Teruntuk Kak Teungku Zulkifli Oesman Yang Pakar Anu

Aku baru saja membaca tulisan di Facebook Kakak yang dikutip oleh media-media pencari adsense, dishare oleh orang-orang pintar dan dipercaya oleh orang-orang yang tidak idiot. Auh….Status kakak sungguh-sungguh mencerahkan, semakin membuktikan bahwa hidup ini kadang-kadang memang harus banyak piknik dan main yang lebih jauh supaya tidak keliatan nganu-nganu banget.

Berkat status kakak, saya yakin Kak Tengku menjadi terkenal sejagat Indonesia. Tentu masih dibawah Kak Jonru yang lebih hebat dan lebih pintar dari Kak Teungku. Saya sih sarankan Kak Tengku bedebat dengan Kak Jonru untuk memperebutkan juara satu dan juara dua, karena untuk hal semacam ini memang perlu yang jadi nomor satunya, untuk bisa diurutkan nganu-nganunya. Saya yakin status kakak adalah hasil pemikiran mendalam, perenungan yang matang dan hasil analisa gabungan kepakaran yang telah kakak kuasai. Sungguh saya kagum dengan Kakak. Masih muda, tapi sudah jadi psikolog,  pakarumbang  politik, diplomat, ahli telematika dan masih banyak lagi. Ada 15  poin dari status kakak yang kutip dari media terkemuka. :

Sebagai seorang psikolog, diplomat ulung dan juga pengusaha muda, kakak mengeluarkan teori mimik berikut :

  • Jujur saja mimik Erdogan tidak begitu bersemangat dalam bingkai diplomasi,tapi lebih kepada kunjungan persaudaraan.

  • Erdogan lebih semangat untuk silaturahim dengan rakyat Muslim Indonesia, bukan dengan pemerintah, karena Erdogan tahu siapa Pemerintah Indonesia sekarang.

  • Jika kita mengacu ke teori penyampaian pesan Herbert Mead, jelas 100 persen Erdogan tidak suka jokowi, dan Erdogan mengirimkan pesan non verbal kepada jokowi “anda pemimpin penipu”.

  • Dalam pertemuan Erdogan dengan Jokowi di Istana, Erdogan jarang melihat wajah Jokowi, malah lebih sering menyapa pers, Erdogan lebih sering melihat ke depan saat Jokowi bicara, artinya Erdogan sangat tidak suka duduk dengan pemimpin kelas rendah begini.

  • Mimik bicara Jokowi seperti biasa, masih cengengesan dan benar benar bikin malu rakyat Indonesia kepada pemimpin dunia lain bukan hanya kepada Erdogan, susah mengkarbit orang agar pintar mendadak.

  • Ingat kejadian di Forum Ekonomi di Davos saat Erdogan semprot Presiden “Israel” Simon Peres, tatapan Erdogan ke Simon Peres hampir sama dengan tatapan Erdogan ke Jokowi kemarin, Jum’at (31/7).

(Katanya) Erdogan Tidak Bersemangat, nampaknya dia tak tersenyum
(Katanya) Erdogan Tidak Bersemangat, nampaknya dia tak tersenyum
Katanya Jokowi Eh makasudnya Erdogan Lebih Suka Melihat ke Pers (photo : http://www.mfa.gov.tr/)
(Katanya) Jokowi, Eh makasudnya Erdogan Lebih Suka Melihat ke Pers (photo : http://www.mfa.gov.tr/)

Sebagai seorang blogger yang bercita-cita menjadi psikolog professional, ahli diplomasi dan juga pengusaha muda saya ingin menimba ilmu dari kakak:

Mimik yang bagaimananyakah Erdogan yang tidak begitu bersemangat, darimana kakak membedakan mimik Erdogan yang tidak bersemangat dengan menahan kentut misalnya, bagaimana membedakan mimik Erdogan yang sedang menahan kentut dengan menahan pipis. Berapa jaringan otot dan syaraf yang bekerja pada saat orang dikatakan sedang bersemangat atau tidak? Soal tatapan mata, saya pikir hanya Dedi Corbuzier yang ahli tatapan mata, ternyata kakak juga. Kapan-kapan bisa tanding dengan Kak Dedi. Ada pula Kakak nyebut-nyebut nama Israel, setahu saya Pak Erdogan memang tidak suka dan keras dengan Israel, tapi mereka masih ada hubungan diplomatik dengan adanya kedubes di kedua negara, kalo kita sih tidak ada hubungan diplomatik dan tak berniat berhubungan dengan Israel, jadi yang ingin diajarkan oleh Pak Erdogan tentang Israel kepada kita?

Sebagai seorang Pakar Politik, Pakar Hubungan Internasional yang juga psikolog professional, ahli diplomasi dan juga pengusaha muda kakak berteori bahwa China punya pesan agar Erdogan tak tertalu dianggap :

  • Tidak disambut Jokowi, biasa saja, namun ada kemungkinan hal ini pesanan asing, untuk meninggalkan kesan, Erdogan tidak terlalu penting, sepenting Xi Jinping.
  • Xi Jinping penting bagi pemerintahan Jokowi , Erdogan penting bagi rakyat, rakyat lebih suka pemimpin jujur dan padat karya nyata.
  • Dalam pertemuan bisnis Turki – Indonesia, pesan tersirat Erdogan adalah tinggalkan Cina, karena itu berbahaya bagi Indonesia, tapi yakinlah pejabat Indonesia tipenya jatuh ke lubang yang sama berkali kali.
Erdogan Tidak Disambut (photo : Getty images)
(Katanya) Erdogan Tidak Disambut (photo : Getty images)

Saya setuju dengan kakak, China lebih penting daripada Indonesia, karena Erdogan memilih lebih dulu ke China sebelum ke Indonesia. Eh..tadi maksudnya Jokowi menganggap China lebih penting dibanding Turki dan dapat pesanan agar Erdogan tidak dianggap penting. Kalau soal pentingnya China, seluruh negara pasti menganggap negara raksasa ini sangat penting, Turki negaranya Pak Erdogan menganggap China lebih penting dari Indonesia bahkan Mamarika yang nggak akur sama China, kepalanya cenat cenut ketika perekonomian China mengendur.

Sebagai seorang Pakar Informasi dan Telematika kakak berteori:

  • Erdogan disambut bak artis oleh masyarakat, histeris, beda dengan presiden kita sendiri yang setiap hari dicaci maki rakyat.

  • Fenomena masyarakat yang ajak selfie dengan Erdogan adalah pesan cinta rakyat kepada pemimpin idola, Jokowi jangan sewot, beda kelas, idola Jokowi komunis, idola rakyat Erdogan, sah saja, hidup adalah pilihan.

Saya senang kalau Pak Erdogan disambut seperti artis, itu artinya jumlah artis kita bisa bertambah, tidak yang itu-itu saja, paling tidak ada yang bisa menggantikan Tujuh Manusia Harimau. Apalagi ditambah dengan adanya selfie-selfie ria, bisa menambah keriuhan suasana.

Eh bukannya pak Jokowi banyak selfienya? Kalau pak Jokowi kan selfienya kurang ikhlas, terbukti dari mimiknya yang cengegesan. Eh bukannya cengengesan tandanya gembira? Bukan itu hanya kamuflase. Kayak Erdogan dong, lebih ikhlas.

Untuk teori kakak yang terakhir ini, saya tidak tahu mewakili sebagai pakar apa:

  • Tujuan utama Turki ke Indonesia adalah melihat potensi terkini Indonesia dan keadaan Muslim, bukan dijamu Istana.
  • Pesan dari rakyat Indonesia, bahwa negara ini sangat menginginkan sosok Erdogan untuk menjadikan Indonesia maju dan benar benar hebat,rakyat sudah cerdas, kalau boleh rakyat Indonesia bikin petisi “pinjam Erdogan setahun saja”.
  • Bagi yang mau belajar, kemarin terlihat jelas kelas pemimpin dunia yang hebat, berkelas, dan standar demokrasi internasional, sedangkan jokowi tetap kelas walikota yang tidak naik kelas kecuali maksa jadi presiden dengan semua cara, termasuk berkhianat, meskipun rakyat tidak suka, meskipun dihina menteri sendiri.
  • Semua fakta di lapangan, memaksa Erdogan memberikan sinyal agar rakyat Indonesia lebih cermat dalam memilih pemimpin, namun apakah rakyat menangkap pesan itu atau tidak, mari kita lihat di pilpres selanjutnya. Wallahu a’lam.
FAHRI dan ERDOGAN_turki
Salah satu selfie Erdogan yang sempat terkenal waktu ada perang larangan selfie-selfiean (http://www.hurriyetdailynews.com/)
erdogan_selfie
Inilah masyarakat yang ajak selfie dengan Erdogan itu, walau katanya yang ngajak dia Paspampres dan DISURUH foto 🙂 (photo : http://www.arrahmah.com juga)

Sebagai pakar nganu, bagaimana menurut kakak peluang Erdogan untuk mencalonkan diri menjadi Presiden RI periode mendatang. Semoga cita-cita anda tercapai, sehingga kita bisa diperintah oleh sosok kharismatik dan sempurna macam Pak Erdogan.

By the way, ada teman saya namanya Abu Gawa, dia  berteori bahwa, Erdogan memang mungkin disukai oleh orang Indonesia. Tapi karena ada yang tidak suka dengan persahabatan antar dunia islam maka muncullah orang-orang yang berusaha membanding-bandingkan pemimpin dunia islam, tujuannya agar para pendukung pemimpin yang satu mencari kejelekan pemimpin lain dan berusaha untuk menegasikannya. Lihat saja setelah ada status kak Tengku, yang berusaha menistakan Jokowi dengan membandingkannya dengan malaikat bernama Erdogan, maka muncullah para pendukung Jokowi yang lain yang berusaha untuk mencari keburukan Erdogan, untuk menyatakan bahwa Erdogan tak sesempurna Nutella yang enak dimakan dimana saja. Teman saya ini bilang, kenapa kita tak mensyukuri pertemuan pemimpin dari dua negara islam ini sebagai sebuah awal kerjasama dengan baik, saling menguntungkan dan saling menguatkan. Pertemuan ini harusnya diapresiasi sebagai gabungan dua kekuatan dunia baru. Hasil pertemuan ini selanjutnya bisa ditindaklanjuti dengan pertemuan di level menteri. Sebagai sesama negara islam, pertemuan yang paling baik setelah pertemuan antar presiden adalah pertemuan antar menteri agama kedua negara. Menteri Agama Indonesia berdiskusi dengan Menteri Agama….Ehh saya lupa, di Wikipedia Menteri Agamanya Turki gak ada :D, mungkin sebenarnya ada tapi dipinjamkan di Indonesia.

Salam Nganu, sorry kalo ada salah-salah kate.

Menjadi Muslim di Edinburgh Skotlandia

Menjadi minoritas di negeri orang adalah pengalaman yang berwarna warni. Sebagai muslim, hidup di Inggris tidaklah menjadi susah, karena penerimaan masyarakatnya yang baik.

MACAM-MACAM MUSLIM

Di Edinburgh tak sulit bertemu muslim, dan tak sulit untuk menandainya. Sekali-kali kita akan melihat orangnya di Central Mosque berjamaah dan melihatnya kembali di bis atau di toko. Salah seorang security penjaga supermarket LidL di City Centre ternyata seorang muslim, saya pernah melihatnya sehabis jumatan di Central Mosque. Salah seorang pustakawan di Kings Buildings University of Edinburgh juga seorang muslim, saya biasa berjamaah dengannya di Praying Room di Kings Buildings.

Muslim di Edinburgh di dominasi dari Arab, Pakistan, dan Afrika. Sebagian besar muslim berkulit berwarna. Sebagian kecil berkulit putih dan ras asli inggris.

Selesai shalat jumat para jamaah di Central Mosque biasanya berkumpul di luar mesjid saling berjabat tangan, kemudian berpelukan dan bercengkerama. Kadang sampai bikin macet orang yang mau keluar dari pintu belakang. Setiap minggu selalu begitu, shalat jumat menjadi waktunya saling berbagi kabar.

Kami yang dari Asia Tenggara semacam Indonesia dan Malaysia juga biasanya bertemu di depan mesjid selepas jumatan. Jumlah teman-teman asal Malaysia selalu lebih banyak, kadang-kadang saya dikira orang Malaysia. Kalau saya perhatikan, setiap jumatan ada turis malaysia yang datang ke Edinburgh untuk liburan. Malaysia memang mendapat kemudahan bebas visa dari Inggris sebagai sesama negara Commonwealth, itulah sebabnya mereka banyak ke Edinburgh, disamping kemampuan ekonominya yang relatif lebih baik. Kadang-kadang saya juga bertemu dengan orang Indonesia yang sedang ada pelatihan di London kemudian jalan2 ke Edinburgh, sekali-kali ketemu mahasiswa Indonesia dari Kota lainnya.

Di kelas saya ada beberapa orang muslim juga. Satu orang dari Malaysia, namanya Q, dua orang dari Saudi Arabia yaitu Badar dan Asis, seorang Scotish berdarah asli Palestina bernama Saad.

Seorang lagi teman dari negara kaya minyak pecahan uni soviet bernama Joni. Awalnya saya berpikir kawan Kazakhs ini bukan muslim karena sebelumnya saya tak pernah melihatnya berjamaah di Mesjid Central Mosque ataupun praying room di Kings Building. Sekali waktu saya bertemu dengannya di sekitaran George Square ketika saya akan shalat jumat di Central Mosque dan dia sedang mendorong sepedanya.
“Hi Ahmad, where are you going?”
“Hi man, I’m gonna praying” kataku sambil menunjuk mesjid
“Oo, you are a moslem” katanya
Hanya itu saja, dia tak mendeklarasikan dirinya muslim juga, dan kemudian dia mendorong sepedanya ke arah berbeda.

Aku dan si Q kadang bertanya-tanya itu teman kita muslim apa bukan sih, soalnya namanya ada unsur2 arab-arabnya sedikit. Dibelakang namanya ada ulla.

Hingga kemudian satu semester berlalu, nilai-nilai ujian sudah keluar. Beberapa orang nampak kecewa dengan para dosen yang Raja Tega. Ada yang masih tak percaya berusaha menenangkan diri. Masalahnya tak ada pengulangan. Kawan ini dapat nilai sangat rendah di salah satu mata kuliah, kalau tak salah ingat nilainya 20 dari 100, dan dimata kuliah lain nilainya jelek juga.
Saya bertanya kepada dia
“How was your mark?”
“Dont ask me man, very bad” jawabnya dengan lusuh

Habis itu saya tak bertanya lagi. Pas waktu shalat dzhuhur, saya berjalan menuju ke Praying Room yang terletak di Chaplaincy Kings Building. Ketika saya berjalan melewati Cafetaria kawan ini memanggil saya.

“Are you going to shalah?” Tanyanya
Lo dia tahu nih shalat, kata saya dalam hati
“I am going with you, only Allah can help me in this situation, man”
Kamipun berjalan bersama, sejak itu saya sering bertemu dengannya di Central Mosque atau di Praying Room di Kings Buolding.

Dua orang Arab temanku tadi, satu orang sering saya lihat di Praying Room,satunya lagi tak pernah sekalipun ketemu, tapi dia muslim.

Yang paling sering saya temui adalah Saad dan Q. Saya sering bertemu dengan teman-teman Malaysia di Kings Building. Bisa dibilang, saya satu-satunya mahasiswa muslim asal Indonesia di Kings Building, ada juga sih yang muslim lain tapi mahasiswi.

Pada masa-masa awal kuliah, saat duduk di Praying Room menunggu jamaah, temab-teman beewajah melayu biasanya menghampiri dan bertanya dalam bahasa “darimana?”. Saya jawab ” Indonesia”, dan mereka akan bercerita kalau sebelumnya ada juga satu orang Indonesia lain yang kuliahnya di KB. Teman-teman Melayu yang bertanya ini asal Malaysia.

TEMPAT IBADAH

lebaran iduladha_DSC_0681
Suasanan di dalam Central Mosque (2013)

Lokasi shalat bagi muslim di Edinburgh tidaklah sulit didapatkan, khususnya bagi mahasiswa. Ada Central Mosque yang merupakan mesjid besar di Poterrow beedekatan dengan University of Edinbugh di Central Area. Kapasitasnya bisa mencapai 1000 orang dan ada balkonnya buat jamaah wanita.Mesjid ini dibiayai oleh Raja Saudi Arabia waktu itu Raja Fahd. Ada juga mesjid di Roxburgh, cuma saya tak pernah kesana jadi tak bisa cerita.

Shalat jumat dipusatkan di Central Mosque. Khatibnya biasanya berbahasa Arab dan Inggris, tapi 3/4 khutbahnya adalah bahasa arab. Shalat jumat selalu dimulai jam 13.00, meskipun waktu shalat zuhur bisa lebih maju dari itu. Hal ini dilakukan untuk menunggu para jamaah yang bekerja kantoran menyesuaikan dengan jam istirahatnya.
Di musim dingin (winter), bulan november merupakan hari terpendek, seringkali shalat jumat langsung dirangkaikan dengan shalat ashar berjamaah, karena ashar biasanya pada jam 13.45. :).

Shalat jumat di Central Mosque selalu ramai. Khatibnya biasanya berbahasa Arab 80% dan Inggrisnya 20%. Lebih sering saya tak mengerti apa yang diucapkannya dibanding mengertinya.

IMG_20131129_133117
Shalat Jumat di King’s Buildings (2014)

Di Kings Building sendiri, Praying room berada di gedung chaplaincy. Chaplaincy memiliki beberapa ruangan. Salah satu ruangannya adalah mushollah yang bisa menampun sekitar 20 orang Jamaah. Selalu cukup untuk menampung jamaah yang memang tak banyak. Di Mushollah ini juga dilaksanakan shalat jumat, meskipun jumlah jamaahnya tak pernah sampai 40 orang. Jadwal shalat berjamaah ditempel dan diupdate setiap beberapa hari karena perubahan jam shalat yang bisa berubah karena musim. Biasanya yang selalu menyesuaikan adalah jadwal shalat dzhuhur yang digeser, kadang mendekati jadwal shalat ashar di musim dingin.

Pernah sekali waktu, saya berada di Kings Building di hari jum’at saat masa menyusun Thesis, waktu itu adalah libur summer sehingga banyak mahasiswa yang libur kecuali yang memang sedang mengerjakan thesis. Saya sudah menunggu lama, tapi tak ada jamaah tambahan yang datang, sekitar 30 menit menunggu datang dua orang lagi. Kami saling memandang dan kemudian berniat untuk shalat dzuhur saja. Tapi salah seorang jamaah berkebangsaan Arab menawarkan solusi : Kita tetap shalat jumat bertiga, dia jadi khatib dan sekaligus imam. Bertiga kami setuju. Khotbah pendek dalam 3 menit disampaikan oleh Sang Khatib, kemudian dilanjutkan shalat jumat 2 rakaat, kami jumatan dengan sukses :).

HARI RAYA

Idul adha dan idul fitri dirayakan dengan semarak bagi muslim di Edinburgh. Meski tak ada hari libur, tapi umat muslim merayakannya dengan menghadiri shalat Ied di Mesjid. Pada hari raya idul adha, shalat dilaksanakan dalam 2 shift karena banyaknya jemaah, sementara untuk idul fitri shalat Ied sampai 3 kali shift karena jamaah lebih banyak.

Bagi pelajar dan warga Indonesia di Edinburgh, hari raya adalah saatnya mengenang dan mencicipi masakah khas kampung halaman Indonesia. Kami berkumpul dan mengadakan syukuran metode pot luck, dimana setiap orang membawa makanan atau minuman untuk dinikmati bersama. Di acara inilah kami bisa makan rendang, soto madura, siomay, coto makassar, sate, tempe goreng dan macam-macam masakan Indonesia lainnya. Acara kumpul bareng ini juga dihadiri oleh warga Indonesia non muslim.

warga indo_DSC_0807
Halal Bihalal Warga Indonesia Setelah Idul Adha (2014)

TOLERANSI

Negeri ratu Elizabeth bukanlah negara dengan mayortitas muslim. Islam minoritas di negara ini. Persentase muslimnya berdasarkan sensus tahun 2011 hanya 4.5% dari total populasi , tetapi agama ini adalah agama terbesar kedua setelah kristen (wikipedia). Di Skotlandia sendiri persentasenya hanya 1.45%. UK adalah negara sekuler yang memisahkan kehidupan beragama dari pemerintahan. Tak ada Menteri Agama, tetapi hak-hak beragama dijamin oleh Undang-undang.

Tentu disetiap tempat ada juga orang-orang yang tak toleran terhadap yang berbeda. Saya pernah menjumpainya dalam perjalanan dari St. Andrews ke Edinburgh, begitu tahu saya seorang muslim, 2 orang penumpang mencecar saya dengan pertanyaan apa maksud saya sebenarnya datang ke UK, apakah saya akan mengebom juga, tapi itu lebih karena mereka dalam keadaan pengaruh minuman keras. Selebihnya saya merasakan kehangatan orang-orang UK. Landlord, sopir, penjaga toko, lecturer, teman kuliah, tetangga rumah semuanya OK-OK saja. Istri saya bisa dengan nyaman menggunakan jilbab tanpa pernah dilecehkan.

Namun isu-isu mengenai muslim sering muncul di media. Kadang tone-nya  baik seperti ini, kadang juga tone-nya agak menohok kayak gini. UK merupakan salah satu pengekspor relawan ISIS yang menyebabkan berita-berita mengenai ISIS di UK rasa-rasanya lebih ramai di UK dibanding di Indonesia.  ISIS juga menggunakan anak muda dari UK yang fasih berbahasa Inggris untuk mengkampanyekan ISIS ke seluruh dunia.

Selain berita mengenai ISIS, berita lain yang bersinggungan dengan dunia islam adalah mengenai isu-isu makanan halal. Pernah menjadi berita nasional perihal Pizza Express yang ternyata menyajikan pizza dari daging halal tanpa memberitahukan kepada konsumennya. Para aktifis penyayang binatang memprotes hal tersebut, karena daging halal berarti si hewan-hewan ini disembelih yang berarti tidak berperikebinatangan karena menyiksa binatang, lebih baik menurut mereka hewan-hewan ini di setrum saja, hehehe.

MAKANAN

Tak sulit menemukan makanan halal di Edinburgh, banyak tersedia restoran halal dan toko bahan makanan halal disekitar city center Edinburgh. Toko bahan makanan yang paling sering saya kunjungi adalah Toko Bismillah. Toko ini dimiliki keturunan India atau Pakistan, tersedia daging ayam, kambing dan sapi berlabel halal di toko ini. Harganya bersaing, seekor ayam sekitar 2pound dan daging harganya 8pound, murah kan? Toko Bismillah terletak di pinggir jalan utama Nicholson Street dan berada diseberang Nicholson Square yang kadang menjadi tempat menikmati sinar lembut matahari dan bermain-main dengan burung merpati. Hari paling ramai di toko ini adalah pada hari jum’at karena jamaah shalat jumat yang pulang sekalian berbelanja kebutuhan. Selain daging di toko ini juga tersedia sayuran segar, pisang, singkong yang dilapisi lilin, kacang panjang, dan bumbu-bumbu kari India dan masalkan timur tengah. Indomie juga ada di toko ini, harganya 0.35pound, tapi produksi Arab, rasanya sedikit lebih hambar dibanding Indomie kita di Indonesia karena kurang MSGnya.

Disampin toko Bismillah terdapat 2 toko halal food yang lain, tapi tak terlalu ramai karena tidak pas berada di pertigaan jalan. Toko lain yang lebih besar dari Bismillah adalah Maqbool yang juga dimiliki orang India atau Pakistan. Letaknya bersampingan dengan mesjid di daerah Potterrow, seberang kampus University of Edinburgh. Di toko ini saya biasanya membeli kacang hijau dan kadang-kadang daging kalau di Bismillah sudah habis. Maqbool juga menjual aneka produk olahan daging dan berbagai jenis roti dan bumbu-bumbu khas timur tengah. Pembeli daging di toko ini tidak seramai di Toko Bismillah, namun nampaknya dia juga mensuplai untuk restoran karena sering saya melihat potongan-potongan daging diangkut keluar dari toko.

Kalau mau membeli bahan makanan lain tersedia toko kelontong China di dekat Central Mosque juga. Toko ini memberi diskon 5% bagi pelajar, cukup dengan menunjukkan kartu mahasiswa. Selain menerima mata uang Pound Sterling, anda juga bisa berbelanja dengan menggunakan Yuan. Teman saya Jin dan Molin sering berbelanja dengan menggunakan mata uang Yuan. Saya biasanya beli Indomie dan Sambal ABC di toko ini, Indomie yang dijual di toko ini adalah asli Indonesia tapi untuk ekspor. Rasanya juga masih kalah sama Indomie Indonesia yang berjuta MSG rasanya. Beras juga kadang saya beli disini, jenisnya beras jenis Jasmine dari Thailand.

Kalau untuk membeli roti, kami membeli di Tesco atau Lidl. Hanya saja harus diperhatikan kode-kode komposisinya agar terhindar dari babi, kode yang paling gampang dikenali adalah E-471 dan E-472. Beras jasmine juga biasa kami beli Tesco, kadang harganya lebih murah saat diskon dibandingkan dengan di Toko China.

Selain toko bahan makanan, terdapat banyak juga restoran halal di sekitaran kampus University di Ciy Centre. Di samping mesjid ada Mosque Kitchen, menu andalan mahasiswa adalah chicken curry with rice seharga 4.5pound, Mosque Kitche juga ada di pinggir jalan Nicholson Street. Restoran ini ramai oleh para pengunjung baik yang muslim maupun yang bukan. Selain Mosque Kitchen ada juga Tikka Mahal, restoran india dengan rasa yang sangat menggugah selera. Sampai sekarang saya masih merindukan nikmatnya Rati Naan berisi daging dan Chicken Biryani dari Tikka Mahal. Kalau ke Edinburgh lagi, saya harus makan disini lagi.

Sabar Dik Messi

Dik Messi yang lagi galau…

image
Messi (cvtnews.ca)

Saya turut prihatin dengan kekalahan tim adik kemarin. Dik Messi dan teman-teman dikalahkan secara dramatis oleh Tim Chilie, tim tuan rumah. Teman saya yang orang Chili, si Alejandra pasti senang bukan main timnya mengalahkan tim Adik.

Sebagai kaka saya sebenarnya berharap Dik Messi bisa meraih juara. Katanya Adik dari planet lain karena hampir tidak mungkin pemain sehebat Dik Messi lahir di bumi. Aku juga dari planet lain, planet bekasi, artinya kita sekelas ya. Masak pemain sehebat Dik Messi tidak bisa ngangkat Piala Copa Amerika. Eh kalo ngangkat doang sih bisa beratnya cuman berapa kilo, maksud saya menjadi juara kembali setelah 23 tahun. 23 tahun bukan waktu yang sebentar lo. Gak percaya? Tanyakan kepada jomblo yang telah puasa pacaran selama itu, sakit tahu.

Sebenarnya saya sudah lihat tanda-tanda kekalahan kemarin malam. Dik Maria keluar lebih cepat. Junior abang di Manchester ini ditarik, dan peristiwa semacam tahun lalu di Piala Dunia terulang kembali. Adik nampak terisolasi, tak dapat bola dan susah menembus pertahanan lawan. Apalagi aku liat wasitnya agak berpihak sama tuan rumah. Ya wajarlah dek, namanya wasit juga manusia, butuh tiket pesawat dan hotel dan juga rasa aman. Harusnya tuh ya, waktu pemain Chili menarik badan Marcos Rojo, Argentina dikasih pinalti, tapi tak dikasih, kamu tahu kenapa? Kalo kamu tahu kasih tahu aku, daripada aku menduga duga yang nggak nggak soal tiket dan hotel tadi.

Aku gak setuju sebenarnya kamu jadi kapten Dik. Kamu terlalu pendiam, kurang semangat dan kurang teriakan. Sekali kali kamu harus bisa teriakin teman2mu tuh supaya mainnya bener. Jangan dibiarin teman2nya main tanpa arah. Kamu gak cocok jadi kapten, lebih cocok main sebagai anggota tim biasa aja. Sebaiknya kita kasih ke Bambang Pamungkas saja, yang ceritanya lebih hebat dari mainnya.

Aku doain semoga 3 tahun lagi kamu bisa main sebaik2nya dan merebut Piala Dunia. Tapi asal tahu saja, usiamu sudah 31 tahun waktu itu. Usia diatas 30 itu Dik, lari sudah ngos ngosan, napas kadang udah gak saling mengejar, dan makan sate kambing dan tengkleng di Sate Giyo sudah haru dikurangi.

Eh sebenarnya kamu pemain bola atau dokter sih? Dengar2 kamu sudah jadi dokter. Eh itu bukan Messi ya? Itu Maissy. Ah sudahlah…

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Dwiki Setiyawan's Blog

Pencerah Langit Pikiran

Tofan Fadriansyah

Just another WordPress.com weblog

Design a site like this with WordPress.com
Get started