pelanggan yang hanya 10 juta pelanggan memaksa TNB Malaysia berpikir keluar. Saat ini mereka sudah mulai ikut proyek-proyek tender di seluruh dunia untuk memperluas pasar khususnya dalam penjualan kabel dan switchgear. Indonesia sendiri menjadi salah satu pasarnya.

Salam

Baca Juga

– Oleh-Oleh Malaysia Bag. 1

– Oleh-Oleh Malaysia Bag.2

Oleh-Oleh Palangkaraya

 Liburan Mamuju

– Oleh-Oleh Belitong

Kebakaran dan Listrik

Kebakaran di Jakarta (Koran Jakarta 2011)

Kebakaran dan Listrik

Oleh : Ahmad Amiruddin (taroada.com)

Asap membubung, lidah api menjilat langit malam, teriakan orang-orang yang mencari air bersahutan, bercampur baur dengan penghuni rumah yang berusaha mengumpulkan harta tersisa, sementara mobil pemadam kebakaran meraung-raung membelah kemacetan, itulah ilustrasi kebakaran yang hampir setiap hari tayang di TV atau kadang-kadang kita saksikan sendiri. Kebakaran telah menjadi berita rutin, tak sedikit orang terpaksa kehilangan tempat tinggal dan menginap di tempat-tempat darurat akibat rumahnya dilalap si jago merah tanpa ampun. Media Elektonik memberitakan bahwa pada tahun 2011 telah terjadi 736 kali kebakaran di Kota Jakarta. Seperti yang dikutip dari Okezone, dari jumlah tersebut kerugian mencapai Rp. 174 Milyar, yang memakan korban jiwa 12 orang, dan mengakibatkan 72 orang luka-luka yang 11 orang diantaranya adalah karyawan pemadam kebakaran. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta menyatakan sebanyak 62 persen atau 457 kasus dari penyebab kebakaran berasal dari arus listrik.

Data tersebut cukup membuat miris, dari tahun ke tahun listrik disebut sebagai penyebab utama dari kebakaran, angkanya berkisar antara 50-60% dari penyebab kebakaran di Jakarta. Sebenarnya masih menjadi perdebatan benarkah penyebab dari sebagian besar kebakaran itu adalah listrik, karena belum ada hasil penelitian investigatif yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran terhadap penyebab kebakaran. Listrik biasanya dijadikan kambing hitam ketika ada kebakaran yang tak mampu di jelaskan penyebabnya.
Di negara yang sudah maju dalam standar keselamatan tenaga listrik maupun dalam investigasi kebakaran, listrik tak masuk dalam 3 besar penyebab kebakaran. Berdasarkan laporan United State Fire Administration (USFA) pada tahun 2003-2007, di Amerika Serikat 40% penyebab kebakaran adalah alat masak, alat pemanas ruangan 14%, rokok 14% dan sisanya adalah kecerobohan.

Jadi sebenarnya tidak mudah untuk menuduh listrik sebagai biang dari kebakaran, meskipun tak bisa dihindari juga bahwa listrik punya potensi untuk memicu kebakaran. Melalui tulisan ini, penulis mencoba untuk menelusuri penyebab-penyebab kebakaran dari sumber listrik.

Api yang menjadi sumber kebakaran memerlukan 3 unsur, yang disebut dengan segitiga api, yaitu: panas, bahan bakar, dan agen oksidasi (biasanya oksigen). Ketiga unsur ini tidak hanya harus ada pada saat yang bersamaan akan tetapi bahan bakar harus dikondisikan sehingga panas dapat bereaksi dengan udara. Listrik memiliki peranan dalam hal ini dengan menyediakan sumber panas.

Segitiga Api (taroada.com)

Penyebab Kebakaran dari Listrik

Hubung Singkat (Short Circuit)

Salah satu contoh dari sumber panas dari listrik adalah hubung singkat. Hubung singkat muncul jika sebuah kabel bertegangan terhubung dengan kabel ground atau common, atau kabel yang berbeda fasa bersentuhan, sehingga terjadi aliran arus tinggi antar kabel. Dalam keadaan fuse atau alat pengaman lainnya bekerja dengan baik, fuse akan memutus aliran listrik, sehingga panas sesaat yang timbul tak cukup signifikan sebagai pemantik kebakaran.

Akan tetapi jika fuse tidak bekerja, arus yang besar akan mengalir melalui kabel secara terus menerus dan akan menyebabkan kabel kelebihan panas (over heated). Dalam jangka waktu tertentu kabel bisa meleleh dan dapat menjadi pemicu kebakaran jika memantik barang-barang disekitarnya.

Sirkuit Over Fused

Kondisi lain yang menimbulkan panas dari listrik adalah over fused. Dalam kondisi ini kabel memiliki kuat hantar arus yang lebih rendah dari fused yang dipasang, sehingga ketika arus yang mengalir di kabel melebihi ratingnya tidak terjadi pemutusan arus oleh fuse. Meskipun kabel dirancang untuk bekerja diatas rating capacity-nya akan tetapi kenaikan arus melebihi rating ini menyebabkan kabel menjadi lebih panas. Hal ini tidak akan menjadi masalah selama panas tersebut dapat didisipasikan oleh kabel. Akan tetapi jika kabel tersebut tidak memiliki cukup ruang untuk mendisipasi panasnya maka panas tersebut akan bertambah lebih cepat dibandingkan panas yang dapat didisipasikan. Sebagai akibatnya, jika lingkungan sekitar mudah terbakar dapat memulai proses terjadinya api.

Arus Bocor (Leakage Current)

Arus bocor dapat menjadi salah satu penyebab kebakaran oleh listrik. Salah satu penyebab timbulnya arus bocor yaitu ketika air menjadi pengantara listrik. Kawat yang terbuka yang biasanya terdapat pada koneksi dan saklar dapat bersentuhan dengan air pada daerah yang lembab, misalnya kamar mandi atau plafon yang bocor. Karena air dapat menjadi penghantar listrik, maka arus dapat mengalir antara yang kabel yang bertegangan melalui air ke ground. Dalam jangka waktu tertentu, air dapat mengakumulasikan garam yang menambah kemampuannya untuk mengalirkan arus. Pada akhirnya arus ini dapat membentuk sebuah jalur yang yang di sebut jembatan karbon, yang dapat menciptakan busur api secara kontinyu atau membangkitkan panas yang cukup signifikan, yang jika berada di sekitar area yang mudah terbakar dapat menyebabkan terbentuknya api. Kebakaran akibat arus bocor ini dapat dicegah dengan memasang Gawai Pengaman Arus Sisa (GPAS).

Kontak Listrik

Proses kontak dapat juga menyebabkan panas berlebih. Setiap kali kontak Open atau Close, muncul bunga api. Bunga api ini cukup untuk menyebabkan kebakaran jika gas atau udara berada dalam lokasi bunga api tersebut.

 

Langkah Antisipasi

Penggunaan Peralatan Tenaga Listrik Sesuai Standar

Secara teknis telah dibahas penyebab-penyebab sumber panas dari listrik yang dapat menyebabkan kebakaran. Proses terjadinya api dapat dicegah jika proteksi dapat berjalan dengan baik dan menggunakan peralatan sesuai dengan standar yang berlaku. Pemasangan peralatan tenaga listrik harus mengikuti standar yang telah ditetapkan, untuk di Indonesia menggunakan Pedoman Umum Instalasi Listrik Tahun 2000 (PUIL 2000).

Pemasangan instalasi di rumah-rumah penduduk dilaksanakan oleh asosiasi kontraktor listrik. Saat ini telah ada 3 asosiasi yang diakui oleh Pemerintah, yaitu AKLI, AKLINDO dan PAKLINA. Instalatir punya peranan yang cukup signifikan dalam rangka mewujudkan pemakaian peralatan standar, karena peralatan yang dipasang dipilih oleh instalatir, masyarakat biasanya hanya menyerahkan saja kepada instalatir. Untuk memberi jaminan keamanan kepada pengguna listrik, Undang-undang Ketenagalistrikan menetapkan bahwa setiap instalasi listrik yang beroperasi harus memiliki sertifikat laik operasi, yang khusus untuk tegangan rendah sertifikasi dilaksanakan oleh Konsuil. Jadi setelah dipasang oleh instalatir, rangkaian tersebut harus diperiksa oleh Konsuil untuk diterbitkan Sertifikat Laik Operasi (SLO), PLN akan memasang setelah Konsuil menerbitkan SLO.

Undang-undang juga mewajibkan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan harus memiliki sertifikat kompetensi, sehingga instalatir yang memasang mengerti seluk beluk standar instalasi listrik.

Pengawasan Barang Beredar

Untuk meningkatkan keselamatan penggunaan listrik, pemerintah telah menetapkan peralatan instalasi di rumah tangga yang harus memiliki SNI wajib, diantaranya MCB, Tusuk Kontak, Kotak Kontak dan Saklar. Akan tetapi peredaran barang-barang non SNI maupun SNI palsu masih dapat ditemui dibanyak tempat di Jakarta. nggung jauh lebih besar. Untuk mengurangi barang-barang seperti ini pihak terkait Harga barang-barang ini memang lebih murah daripada aslinya akan tetapi resiko yang ditanggung jauh lebih besar. Pihak berwenang khususnya Kementerian Perdagangan harus lebih proaktif melakukan operasi pasar pemberantasan barang-barang palsu dan non-SNI tersebut.

Kesadaran Masyarakat

Perkembangan ekonomi menyebabkan peralatan elektronik bertambah secara signfikan sehingga beban listrik meningkat, akibatnya kabel banyak disambung pada satu titik untuk beban yang beragam. Kadang-kadang di perkantoran, satu kotak kontak melayani beban komputer, printer dan dispenser untuk satu ruangan, sementara masih banyak instalasi listrik masih menggunakan desain lama sehingga kabel yang digunakan tidak mampu lagi menahan arus yang melewatinya. Dalam praktik sehari-hari kita sering menemukan sambungan-sambungan listrik yang asal-asalan diperkantoran, bahkan penulis pernah menemukan kabel sambungan dari stop kontak yang digunakan oleh sebuah hotel adalah jenis kabel untuk jaringan internet (UTP cable), tentu ini berbahaya karena kabel UTP tidak dirancang sebagai kabel power, dan hanya dirancang untuk arus lemah.

Hal yang sama juga sering kita jumpai di perumahan, dimana satu kotak kontak melayani mesin cuci, kulkas, dispenser dan TV, dan yang lebih parah kabel yang digunakan adalah kabel yang ukurannya lebih kecil dari beban yang bisa ditanggung.

Karena itu masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan peralatan listrik dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, misalnya dengan melakukan perubahan instalasi listrik dengan desain dan spesifikasi yang lebih aman.

Pemberantasan Pemakaian Listrik Ilegal

Operasi Gabungan Penertiban Listrik Ilegal (barat.jakarta.go.id 2011)

Dinas Pemadam kebakaran mensinyalir bahwa kebakaran akibat arus pendek listrik disebabkan oleh penyambungan listrik ilegal atau pencurian listrik. Ada beberapa modus pencurian listrik, diantaranya adalah sambungan langsung diluar Alat Pengukur dan Pembatas (APP) serta mengganti MCB PLN dengan rating yang lebih tinggi.

Sambungan langsung sangat berbahaya karena minim proteksi, dan kabel yang digunakan biasanya tidak standar. Sedangkan mengganti MCB berbahaya jika arus yang mengalir di kabel instalasi melewati ratingnya, dan kabel yang digunakan telah berusia tua. Disamping itu pemakaian listrik ilegal ini juga merugikan negara karena banyaknya losses PLN.

Masalah pencurian listrik dapat diberantas dengan cara mengintensifkan operasi Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), serta mempercepat proses sambung baru dan penambahan daya karena kadang-kadang pelanggan melakukan sambungan langsung atau mengganti MCB (pembatas daya kontrak PLN) karena kesulitan untuk melakukan pemasangan listrik atau menaikkan daya.

Salam

Daftar Pustaka:

“ELECTRICAL FIRE CAUSES.” Walters Forensic Engineering Inc. Web. 28 Dec. 2011. <http://www.waltersforensic.com/fire/vol5-no2.htm&gt;.

“Electricity and Fire – NFPA 921.” Fire and Arson Investigations. National Fire Protection Association, 1998. Web. 28 Dec. 2011. <http://www.interfire.org/res_file/92114-10.asp&gt;.

15th ed. FEMA. Fire in the United States 2003-2007. US Fire Administartion, Oct. 2009. Web. <http://www.usfa.fema.gov/downloads/pdf/statistics/fa_325.pdf&gt;.

Fred. “Fire Behavior Myths and Misconceptions.” Expertlaw.com. Sept. 2003. Web. 28 Dec. 2011. <http://www.expertlaw.com/library/fires/fire_behavior.html&gt;.

” Selama 2011, Api Ngamuk 736 Kali Di Jakarta.” Okezone.com. Web. 28 Dec. 2011. <http://news.okezone.com/read/2011/10/03/338/510064/selama-2011-api-ngamuk-736-kali-di-jakarta&gt;.

Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenaglistrikan (2009)

Nur Pamudji, Pendekar Sederhana Pengganti Dahlan Iskan

Oleh : Ahmad Amiruddin

Subuh hari itu, Andi bangun lebih pagi dari biasanya. Semalam sebenarnya dia cukup sibuk mempersiapkan keberangkatannya, dan tak bisa tidur hingga jam 1 malam. Di pagi-pagi buta itu dia ada janji dengan General Managernya untuk berangkat mendaki Gunung Gede. Andi tak bisa memejamkan mata karena berkhayal jangan sampai sebagai anggota tim paling muda dari 5 orang yang berangkat dia sendiri yang tidak bisa sampai ke puncak, jangan sampai telat bangun dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Nur Pamudji dengan Latar Gunung Gede (FB Nur Pamudji)

Tepat di waktu yang dijanjikan, Andi di jemput oleh sang GM dan anggota tim yang lain, dan berlima mereka menuju Gunung Gede. Dalam perjalanan mendaki puncak Gunung Gede Andi dia sempat terkaget-kaget akan stamina bosnya yang selalu berada didepan, sehingga sebagai anak muda dia hampir dipermalukan. Dari perjalanan pendakian itu Andi belajar banyak filosofi hidup dari sang Bos, Andi menyebut bosnya sebagai Pendekar.

Nur Pamudji (Foto : FB Nur Pamudji)

Keikutsertaan Andi dalam tim tersebut bisa dibilang kebetulan, bermula dari status di Facebook sang GM yang ingin menapak puncak Gunung Gede, Andi dengan sedikit iseng mengomentari agar bisa diikutkan, dan tanpa dia sangka dihubungi untuk mempersiapkan diri. Saat itu tahun 2009, General Manager tersebut adalah Nur Pamudji, Direktur Utama PLN sekarang dan Andi, lengkapnya Andi Makkuradde, adalah sahabat saya sedari kecil yang sekarang bekerja di PLN.

Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PLN, Nur Pamudji adalah Direktur Energi Primer. Dia adalah Direksi termuda PLN saat itu. Ketika Dahlan Iskan terpilih dan naik pangkat sebagai Menteri BUMN, timbul pertanyaan siapa yang akan menggantikannya. Orang-orangpun menebak siapa penerusnya. Sebagai menteri BUMN yang punya kuasa besar menentukan siapa Direktur Utama PLN, Dahlan beruntung karena telah mengenal PLN dengan sangat mendalam. Dia tentu akan memilih orang-orang berdasarkan kemampuan dan telah diseleksinya secara alami dalam keseharian bekerja PLN. Dahlan sempat memberikan beberapa petunjuk tentang calon penerusnya, dia adalah orang internal PLN, lebih muda dari dirinya dan tidak akan memilih kalau orangnya ngotot ingin menjabat.

Sesaat setelah Dahlan Iskan diangkat, saya mengobrol dengan Andi tentang kans siapa yang akan menjadi pengganti bos besarnya. Andi dengan keyakinan besar mengatakan bahwa mantan bosnyalah yang akan menjadi bos besar. Menurut analisa Andi, semua petunjuk yang disebutkan oleh Dahlan Iskan dalam catatannya mengarah ke Nur Pamudji. Nur Pamudji adalah Direksi PLN saat Dahlan menjabat, dia lebih muda dari Dahlan, orangnya tidak ngotot ingin menjabat, dan yang paling penting menurut Andi adalah dia adalah Direksi yang paling mirip dengan Dahlan Iskan. Nur Pamudji memiliki prinsip, kita bekerja saja biar nanti orang melihat, sangat sesuai dengan prinsip yang ditanamkan oleh Dahlan Iskan, jauhi politik, kerja, kerja, kerja!!!. Ternyata sama seperti Dahlan Iskan Nur Pamudji juga mantan wartawan.

Menurut teman saya ini, saat menjabat General Manager PLN P3B Jawa Bali, dia menempelkan daftar harta kekayaannya untuk dilihat oleh semua karyawan, hartanya adalah sebuah rumah dinas jatah PLN yang dicicil selama 20 tahun dengan bunga 0%, mobil pribadinya satu, dan mobil dinasnya adalah warisan dari GM sebelumnya, dia tidak meminta mobil baru, total kekayaannya saat itu 1.3 Milyar, untuk pegawai PLN sekelas GM itu adalah jumlah yang sangat sedikit, manajer dengan level dibawahnya rata-rata lebih kaya dari dia.

Nur Pamudji memulai kuliahnya di ITB pada tahun 1979, kemudian mendapatkan gelar S-2 untuk bidang Electric Power UNSW Sydney serta National University of Singapore di Bidang Public Management. Pria asal Malang ini masuk PLN pada tahun 1985. Sebelum menjabat sebagai GM di P3B Jawa Bali. Nur Pamudji adalah Manager Bidang di tempat yang sama, dalam tradisi PLN seorang Manager Bidang sangat sulit untuk promosi langsung menjadi GM diunit yang sama sehingga harus dipindahkan dulu ketempat lain, tapi kinerja dan kecerdasan Nur Pamudji menjadikannya pengecualian. Ketika Dahlan Iskan menjadi Direktur Utama PLN, dia ditarik menjadi Direktur Energi Primer.

Ada hal unik dari diri Nur Pamudji sehingga Andi menyebutnya Pendekar. Nur Pamudji memiliki prinsip untuk menjaga tubuhnya, menjaga perutnya dan menjaga pikirannya. Sudah 6 tahun dia tidak nonton TV dan tidak punya TV dirumahnya. Nur Pamudji juga penggemar olahraga pernapasan. Dia masih sanggup berlari 10 kali mengelilingi lapangan sepakbola.

Karena kekagumannya dengan bosnya teman saya memberi nama depan anaknya Nur. Kita berharap dengan kepemimpinan pak Nur Pamudji PLN bisa lebih maju dan menerangi seluruh nusantara