Sejak SD kelas 5, Ahmad telah aktif di Pramuka, dan berhasil menjadi salah satu wakil dari SD di Sidrap mengikuti Jambore Nasional tahun 1991 di Cibubur Jakarta. Dia adalah salah satu dari sedikit peserta yang masih SD, dimana sebagian peserta adalah murid SMP. Di sana dia belajar pertama kalinya menyebrang pulau dengan kapal laut dan tanpa orang tua.
Selanjutnya dia aktif di Pramuka di SMP dan mengikuti berbagai lomba. Saat SMA , di SMA Negeri 157 Rappang, Ahmad menjadi Ketua OSIS dan kemudian aktif di Yayasan ORBIT yang dikelola Ibu Hasri Ainun Habibi dan Ibu Marwah Daud Ibrahim. Saat SMA tahun 1996, dia mengikuti Safari Keluarga Orbit ke berbagai lokasi di Jawa, termasuk mengunjungi AKMIL, UGM, ITB, Kantor DPR-MPR, bertemu Ustadz Zainuddin MZ, mengunjungi beberapa menteri termasuk menteri keuangan dan Menteri perhubungan, bertemu Abu Rizal Bakrie dll. Saat SMA, Ahmad juga mengikuti Training TM1 Ikatan Pelajar Muhammadiyah Cabang Rapanng.
Saat tahun 1998, Ahmad diterima di Teknik Elektro Unhas dan aktif di berbagai organisasi, termasuk diantaranya mengikuti Basic Training di HMI Komisariat Fakultas Kedokteran, Darul Arqam Dasar I Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Teknik dan berbagai jenjang pengkaderan di Himpunan Mahasiswa Elektro Unhas. Ahmad sempat menjadi Ketua Panitia Kegiatan Lomba Elektronik Se-Sulsel, Koordinator Steering Comittee Program Pengembangan Diri dan pernah menjadi Ketua Bidang Pengkaderan Himpunan Mahasiswa Elektro.
Setelah selesai kuliah tahun 2003, Ahmad bekerja di Warnet di Makassar sambil mencari lowongan kerja, namun gagal. Tahun 2004, Ahmad berangkat ke Jakarta mengikuti sahabatnya Adde yang telah lebih dulu diterima di PLN. Setelah 2 pekan di Jakarta, Ahmad diterima sebagai Engineer di PT LG Philips Displays Indonesia. Di LG, Ahmad berhasil menurunkan defect produk dan mendapatkan hadiah dari company. Setelah 3 tahun, Ahmad pindah ke Schneider Electric di Cikarang dan hanya bertahan 2 bulan sebelum kemudian pindah ke Siemens.
Saat di Siemens, Ahmad menjadi Site Manajer Proyek SCADA dan berhasil menyelesaikan proyeknya dengan baik. Saat di Siemens, hobbi Ahmad menulis mulai makin terasah dengan baik dengan aktif menulis sebagai blogger baik pribadi dan Kompasiana. Dua kali Ahmad mendapatkan penghargaan menulis juara 1 di Kompasiana.
Tahun 2009, Ahmad pindah ke Kementerian ESDM dan berkarir di sana hingga sekarang. Tahun 2013-2014, Ahmad mendapatkan beasiswa dari Kementerian Kominfo untuk kuliah di The University of Edinburgh. Saat di Edinburgh, Ahmad menjadi inisiator berdirinya PPI Edinburgh.
Kemudian tahun 2019, Ahmad berhasil mendapatkan beasiswa dari LPDP untuk study S3 di Monash University. Tahun 2020, karena COVID keberangkatan ditunda, namun berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementerian ESDM sebagai Blogger Energy terbaik. Saat tahun 2022, akhirnya bisa berangkat di Australia.
Selama kuliah S3, Ahmad aktif sebagai pengurus pusat PPI Australia, telah menduduki beberapa jabatan diantaranya Co Director PR and Alumni Network, Vice President External dan Board of Advisor. Selain itu tahun 2023, Ahmad menjadi Lurah Kelurahan LPDP Monash Community, salah satu komunitas penerima beasiswa Luar Negeri terbesar untuk LPDP. Selain itu, Ahmad juga aktif di Ikatan Alumni teknik Unhas dan Persatuan Insinyur Indonesia.
Selama kuliah, Ahmad juga menjadi teaching asisstant dan researcher di Monash University, dan telah mendapatkan penghargaan sebagai Best Poster Award dan Best Oral Presenter di Conference.
Ahmad juga aktif menulis dan telah banyak menulis di Detik.com, Kompas.com, The Conversation, Kumparan dan Buletin Ditjen Ketenagalistrikan.