Memahami Listrik Prabayar

Oleh : Ahmad Amiruddin

Agar tak salah paham dengan banyaknya kesimpangsiuran info mengenai mafia token PLN, sebaiknya kita memahami bagaimana mekanime pemakaian listrik prabayar. Listrik prabayar ini dikembangkan PLN dalam 5 tahun terakhir. Jumlah pelanggan prabayar sudah mencapai 20.29 juta pelanggan dari total 58 juta pelanggan. Namun pertumbuhan jumlah pelanggan prabayar belum diimbangi dengan pemahaman mengenai bagaimana tagihan listrik ini.

Kesalahpahaman terbesar adalah menyamakan antara pulsa token listrik dengan pulsa telpon prabayar. Pulsa telpon macam Simpati di nilai berdasarkan uangnya, operatorlah yang menkonversi duit ini berdasarkan jenis layanan yang anda pakai. Kalau anda pakai sms, harganya misalnya Rp. 100, telepon ke sesama telkomsel misalnya maka pulsa akan dipotong Rp. 308 per 12 detik dan ada tarif lain setelahnya, anda pakai data lain lagi hitungannya. Dan anda bisa mengecek sisa pulsa anda dalam bentuk uang ini.

Kalo di PLN lain lagi, anda beli pulsa token Rp. 100.000, maka nilai uang anda akan dikonversi menjadi nilai energi yang bisa anda gunakan satuannya kilo watt hour atau disingkat kWh. Kalau anda berlangganan 1300 VA (ini ditandai dengan Pembatas di rumah anda adalah 6 Ampere) maka harga setiap kWh yang anda beli adalah Rp. 1352 untuk saat ini.

Sebelum dikonversi menjadi nilai energi, maka nilai uang yang anda bayarkan itu akan dipotong administrasi bank, uang ini tidak masuk ke PLN, akan tetapi masuk ke bank yang menyediakan fasilitas ATM atau internet banking, nilainya bervariasi tergantung banknya, bisa biasanya mulai dari Rp. 1500 s.d Rp. 5000. Selanjutya nilai sisanya dikurangi lagi dengan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU). PPJU ini adalah sumber penghasilan asli daerah yang pemungutannya dibantu oleh PLN dengan memotong langsung pembayaran dari masyarakat. Dulu PLN bisa mendapatkan upah pungut dari PPJU ini, tapi sekarang upah pungut tidak ada lagi, jadi murni bless uang PPJU ini cuma numpang lewat di rekening PLN dan disetorkan ke pemerintah daerah setempat. Besarnya PPJU ini variatif, namun berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah, besarnya Pajak Penerangan Jalan Umum adalah maksimal 10%.  Adapun besaran pastinya ditentukan oleh Peraturan Daerah masing-masing, misalnya berdasarkan Peraturan Daerah DKI Jakarta tarif pajak untuk listrik yang digunakan atau dikonsumsi selain industri, pertambangan, minyak bumi dan gas alam adalah 2.4%.

Untuk memudahkan simulasi, saya membeli pulsa token Rp. 100.000 untuk rumah saya dengan daya berlangganan 1.300 VA yang saya beli melalui Internet Banking Mandiri seperti dibawah ini :

PERHITUNGAN PRABAYAR REV 1

Kalau saya membeli listrik prabayar melalui fasilitas internet banking, maka dari Rp. 100 ribu yang saya gunakan, pertama-tama akan dipotong biaya administrasi Bank sebesar Rp. 3.500. Saya sudah pernah protes sama teman yang kerja di Bank mengenai hal ini, dan dia bilang, Bank perlu investasi jaringan, SDM dan teknologi, jadi dia harus meminta fee dari orang yang menggunakan fasilitas ini. Nah dari Rp. 100 ribu itu sekarang tinggal Rp. 96.500. Dari Rp. 96.500, di potong Pajak Penerangan Jalan Umum sebesar 2.4% dari pembelian listrik, nah hitung-hitungannya Total Pembelian Listrik adalah Rp. 94.238 dan pajaknya sebesar Rp. 2.262.

Seterusnya, nilai uang yang Rp. 94.238 ini akan dikonversi menjadi nilai energi yang bisa dipakai harganya tergantung dari daya berlangganan sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 31 Tahun 2014, tarif listrik untuk daya berlangganan 1300 VA adalah Rp. 1.352 /kWh, tarif ini belum mengalami adjustment sehingga masih sama dengan tarif pada peraturan tersebut. Sehingga, besarnya energi yang bisa dibeli adalah Rp. 94.238/Rp. 1352 = 69.706 kWH atau dibulatkan menjadi 69.8 kWH. Besarnya energi ini yang akan tampil di kWH meter prabayar pelanggan saat anda memasukkan 20 digit token. Banyak yang salah paham bahwa yang tampil di kWh meter adalah nilai uang, padahal yang tampil adalah nilai energi.

Sekarang pertanyaannya kenapa yang tampil adalah kWh meter. Alasan pertama, yang dijual PLN adalah energi, bukannya uang. Sebagai analogi, anda membeli bensin, yang anda dapat adalah bensin dalam ukuran liter, bukan uang, dan yang tampil di meter anda di mobil adalah takaran bensin di tangki anda, meskipun di pompa bensin juga tampil berapa rupiah yang anda beli untuk mendapatkan sekian liter bensin. Anda beli bensin 100 ribu, anda akan mendapatkan bensin sekian liter, dan itulah yang terjadi dengan jual beli listrik, anda beli listrik 100 ribu maka anda akan mendapatkan strom sekian kWh. Kenapa telpon  bisa menampilkan uang? Karena konversi uang anda sangat tergantung dari layanan yang anda gunakan. Apakah anda pakai SMS, telpon atau data. Bisa saja uang itu langsung dikonversi oleh provider menjadi sms, telpon atau data, tapi kurang flexible bagi anda dan kurang menarik jualannya tentunya. Sementara kalau anda pelanggan prabayar yang anda beli hanya strom/energi, dan sifatn layanannya tunggal dengan harga tunggal (untuk kwh meter anda).  Alasan kedua kenapa yang tampil adalah energi adalah untuk memudahkan sistem PLN ketika ada perubahan tarif, sehingga yang harus dirubah hanyalah database PLN dan tidak perlu melakukan perubahan pada kWh meter dikarenakan sebagian besar kWh meter PLN tidak terkoneksi secara online dengan server PLN.

Salam Strom.

Advertisements

7 thoughts on “Memahami Listrik Prabayar

  1. memang bener2 Pembohong…. masih mendingan beli 100rb tinnggal pulsa 94rb…. nahhh yg terjadi Selama ini beli pulsa 100rb dipotong tinggal 60rb-an..
    Beli 50rb tinggal 30rb…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s