Menjadi Muslim di Edinburgh Skotlandia

Menjadi minoritas di negeri orang adalah pengalaman yang berwarna warni. Sebagai muslim, hidup di Inggris tidaklah menjadi susah, karena penerimaan masyarakatnya yang baik.

MACAM-MACAM MUSLIM

Di Edinburgh tak sulit bertemu muslim, dan tak sulit untuk menandainya. Sekali-kali kita akan melihat orangnya di Central Mosque berjamaah dan melihatnya kembali di bis atau di toko. Salah seorang security penjaga supermarket LidL di City Centre ternyata seorang muslim, saya pernah melihatnya sehabis jumatan di Central Mosque. Salah seorang pustakawan di Kings Buildings University of Edinburgh juga seorang muslim, saya biasa berjamaah dengannya di Praying Room di Kings Buildings.

Muslim di Edinburgh di dominasi dari Arab, Pakistan, dan Afrika. Sebagian besar muslim berkulit berwarna. Sebagian kecil berkulit putih dan ras asli inggris.

Selesai shalat jumat para jamaah di Central Mosque biasanya berkumpul di luar mesjid saling berjabat tangan, kemudian berpelukan dan bercengkerama. Kadang sampai bikin macet orang yang mau keluar dari pintu belakang. Setiap minggu selalu begitu, shalat jumat menjadi waktunya saling berbagi kabar.

Kami yang dari Asia Tenggara semacam Indonesia dan Malaysia juga biasanya bertemu di depan mesjid selepas jumatan. Jumlah teman-teman asal Malaysia selalu lebih banyak, kadang-kadang saya dikira orang Malaysia. Kalau saya perhatikan, setiap jumatan ada turis malaysia yang datang ke Edinburgh untuk liburan. Malaysia memang mendapat kemudahan bebas visa dari Inggris sebagai sesama negara Commonwealth, itulah sebabnya mereka banyak ke Edinburgh, disamping kemampuan ekonominya yang relatif lebih baik. Kadang-kadang saya juga bertemu dengan orang Indonesia yang sedang ada pelatihan di London kemudian jalan2 ke Edinburgh, sekali-kali ketemu mahasiswa Indonesia dari Kota lainnya.

Di kelas saya ada beberapa orang muslim juga. Satu orang dari Malaysia, namanya Q, dua orang dari Saudi Arabia yaitu Badar dan Asis, seorang Scotish berdarah asli Palestina bernama Saad.

Seorang lagi teman dari negara kaya minyak pecahan uni soviet bernama Joni. Awalnya saya berpikir kawan Kazakhs ini bukan muslim karena sebelumnya saya tak pernah melihatnya berjamaah di Mesjid Central Mosque ataupun praying room di Kings Building. Sekali waktu saya bertemu dengannya di sekitaran George Square ketika saya akan shalat jumat di Central Mosque dan dia sedang mendorong sepedanya.
“Hi Ahmad, where are you going?”
“Hi man, I’m gonna praying” kataku sambil menunjuk mesjid
“Oo, you are a moslem” katanya
Hanya itu saja, dia tak mendeklarasikan dirinya muslim juga, dan kemudian dia mendorong sepedanya ke arah berbeda.

Aku dan si Q kadang bertanya-tanya itu teman kita muslim apa bukan sih, soalnya namanya ada unsur2 arab-arabnya sedikit. Dibelakang namanya ada ulla.

Hingga kemudian satu semester berlalu, nilai-nilai ujian sudah keluar. Beberapa orang nampak kecewa dengan para dosen yang Raja Tega. Ada yang masih tak percaya berusaha menenangkan diri. Masalahnya tak ada pengulangan. Kawan ini dapat nilai sangat rendah di salah satu mata kuliah, kalau tak salah ingat nilainya 20 dari 100, dan dimata kuliah lain nilainya jelek juga.
Saya bertanya kepada dia
“How was your mark?”
“Dont ask me man, very bad” jawabnya dengan lusuh

Habis itu saya tak bertanya lagi. Pas waktu shalat dzhuhur, saya berjalan menuju ke Praying Room yang terletak di Chaplaincy Kings Building. Ketika saya berjalan melewati Cafetaria kawan ini memanggil saya.

“Are you going to shalah?” Tanyanya
Lo dia tahu nih shalat, kata saya dalam hati
“I am going with you, only Allah can help me in this situation, man”
Kamipun berjalan bersama, sejak itu saya sering bertemu dengannya di Central Mosque atau di Praying Room di Kings Buolding.

Dua orang Arab temanku tadi, satu orang sering saya lihat di Praying Room,satunya lagi tak pernah sekalipun ketemu, tapi dia muslim.

Yang paling sering saya temui adalah Saad dan Q. Saya sering bertemu dengan teman-teman Malaysia di Kings Building. Bisa dibilang, saya satu-satunya mahasiswa muslim asal Indonesia di Kings Building, ada juga sih yang muslim lain tapi mahasiswi.

Pada masa-masa awal kuliah, saat duduk di Praying Room menunggu jamaah, temab-teman beewajah melayu biasanya menghampiri dan bertanya dalam bahasa “darimana?”. Saya jawab ” Indonesia”, dan mereka akan bercerita kalau sebelumnya ada juga satu orang Indonesia lain yang kuliahnya di KB. Teman-teman Melayu yang bertanya ini asal Malaysia.

TEMPAT IBADAH

lebaran iduladha_DSC_0681

Suasanan di dalam Central Mosque (2013)

Lokasi shalat bagi muslim di Edinburgh tidaklah sulit didapatkan, khususnya bagi mahasiswa. Ada Central Mosque yang merupakan mesjid besar di Poterrow beedekatan dengan University of Edinbugh di Central Area. Kapasitasnya bisa mencapai 1000 orang dan ada balkonnya buat jamaah wanita.Mesjid ini dibiayai oleh Raja Saudi Arabia waktu itu Raja Fahd. Ada juga mesjid di Roxburgh, cuma saya tak pernah kesana jadi tak bisa cerita.

Shalat jumat dipusatkan di Central Mosque. Khatibnya biasanya berbahasa Arab dan Inggris, tapi 3/4 khutbahnya adalah bahasa arab. Shalat jumat selalu dimulai jam 13.00, meskipun waktu shalat zuhur bisa lebih maju dari itu. Hal ini dilakukan untuk menunggu para jamaah yang bekerja kantoran menyesuaikan dengan jam istirahatnya.
Di musim dingin (winter), bulan november merupakan hari terpendek, seringkali shalat jumat langsung dirangkaikan dengan shalat ashar berjamaah, karena ashar biasanya pada jam 13.45. :).

Shalat jumat di Central Mosque selalu ramai. Khatibnya biasanya berbahasa Arab 80% dan Inggrisnya 20%. Lebih sering saya tak mengerti apa yang diucapkannya dibanding mengertinya.

IMG_20131129_133117

Shalat Jumat di King’s Buildings (2014)

Di Kings Building sendiri, Praying room berada di gedung chaplaincy. Chaplaincy memiliki beberapa ruangan. Salah satu ruangannya adalah mushollah yang bisa menampun sekitar 20 orang Jamaah. Selalu cukup untuk menampung jamaah yang memang tak banyak. Di Mushollah ini juga dilaksanakan shalat jumat, meskipun jumlah jamaahnya tak pernah sampai 40 orang. Jadwal shalat berjamaah ditempel dan diupdate setiap beberapa hari karena perubahan jam shalat yang bisa berubah karena musim. Biasanya yang selalu menyesuaikan adalah jadwal shalat dzhuhur yang digeser, kadang mendekati jadwal shalat ashar di musim dingin.

Pernah sekali waktu, saya berada di Kings Building di hari jum’at saat masa menyusun Thesis, waktu itu adalah libur summer sehingga banyak mahasiswa yang libur kecuali yang memang sedang mengerjakan thesis. Saya sudah menunggu lama, tapi tak ada jamaah tambahan yang datang, sekitar 30 menit menunggu datang dua orang lagi. Kami saling memandang dan kemudian berniat untuk shalat dzuhur saja. Tapi salah seorang jamaah berkebangsaan Arab menawarkan solusi : Kita tetap shalat jumat bertiga, dia jadi khatib dan sekaligus imam. Bertiga kami setuju. Khotbah pendek dalam 3 menit disampaikan oleh Sang Khatib, kemudian dilanjutkan shalat jumat 2 rakaat, kami jumatan dengan sukses :).

HARI RAYA

Idul adha dan idul fitri dirayakan dengan semarak bagi muslim di Edinburgh. Meski tak ada hari libur, tapi umat muslim merayakannya dengan menghadiri shalat Ied di Mesjid. Pada hari raya idul adha, shalat dilaksanakan dalam 2 shift karena banyaknya jemaah, sementara untuk idul fitri shalat Ied sampai 3 kali shift karena jamaah lebih banyak.

Bagi pelajar dan warga Indonesia di Edinburgh, hari raya adalah saatnya mengenang dan mencicipi masakah khas kampung halaman Indonesia. Kami berkumpul dan mengadakan syukuran metode pot luck, dimana setiap orang membawa makanan atau minuman untuk dinikmati bersama. Di acara inilah kami bisa makan rendang, soto madura, siomay, coto makassar, sate, tempe goreng dan macam-macam masakan Indonesia lainnya. Acara kumpul bareng ini juga dihadiri oleh warga Indonesia non muslim.

warga indo_DSC_0807

Halal Bihalal Warga Indonesia Setelah Idul Adha (2014)

TOLERANSI

Negeri ratu Elizabeth bukanlah negara dengan mayortitas muslim. Islam minoritas di negara ini. Persentase muslimnya berdasarkan sensus tahun 2011 hanya 4.5% dari total populasi , tetapi agama ini adalah agama terbesar kedua setelah kristen (wikipedia). Di Skotlandia sendiri persentasenya hanya 1.45%. UK adalah negara sekuler yang memisahkan kehidupan beragama dari pemerintahan. Tak ada Menteri Agama, tetapi hak-hak beragama dijamin oleh Undang-undang.

Tentu disetiap tempat ada juga orang-orang yang tak toleran terhadap yang berbeda. Saya pernah menjumpainya dalam perjalanan dari St. Andrews ke Edinburgh, begitu tahu saya seorang muslim, 2 orang penumpang mencecar saya dengan pertanyaan apa maksud saya sebenarnya datang ke UK, apakah saya akan mengebom juga, tapi itu lebih karena mereka dalam keadaan pengaruh minuman keras. Selebihnya saya merasakan kehangatan orang-orang UK. Landlord, sopir, penjaga toko, lecturer, teman kuliah, tetangga rumah semuanya OK-OK saja. Istri saya bisa dengan nyaman menggunakan jilbab tanpa pernah dilecehkan.

Namun isu-isu mengenai muslim sering muncul di media. Kadang tone-nya  baik seperti ini, kadang juga tone-nya agak menohok kayak gini. UK merupakan salah satu pengekspor relawan ISIS yang menyebabkan berita-berita mengenai ISIS di UK rasa-rasanya lebih ramai di UK dibanding di Indonesia.  ISIS juga menggunakan anak muda dari UK yang fasih berbahasa Inggris untuk mengkampanyekan ISIS ke seluruh dunia.

Selain berita mengenai ISIS, berita lain yang bersinggungan dengan dunia islam adalah mengenai isu-isu makanan halal. Pernah menjadi berita nasional perihal Pizza Express yang ternyata menyajikan pizza dari daging halal tanpa memberitahukan kepada konsumennya. Para aktifis penyayang binatang memprotes hal tersebut, karena daging halal berarti si hewan-hewan ini disembelih yang berarti tidak berperikebinatangan karena menyiksa binatang, lebih baik menurut mereka hewan-hewan ini di setrum saja, hehehe.

MAKANAN

Tak sulit menemukan makanan halal di Edinburgh, banyak tersedia restoran halal dan toko bahan makanan halal disekitar city center Edinburgh. Toko bahan makanan yang paling sering saya kunjungi adalah Toko Bismillah. Toko ini dimiliki keturunan India atau Pakistan, tersedia daging ayam, kambing dan sapi berlabel halal di toko ini. Harganya bersaing, seekor ayam sekitar 2pound dan daging harganya 8pound, murah kan? Toko Bismillah terletak di pinggir jalan utama Nicholson Street dan berada diseberang Nicholson Square yang kadang menjadi tempat menikmati sinar lembut matahari dan bermain-main dengan burung merpati. Hari paling ramai di toko ini adalah pada hari jum’at karena jamaah shalat jumat yang pulang sekalian berbelanja kebutuhan. Selain daging di toko ini juga tersedia sayuran segar, pisang, singkong yang dilapisi lilin, kacang panjang, dan bumbu-bumbu kari India dan masalkan timur tengah. Indomie juga ada di toko ini, harganya 0.35pound, tapi produksi Arab, rasanya sedikit lebih hambar dibanding Indomie kita di Indonesia karena kurang MSGnya.

Disampin toko Bismillah terdapat 2 toko halal food yang lain, tapi tak terlalu ramai karena tidak pas berada di pertigaan jalan. Toko lain yang lebih besar dari Bismillah adalah Maqbool yang juga dimiliki orang India atau Pakistan. Letaknya bersampingan dengan mesjid di daerah Potterrow, seberang kampus University of Edinburgh. Di toko ini saya biasanya membeli kacang hijau dan kadang-kadang daging kalau di Bismillah sudah habis. Maqbool juga menjual aneka produk olahan daging dan berbagai jenis roti dan bumbu-bumbu khas timur tengah. Pembeli daging di toko ini tidak seramai di Toko Bismillah, namun nampaknya dia juga mensuplai untuk restoran karena sering saya melihat potongan-potongan daging diangkut keluar dari toko.

Kalau mau membeli bahan makanan lain tersedia toko kelontong China di dekat Central Mosque juga. Toko ini memberi diskon 5% bagi pelajar, cukup dengan menunjukkan kartu mahasiswa. Selain menerima mata uang Pound Sterling, anda juga bisa berbelanja dengan menggunakan Yuan. Teman saya Jin dan Molin sering berbelanja dengan menggunakan mata uang Yuan. Saya biasanya beli Indomie dan Sambal ABC di toko ini, Indomie yang dijual di toko ini adalah asli Indonesia tapi untuk ekspor. Rasanya juga masih kalah sama Indomie Indonesia yang berjuta MSG rasanya. Beras juga kadang saya beli disini, jenisnya beras jenis Jasmine dari Thailand.

Kalau untuk membeli roti, kami membeli di Tesco atau Lidl. Hanya saja harus diperhatikan kode-kode komposisinya agar terhindar dari babi, kode yang paling gampang dikenali adalah E-471 dan E-472. Beras jasmine juga biasa kami beli Tesco, kadang harganya lebih murah saat diskon dibandingkan dengan di Toko China.

Selain toko bahan makanan, terdapat banyak juga restoran halal di sekitaran kampus University di Ciy Centre. Di samping mesjid ada Mosque Kitchen, menu andalan mahasiswa adalah chicken curry with rice seharga 4.5pound, Mosque Kitche juga ada di pinggir jalan Nicholson Street. Restoran ini ramai oleh para pengunjung baik yang muslim maupun yang bukan. Selain Mosque Kitchen ada juga Tikka Mahal, restoran india dengan rasa yang sangat menggugah selera. Sampai sekarang saya masih merindukan nikmatnya Rati Naan berisi daging dan Chicken Biryani dari Tikka Mahal. Kalau ke Edinburgh lagi, saya harus makan disini lagi.

Advertisements

Lima Alasan Kuliah di Inggris

Oleh : Ahmad Amiruddin

Ada banyak pilihan tempat kuliah di Luar Negeri, beberapa orang dihadapkan pada keputusan penting untuk memilih tempat kuliah di beberapa negara. Tentu pertimbangan ini menjadi penting agar tidak menyesal di kemudian hari. Karena saya pernah kuliah di Skotlandia sebagai bagian dari Inggris Raya, maka saya akan menyarankan anda untuk kuliah di Inggris. Saya tak menjamin anda akan having fun selama kuliah, tapi saya menjamin anda tak akan menyesal kuliah di Inggris. Jika belum mengambil keputusan akan kuliah dimana, sebaiknya anda baca alasan-alasan keren di bawah ini sebelum anda memutuskan kuliah di negara lain. Apa keuntungannya saya berbagi hal ini? Tidak ada, kecuali saya akan mengambil honor di British Council (BC) karena mempromosikan sekolah di UK, hehehe. (Yang ini bercanda, sambil ngarep dikasih honor beneran sama BC).

Ada lima alasan utama kenapa anda harus kuliah di UK. Kenapa cuman lima? Karena lima sudah cukup banyak, satu alasan saja sudah cukup membuat anda memilih Inggris.:). Lima alasan akan membuat anda pada level “sakitnya tuh disini” jika tak memilih negeri Pangeran William ini.

1) Universitas Kelas Dunia

Knowledge-is-Great-Britain

(via telegraph.co.uk)

Pada daftar ranking 100 teratas universitas dunia yang dirilis oleh QS World Ranking, ada 19 Universitas yang berasal dari Inggris Raya, dan ada empat yang masuk dalam top enam dunia. Kebanyakan dari universitas ini telah berusia lebih dari 200 tahun. Anda tak perlu pusing untuk memilih universitas karena kekurangan stok universitas bagus yang akan di apply.

Dalam daftar 30 top dunia anda bisa memilih University of Cambridge, Imperial College London, University of Oxford, King’s College London, University of Edinburgh, University of Manchester dan Bristol. Masih banyak perguruan tinggi lain yang bagus di Inggris seperti Birmingham University, Leicester University, Lancaster University, University of Southamptown, University of  Warwick, University of Glasgow, University of St Andrews, dan masih banyak lagi yang lain yang bagus dan keren-keren.

Perguruan Tinggi di Inggris juga banyak menelurkan ilmuwan kelas dunia seperti Newton, Lord Kelvin, Michael Faraday dan Stephen Hawkings. Ratusan peraih Nobel juga lahir dari universitas-universitas ternama di Inggris.

Kualitas pendidikan yang bagus ini membuat anda tidak bisa main-main kuliah. Dosen Raja Tega adalah pemandangan biasa di Inggris. Tak ada namanya nilai kasian karena berasal dari negara dunia ketiga yang bahasa Inggrisnya pas-pasan, karena miskin, karena usianya sudah tua, karena jomblo atau karena putus cinta. Nilai berdasarkan hasil tugas atau exam. Tak akan ada toleransi bagi yang mencontek.

2) Bahasa Inggrisnya Orang Inggris

enhanced-buzz-2164-1402505049-8

(via buzzfeed.com)

Kuliah di Inggris pastinya pakai bahasa Inggris. Bahasa ini telah dipelajari orang Indonesia sejak bangku SMP. Little-little we can lah. Karenanya tentu tak sesulit ketika harus belajar bahasa baru, sehingga setahun pertama harus belajar bahasa pengantar sebelum memulai masuk ke substansi mata kuliah.

Aksen British sangat berbeda dengan aksen Amerika. Kedengarannya lebih tebal, lebih elegan dan lebih klasik. Mendengarnya orang Inggris bicara seperti sedang menonton film Harry Potter. Tiba-tiba saja rasanya kita merasa sedang bicara dengan bangsawan abad pertengahan. Kalau di Amerika hanya para Vampire yang hidupnya ratusan tahun yang memiliki aksen seindah ini. Sepulang dari Inggris anda akan merindukannya, mendengar dengan penuh hikmat film-film beraksen british.

Karena belajarnya di negara asal bahasa Inggris, maka persyaratan bahasa Inggris untuk kuliah disana sedikit lebih tinggi dibanding negara Eropa lainnya. Secara rata-rata dibutuhkan IELTS 6.5 atau TOEFL IBT 92 untuk dapat diterima. Memang agak tinggi, tapi bisa-lah, dengan berusaha bersungguh-sungguh, nilai segitu tak susah-susah amat.

3) Budaya dan Sejarahnya

great-heritage_2004843i

(via telegraph.co.uk)

Budaya Inggris sudah berusia ratusan tahun. Sampai sekarang Ratunya masih berkuasa dan memerintah United Kingdom of Great Britain yang terdiri dari England, Skotlandia, Wales dan North Ireland. Ratu Elizabeth II, raru Inggris Raya sekarang, juga menjadi kepala negara atau ratu bagi 16 negara berdaulat yang dulu pernah dibawah jajahannya  seperti Australia, New Zealand, Canada dan Papua New Guinea.

Kerajaan England dan Kerajaan Skotlandia yang menjadikan persatuan Inggris Raya sekarang ini sudah ada seribu tahun yang lampau. Keduanya punya sejarah panjang peperangan dengan bangsa-bangsa viking dan bangsa Eropa lain, kemudian berperang dengan mereka sendiri hingga menjadi sebuah uni pada tahun 1707 dengan satu Raja.

Karena sifatnya yang kerajaan banget, maka budaya rakyat Inggris menjadi terpengaruh oleh budaya kerajaan ini. Sopan santun ala bangsawan menjadikan rakyat Inggris terkenal sopan dan menghargai tamu. Dengan sekolah di Inggris, kita bisa belajar banyak mengenai budaya dan sejarah Inggris. Museum-museum besar banyak tersebar di kota-kota utama negara ini. Koleksinya sangat beragam dan menjadi rujukan bagi para pencari ilmu.

4) Kastilnya yang mempesona

edinburg castle

Edinburgh Castle dari arah Princess Street Garden

Kamu yang terbiasa narsis sangat cocok kuliah di Inggris.  Di sela-sela aktifitas kuliah kamu bisa menyempatkan diri mengunjungi kastil-kastil bersejarah di Inggris, mulai dari Buckingham Palace di London, Edinburgh Castle, Stirling Castle, Alnwick Castle, Urquhart Castle dan kastil-kastil yang lainnya.

Setiap kastil ini punya sejarah sendiri dan tak jarang menjadi tempat syuting film-film yang berbasis di Inggris macam Harry Potter. Jepret dimanapun akan keliatan keren. Kastil bertebaran dimana-mana. Spot fotonya sangat bagus. Tembok berlapis bata akan merefleksikan cahaya merah matahari.

5) Klub Sepakbola yang mendunia

gawa man united

Inilah alasan paling keren kuliah di Inggris, menonton langsung tim kesayanganmu berlaga. Tak lengkap menjadi penggemar Manchester United kalau belum pernah menonton di Old Trafford. Akan selalu kurang kalau menjadi penggemar Liverpool, Chelsea, Arsenal, City, Tottenham kalau hanya melihat di layar kaca tanpa sekalipun pernah melihat bintang kesayangan mengolah bola di lapangan hijau. Atmosfer stadion yang bergemuruh, chant para penonton yang selama ini hanya bisa dilihat you tube bisa dinyanyikan di lapangan.

Ke Inggris-lah, maka sempurnalah dukunganmu terhadap tim favoritmu.

So Tunggu Apa Lagi?

Anti Nyontek di Inggris

Oleh : Ahmad Amiruddin

Beberapa waktu lalu ada kehebohan di Indonesia, seorang pejabat yang juga akademisi yang dikagumi karena kelurusannya kedapatan menjiplak tulisan orang lain, celakanya lagi tulisan yang dijiplak juga pernah terbit di media yang sama dengan tulisan tersebut dimuat. Hebatnya lagi media yang memuat adalah media dengan oplah terbesar di Indonesia dan salah satu yang paling didenger opininya di tanah air. Bagi saya itu apes saja, apes bagi yang menulis dan apes bagi yang memuat. Saya tidak ingin mengeneralisir, tapi feeling saya mengatakan sebagian besar dari kita pernah mencontek sebagian atau seluruh karya orang lain, baik karena kesengajaan, kemalasan atau ketidak tahuan bahwa itu mencontek.

So, kalau ada yang mencontek, menjiplak dan plagiat di negeri yang rawan kriminalisasi ini, itu sudah lumrah, sudah biasa dan sebentar lagi dijadikan SOP karena terbiasanya. Saya dulunya tak suka mencontek, khususnya waktu SD tk pernah sekalipun saya mencontek, tapi setelah SMP saya melihat semua orang mencontek dan mencontek seperti sebuah kebahagiaan dan kebanggaan. Sehabis ujian banyak yang bercerita bagaimana berhasilnya dia mengelabui pengawas yang sebenarnya juga tahu banyak yang mencontek ketika ujian.

Masuk SMA kebiasaan mencontek ketika ujian tak berhenti, hanya ketika EBTANAS lah saya tak nyontek. Kebiasaan buruk ini membuat saya harus bekerja keras jelang UMPTN yang memang membutuhkan kemampuan sendiri tanpa perlu bantuan orang lain atau contekan, disamping sistemnya yang tak memungkinkan untuk mencontek.

Di bangku kuliah, budaya nyontek ini jamak kembali saya temui. Tentu tak semua mata kuliah kita bisa nyontek, tapi ada banyak kesempatan para mahasiswa mencontek di ujian atau mencontek tugas temannya tanpa bisa di filter oleh dosen.

***

Karena besar di daerah yang membiasakan mencontek, saya harus belajar lebih keras ketika berkesempatan sekolah di Scotland. Sebelum berangkat, saya bersama beberapa teman mengikuti kursus singkat penulisan essay yang bisa menghindarkan kami dari tuduhan mencontek. Dari pelatihan saya mendapatkan satu pelajaran penting, belajarlah untuk paraphrasing.

Di bangku kuliah, ternyata menhindarai mencontek atau plagiarism tak semudah dibayangan saya selama ini. Saya awalnya berpikir, untuk tugas essay selama tidak mencontek sebagian atau keseluruhan tugas teman-teman kuliah sudah Oke. Mengambil langsung dari buku dan menyebut sumbernya saya pikir sudah terhindar dari tuduhan plagiat.

Ternyata tak semudah itu. Kalau akan mengutip buku atau artikel meskipun menyebut sumbernya, saya harus merubah kata-katanya dengan menggunakan kata saya sendiri, beberapa kata yang sama berturut-turut bisa dianggap plagiat (misalnya 5 kata berturut-turut kalau di School saya), atau 15 kata yang sama dalam satu paragraf bisa dikategorikan plagiat juga. Dengan aturan seketat ini, sangat mustahil bagi kita untuk mencontek, dan membuat kita harus banyak membaca dan banyak menelaah.

 turn it in

Contoh hasil analisis turn-it-in

Untuk mendeteksi plagiarism ini, setiap tugas yang dikumpul harus diupload melalui jaringan web universitas dan langsung dicek similarities-nya dengan semua tugas kuliah mahasiswa se-UK atau seluruh Dunia oleh program turn-it-in. Tugas ini juga dibandingkan dengan artikel, buku, jurnal, dan halaman web yang ada di internet. Bagaimana dengan yang diambil dari buku hard copy? Tak sulit untuk mendeteksinya, saat ini sudah banyak buku hard copy yang telah ada versi digitalnya.

Tugas yang telah diinput dalam sistem turn-it-in akan keliatan similarities-nya dan dengan apa artikel tersebut sama, dengan gampang akan terlihat. Konvensi umum yang berlaku bahwa toleransi similarity ini adalah 20%, lebih besar dari itu akan diperhatikan oleh dosennya darimana sumbernya, jika kesamaannya karena kesamaan istilah atau bibiliography tidak akan menjadi masalah. Setelah diinput, kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki, namun analisis similarity ini tidak akan muncul dengan cepat jika sudah reupload tugas, butuh waktu 1×24 jam untuk terlihat hasilnya, tujuannya adalah mahasiswa tidak sembarangan reupload tugas.

Dengan sistem yang seperti ini, mustahil orang berpikir untuk mencontek dalam mengerjakan tugas, kedapatan plagiat akan berakibat kena sidang dan akan dikeluarkan dari university dan hilanglah semua uang yang mahal yang telah dibayarkan.

***

Saya jadi berpikir mencontek ini memang sudah jadi budaya yang susah diberantas. Sudah berurat dan berakar di benak setiap siswa Indonesia. Tapi sistemlah yang membuat ini semua tak bisa dieliminir. Seandainya ada sistem yang keras terhadap para pencontek, niscaya kita semua akan berusaha untuk belajar. Kegagalan menerapkan sistem yang baik membuat banyak orang yang sebenarnya tidak berniat untuk nyontek atau melakukan plagiarism menjadi harus melakukannya karena melihat orang-orang yang nyontek mendapatkan nilai yang lebih baik dan tak mendapatkan hukuman apa-apa. Memang baik ketika orang menyatakan bahwa pendidikan sebaiknya tidak melihat nilai. Tapi come on, ayolah, kita ini senang berkompetisi dan mendapatkan nilai tinggi. Tak usah orang dihindarkan dinilai berdasarkan kemampuan akademiknya, akan tetapi sistem dibuat agar orang bisa mendapatkan nilai yang tinggi sesuai dengan kemampuannya. Anda belajar dan bersungguh-sungguh akan dapat nilai yang baik dan malas-malasan akan dapat nilai jelek. Yang terjadi di banyak tempat di Indonesia, yang malas-malasanpun bisa tetap mendapatkan nilai tinggi dengan mencontek pada yang rajin.

Salam Nyontek