Pelayanan dan Fasilitas Umum di Inggris Raya

Oleh : Ahmad Amiruddin

Selama tinggal dan belajar setahun di UK, saya mencatat beberapa hal menarik terkait dengan pelayanan umum yang diberikan kepada para warga Edinburgh, baik dia sebagai orang asing maupun sebagai penduduk UK atau Scotland. Saya menangkap kesan bahwa sistem pelayanan di Edinburgh terpercaya dan reliable, tidak harus cepat, tapi mereka bekerja dengan efisien, terencana dan taat asas. Berikut adalah beberapa pengalaman saya:

Transportasi Umum

DSC_0461_taroada

Transportasi umum di Edinburgh adalah bis, tram dan kereta api. Bis dalam kota menggunakan Lothian Bus yang menghubungkan hampir semua titik di Edinburgh. Tak banyak perumahan yang tak terjangkau oleh Bis ini. Lothian Bus mengoperasikan 50 rute di sekitar kota Edinburgh. Jadwal bis terpublikasi dengan baik dan terintegrasi dengan beberapa aplikasi berbasis android maupun iOS. Jadwal bis juga terintegrasi dengan Google map yang memberikan petunjuk nomor bis, jalur dan jadwal kedatangan, cukup dengan menginput titik keberangkatan dan tujuan.

Screenshot_2014-10-07-10-19-21
Google Maps Screenshot

Di halte-halte disediakan juga jadwal keberangkatan dan jadwal tiba bis. Rentang waktu kedatangan bis tergantung jurusan dan kepadatan jalur tersebut. Umumnya jadwal kedatangan bis dalam rentang 10 s.d 15 menit. Secara umum jarang terjadi keterlambatan. Sepanjang pengalaman saya selama setahun, tidak lebih dari 3 kali saya mendapatkan bis yang terlambat 10 menit dari jadwal yang tertera. Bis menyediakan 1 tempat untuk stroller untuk bayi dan 1 space untuk pengguna kursi roda. Tinggi bis bisa diturunkan ketika ada penyandang disabilitas yang harus turun. Hal ini menjadikan bis sangat ramah bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus. Bis ini juga dilengkapi dengan CCTV dan perekam suara yang untuk memberi rasa aman bagi penumpang maupun supir bisnya.

IMG_20130907_112901_taroada

Ongkos bis sekali naik disekitaran kota Edinburgh adalah £1.5 (£1 = ± Rp. 19.700) untuk tiket sehari adalah £3.5. Bagi pelajar diberikan diskon untuk berlangganan bis £40 selama sebulan dengan menggunakan Rida Card. Bagi para pensiunan di Edinburgh mendapatkan fasilitas bis gratis dengan menggunakan Scottish Concession Card.

Rida Card (lothianbuses.com)
Rida Card (lothianbuses.com)

Kendaraan yang menghubungkan antar kota adalah bis dan kereta. Harga tiket bis bisa 80% lebih murah daripada menggunakan kereta. Stasiun-stasiun kereta terhubung dengan halte bis dan bandara-bandara besar. Jika bis masih memiliki toleransi waktu lebih kurang lima menit dari jadwal kedatangan dan keberangkatan, maka kereta berangkat sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Terkadang kereta berhenti hanya 1 menit di stasiun untuk menyesuaikan waktu keberangkatan dengan jadwal. Saya sendiri pernah ketinggalan kereta dari London ke Oxford, setelah hanya terlambat 3 menit dari jadwal. Akhirnya harus membayar dengan harga yang jauh lebih mahal. Awalnya saya hanya perlu membayar £17 untuk dua orang, namun karena terlambat harus membeli tiket baru dengan harga £58 untuk sekali jalan.

Untuk kereta juga tersedia kartu untuk mendapatkan diskon kereta. Salah satunya dengan menggunakan kartu 16-25 bagi yang berusia 16 s.d 25 tahun atau bagi pelajar meskipun berusia lebih dari 25 tahun dapat mengajukan pembuatan kartu dengan melampirkan keterangan sebagai mahasiswa dari universitas masing-masing. Kartu ini berlaku selama setahun dengan biaya £30. Dengan menggunakan kartu ini, bisa didapatkan diskon hingga 30% dari biaya normal.

Dengan jadwal dan ketepatan waktu bis, orang-orang bisa melakukan aktifitasnya secara terjadwal dan teratur yang bisa berandil dalam meningkatkan produktifitas.

Akses di Jalan Raya

Jalanan di Edinburgh ramah terhadap pejalan kaki dan yang menggunakan kursi roda. Setiap trotoar memiliki akses naik dan turun disetiap persimpangan jalan. Jika ada proyek perbaikan jalan yang menutup trotoar, maka trotoar pengganti yang berpagar dan bisa dilalui oleh kursi roda juga disediakan. Jika ada pembangunan yang berdekatan dengan jalan maka scaffolding yang dilalui pejalan kaki diberikan semacam busa sebagai peredam jika terjadi benturan antara pejalan kaki dengan tiang scaffolding tersebut.

Lalu lintas di Edinburgh tidak macet karena jumlah kendaraan yang tidak terlalu banyak dijalan. Untuk membayar parkir disediakan mesin pembayaran parkir off street. Tidak ada tukang parkir yang berdiri mengatur posisi parkir. Petugas parkir hanya berkeliling untuk memeriksa apakah seseorang telah membayar parkir atau tidak atau melanggar batas garis tidak boleh parkir. Tidak hanya denda tilang yang diberikan, mobil pengerek juga disediakan jika melanggar batas parkir dalam waktu yang lama.

Listrik, Gas dan Air

Konsumen berlangganan listrik di Inggris Raya melalui retailer dengan sistem open market. Konsumen bisa mengajukan perpindahan retailer secara bebas. Tercatat 30% pelanggan berpindah retailer setiap tahunnya. Selama tinggal disana, belum pernah saya mengalami mati lampu. Sistem pembayaran yang digunakan adalah single tarif.

Perusahaan retailer untuk gas dan listrik di tempat saya sama. Di beberapa flat yang lain tidak menggunakan gas sama sekali namun menggunakan listrik. Harga listrik terdiri atas dua komponen yaitu . Secara rata-rata dalam sebulan kami menghabiskan

Pencatatan meter dilaksanakan setiap 6 bulan sekali untuk menyamakan antara tagihan dengan pembacaan yang sebenarnya. Konsumen juga dapat memperbaiki bacaan meter untuk tagihannya melalui website yang tersedia. Nilai pembacaan ini akan diverifikasi oleh pihak utility dengan pengecekan ke lapangan. Listrik dan gas ditagih setiap 3 bulan.

Harga perkWh listrik yang ditagihkan adalah 12.82p atau £0.1282 ditambah dengan Discounted standing charge 24.53p perhari. Secara rata-rata, kami menggunakan listrik sekitar 540kWh perbulannya. Untuk air tidak menggunakan meter, namun harus membayar pajak air setiap tahunnya yang besarnya adalah £147.91 pertahun.

Taman dan Tempat Bermain Anak-anak

Kota Edinburgh dikelilingi banyak taman yang luas, asri dan Indah. Diantara taman kota yang besar adalah Royal Botanical Garden, Princess Street Garden dan Holyrood Park dan Meadowbank. Di tempat-tempat ini juga tersedia lokasi permainan bagi anak-anak yang digratiskan. Arena permainan ini didesain agar aman bagi anak-anak karena dilengkapi dengan pengaman dengan memasang karet tebal sebagai lantai lentur untuk mencegah cedera pada anak ketika terjatuh dari permainannya. Arena bermain ini tidak terlalu dipadati oleh anak-anak karena banyaknya pilihan taman dan permainan yang tersedia di seputaran kota.

DSC_0815_taroada
Flower Clock di Princess Street

Sementara untuk taman digunakan oleh warga untuk duduk santai menikmati udara luar dan berjemur jika matahari bersinar cerah. Royal Botanical Garden di semacam kebun raya yang berisi koleksi tanaman-tanaman khas sub tropik maupun tropik. Tanaman dari daerah tropik ditempatkan pada rumah kaca untuk mendapatkan suhu dan kelembaban yang sesuai.

Kesehatan

Fasilitas kesehatan diberikan secara gratis bagi para pelajar di Inggris Raya melalui asuransi National Health Service (NHS). Asuransi ini diberikan juga untuk keluarga inti para pelajar yang memiliki visa student dependant. Tak banyak persyaratan yang harus disediakan untuk mendaftar. Namun, biasanya untuk mendaftar harus membuat janji terlebih dahulu untuk mengambil dan mengembalikan formulir yang harus diisi. Persyaratannya adalah melampirkan paspor,visa, surat keterangan tempat tinggal dan surat keterangan study dari University. Pendaftaran dilakukan di praktek dokter yang terdekat dengan tempat tinggal.

Di Klinik ini, tak mudah untuk menemui dokter. Dokter hanya bisa ditemui jika benar-benar emergency atau tak bisa menunggu. Saya pernah terkena flu dan batuk yang agak berat. Karena sudah berlangsung 3 hari dan terasa batuknya semakin menyiksa, saya ke klinik untuk membuat appointment dengan dokternya. Saya pikirnya paling lambat besoknya akan dijadwalkan bertemu dengan dokternya, namun ternyata saya dijadwalkan dua minggu baru bisa bertemu, karena hanya itu jadwal dokternya yang kosong. Akhirnya setelah dua minggu batuk dan flu saya sudah sembuh dengan sendirinya dan sayapun membatalkan appointment ke dokter.

Pengalaman teman yang lain, biasanya mereka hanya bisa ditemui perawat jika memang harus diperiksa dihari yang bersamaan. Dokter sangat sulit ditemui dan hanya hadir jika diperlukan. Teman yang mengalami persalinan di Edinburgh, dalam proses kehamilannya hanya diperiksa oleh Bidan dan tak pernah ketemu dokter hingga persalinannya.

Saya juga mendaftarkan anak ke klinik tempat saya mendaftar. Setelah mendaftar, beberapa minggu kemudian perawat dari klinik akan mendatangi rumah untuk melakukan wawancara mengenai perkembangan anak dan riwayat kesehatannya. Setelah itu, beberapa kali ada undangan dari klinik untuk dilakukan vaksin sesuai dengan umur anak. Pernah pula ada undangan untuk dilakukan assesment terhadap perkembangan anak terkait kemampuan motorik dan kemampuan verbal anak sesuai dengan usianya. Semua layanan diatas gratis.

Dari pengalaman menggunakan fasilitas umum dan layanan umum beberapa hal yang dapat dipelajari dari kultur pelayanan di UK adalah:

1. Efisiensi

Pelayanan di UK diselenggarakan dengan cara yang efisien dan efektif. Sebagai contoh, pelayanan di Bank hanya dibuka 3 loket sebagai kasir sekaligus customer service. Untuk aplikasi rubah data, kita tidak harus mengisi dan menandatangani formulir, cukup datang ke bank dan akan langsung diganti oleh pihak bank dengan cukup menggunakan kartu debit. Layanan ini memberi efisiensi dan kecepatan, tak banyak rantai administrasi yang harus dilakukan.

2. Tepat Waktu

Pelayanan dilakukan dengan tenggat waktu yang jelas dan terstruktur. Jadwal kereta dan bis dipatuhi dan terpercaya. Waktu keberangkatan dan ketibaan bisa diperkirakan berdasarkan jadwal yang telah dipublikasi.

3. Tak Selalu Cepat

Berbeda dengan pemikiran saya selama ini bahwa semua pelayanan di luar negeri bisa cepat sesuai dengan keinginan kita, ternyata tidak selalu demikian. Tingkat urgensi dari layanan menjadikannya kecepatan bisa berbeda. Seperti pengalaman saya yang ingin menemui dokter akan tetapi dijadwalkan lebih lama dari yang saya inginkan, akan tetapi karena tidak terlalu urgen secara hitungan kesehatan, maka jadwal bertemu dijadwalkan lebih lama dari yang saya inginkan.

4. Tak banyak basa basi

Meskipun orang Inggris termasuk sangat ramah, namun tak banyak basa basi dalam melayani. Mereka memang senang tersenyum, namun tak berlebihan ataupun menampakkan tindakan yang dibuat buat hanya untuk berbasa basi dengan kami. Kadangkala saya juga berpikir, mereka agak sedikit kaku di pos pendaftaran, menegur kalo kita memotong penjelasannya, dan membiarkan mereka menjelaskan jawabannya yang belum selesai.

5. Semua diperlakukan sama

Saya mendapati bahwa pelayanan yang diberikan kepada orang dengan tidak melihat warna kulit, ras, dan agama. Semua diperlukan dengan sama dan setaraf. Prioritas hanya diberikan kepada orang penyandang disabilitas, orang yang sudah lanjut usia dan ibu hamil.

Standard yang ditampilkan oleh layanan umum di Inggris memang tidak harus sepenuhnya di contoh di Indonesia tapi ada banyak hal yang bisa dipelajari dan dijadikan acuan seperti keteraturan, efisiensi dan ketepatan waktu pelayanan di Inggris.

Salam dari Bekasi

Baca Juga:

Kota Cantik Bernama Edinburgh

Tips sebelum berangkat sekolah ke UK

Oleh Ahmad Amiruddin

Tips ini mungkin berguna bagi yang akan berangkat sekolah ke UK, tinggal setahun atau lebih dan menghabiskan waktunya di bangku kuliah. Mungkin juga berguna bagi yang hanya ingin jalan-jalan berberapa pekan menikmati pemandangan di UK.

Jangan bawa mi instan

DSC_0708
Ada Ind*mi disini

Ini nasehat saya yang pertama kalau ada yang bertanya. Karena tanpa saya prediksipun, bagi kita orang Indonesia kalau ke luar negeri inginnya merasakan makanan khas Negara sendiri, dan jenis makanan ini biasanya mendominasi sebagian koper kita dan bersaing dengan pakaian dan buku. Saya nasehatkan tak perlu bawa, karena disini juga banyak. Mi instan dengan merk Ind*mi* banyak dijual di toko halal asuhan orang-orang Pakistan/India atau di toko China. Di toko Pakistan, mi instan-nya adalah dari Arab lengkap dengan tulisan arabnya, harganya £1/3 bungkus. Sementara kalau di toko China, mi-nya buatan Indonesia yang memang untuk diekspor, harganya £0.35/bungkus. Rasanya? Pasti beda dengan di Indonesia, karena MSGnya kayaknya lebih sedikit. Tapi daripada menuh-menuhin koper doang, mending kopernya diisi rendang yang jelas-jelas gak ada disini.

Dokumen

Penting untuk memperhatikan jenis dokumen yang harus dibawa ke UK. Perhatikan jenis dokumen yang harus dibawa yang tertera di Confirmation of Acceptance for Studies (CAS). Standarnya yang dibawa adalah Ijazah asli, transkrip asli, terjemahan Ijazah dan transkrip, nilai IELTS, sertifikat bebas TB dan konfirmasi beasiswa bagi penerima beasiswa. Dokumen yang akan dibawa baik Paspor, Visa, Ijazah, Transkrip, sertfifikat TB, surat keterangan beasiswa agar difotokopi dan discan. Ada yang menyarankan agar satu set fotokopi dokumen disimpan dirumah, satu set fotokopi dibawa dan disimpan di koper, dan scan dokumen disimpan di cloud storage seperti dropbox atau google-drive yang bisa diakses dari mana saja. Gunanya adalah buat jaga-jaga. Menyimpan fotokopi dokumen dirumah gunanya banyak, misalnya jika ada keluarga yang akan ikut berangkat nanti dia sudah ada dokumen yang bisa digunakan.

Pakaian

Sebelum kita bahas pakaian, kita bahas musim dan suhu di UK. Berbeda dengan Indonesia yang berada pada garis nol derajat equator, UK berada di sekitar 55 derajat utara garis khatulistiwa. Efeknya adalah negara ini merasakan 4 musim seperti negara sub tropic lainnya, namun karena latitudenya relative tinggi, maka suhunya juga relative lebih dingin sepanjang tahun dibanding negara dengan latitude lebih rendah seperti Italy, Germany atau France. Secara umum suhu rata-rata sepanjang tahun di Inggris adalah 10 derajat, dan suhu rata-rata pada saat winter adalah 3-5 derajat celcius (Met Office).

Efek dari suhu ini adalah ke pakaian. Pakaian yang umum digunakan adalah sweater, celana training, dan jaket. Jika punya jenis pakaian ini dibawa aja. Kalau tidak punya belinya sekedarnya saja. Bawa satu jaket saja. Nanti setelah sampai di UK bisa beli dengan kualitas yang lebih baik. Soal harga? tergantung, kalau baru pastinya mahal, yang umum dipakai adalah jenis Superdry dengan harga dikisaran £75-100, atau sekitar 1.5 s/d 2 juta. Yang lebih murah banyak tersedia di Charity Shop maupun di Car Boot Sale, harganya di kisaran £5 s.d £12. Untuk pakaian lainnya seperti baju kaos, saya sendiri bawa semua baju yang saya suka dari Indonesia, karena memang digunakan sehari-hari.

Uang, Kartu Kredit dan ATM

Sebelum berangkat ke UK, sebaiknya tabungan di Indonesia didaftarkan e-banking dan meminta key/token dari bank untuk transaksi online setelah tiba di UK. Ada yang biasa bertanya berapa uang kontan yang bagusnya dibawa untuk pertama kali. Sebenarnya tidak ada jumlah pasti, uang kontan biasanya dibawa karena dua pertimbangan : pertama, kesulitan untuk mendapatkan mata uang asing di negara tujuan, dan yang kedua karena exchange rate di negara tujuan lebih mahal daripada menukar di tempat penukaran uang di Jakarta.

Membawa terlalu banyak uang pound di kantong juga terlalu beresiko, kecopetan atau hilang dijalan. Sebenarnya dengan £200 sudah sangat lebih dari cukup uang kontan yang dibawa ke UK. Sisanya bisa ditarik melalui ATM berlogo visa atau mastercard yang ada di UK. Exchange ratenya biasanya sedikit lebih mahal daripada anda menukar uang di Jakarta (misalnya di VIP Menteng atau di ITC Kuningan).

Penarikan di ATM di UK akan dikenakan biaya penarikan Rp.20.000 per sekali penarikan. Biasanya kita bias menarik uang pada range maksimum £400-500. Kartu kredit dari Indonesia juga bisa digunakan diUK. Hanya saja saya sarankan agar semua ATM dan kartu kredit sebelum berangkat di Scan semua nomornya, gunanya untuk jaga-jaga.

Setelah tiba di UK, para student biasanya membuka rekening di bank local yang ada di UK. Menurut saya semua bank sama saja, hanya yang perlu dipastika bahwa rekening yang kita buka tidak menarik biaya administrasi bulanan. Persyaratan untuk membuka account adalah Paspor, surat keterangan dan surat keterangan dari University dan proof of address (bisa menggunakan perjanjian kontrak dengan landlord). Saya sendiri membuka rekening di TSB dan RBS. Untuk masalah kemudahan persyaratan dan kecepatan TSB lebih cepat selesai dan relative lebih mudah. Namun untuk masalah keamanan dan secure RBS nampaknya lebih secure. Saya akhirnya membuka di TSB karena pembuatan di RBS agak lama dan kartu debitnya tidak bisa digunakan untuk transaksi top up telepon Giff Gaff karena masalah security.

Kartu Telepon

Setiba di UK, sebaiknya segera melapor ke student information center di University masing-masing. Karena dari University inilah yang akan memberi arahan apa yang perlu disiapkan dalam rangka persiapan kuliah.

Biasanya yang paling pertama di cari oleh student yang baru tiba adalah Kartu Telepon. Ada banyak pilihan kartu yang tersedia. Seperti adagium umum, harga tak bisa bohong, jika membeli kartu dengan harga murah maka sinyalnya biasanya hilang-hilang dan jika membeli yang harganya lebih mahal sinyalnya lebih bagus. Saya sendiri awalnya menggunakan 02 yang sinyalnya bagus tapi harganya lebih mahal, kemudian beralih ke Giff Gaff yang harganya murah tapi sinyalnya kadang hilang.

Semoga bermanfaat

Salam dari Edinburgh

Baca juga:

Belajar dari sistem exam di UK

Bergegas di Liverpool

Lanjutan dari :

Menyepi di Edensor

***

Dari Manchester kami menuju ke Liverpool, kota pelabuhan di pantai barat-laut Inggris. Liverpool adalah ibukota Merseyside. Populasinya sebanding dengan Edinburgh, sekitar 460 ribu jiwa. Namun bangunan-bangunan di Kota Liverpool lebih modern dan gede-gede dibanding Edinburgh.

Penduduk Liverpool disebut Liverpudlians, tapi dikenal juga dengan Scousers, dialek bahasa inggrisnya sangat khas. Kalau anda pernah menonton Liga Inggris dan komentatornya adalah Jamie Carragher atau Steven Gerrard, akan sangat terasa aksen Scousernya. Aksennya tak kalah unik dengan aksen Scottish di Edinburgh.

Stasiun Liverpool
Stasiun Liverpool

Dari Mancheser Piccadilly, kami naik train dan turun di Liverpool Lime Station. DI Stasiun ini kami menitipkan tas agar tak merepotkan selama kelilin kota. Di sebuah sudut counter left baggage kami menitipkannya.

Keluar dari stasiun kami menyeberang menuju ke museum. Museumnya masih sepi dipagi hari. Bagusnyanya museum ini karena menyediakan tempat penitipan tas, otomatis kami yang membawa tas punggung lumayan berat bisa bernafas dulu disini, sambil melihat-lihat koleksi lukisan yang indah-indah.

MUSEUM

DSC_0620

Tampak sekumpulan anak sekolah seumuran SD berbaris di lantai dua menunggu instruksi untuk berkeliling. Setiap anak dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, terdiri dari 6-7 orang yang ditemani seorang pemandu. Pemandunya juga serius menjelaskan satu persatu koleksi kepada kumpulan anak-anak tersebut. Yang belum mendapatkan pemandu dikumpulkan untuk diajak melukis. Senang melihat anak-anak kecil sudah di ajarkan sejarah dan mencintai seni sejak kecil.

Selesai berkeliling museum kami mencari jalan menuju ke Anfield stadium. Ternyata tak sulit, tak jauh dari stasiun ada terminal bis utama, dari sana kami mencari bis menuju ke Anfield Road., dan enaknya kata mbak-mbak yang jaga dari Anfield Stadium kita bisa jalan kaki menuju Goodison Park, stadionnya everton, klub kebanggaan warga Merseyside juga.

ANFIELD STADIUM, LIVERPOOL FC

DSC_0714
Depan The Kop Anfield Stadium

Turun dari Bis, kami langsung bisa melihat Anfield Stadium. Stadionnya persis berada dipinggir jalan yang dilewati bis. Tak seperti Old Trafford yang agak berjarak dari jalan, Anfield Stadium dipinggir jalan banget. Saya berpikir awalnya ini bukan bagian depan stadion, tapi ternyata saya salah. Didepan Anfield stadium berdiri dengan tangan terbuka, pelatih kebanggan Liverpool Bob Pasley, satu-satunya pelatih yang pernah merebut tiga kali Champions League (sebelum Carlo Ancelotti bergabung dengannya tahun ini). Om Bob Pasley inilah yang membawa kejayaan Liverpool di era tahun 70-an, berturut-turut dia menyumbangkan mahkota champions League kepada Liverpool.

Saya tak sempat masuk stadion, maklumlah bukan fans dan sayang duitnya, hehehe, jadi berfoto dari luar cukuplah. Kami jalan-jalan juga melihat merchandise yang dijual ditokonya, beberapa orang Asia nampak memborong kaos dan accessories, mereka pasti fans berat, dan teman-temannya di negaranya masing-masing adalah fans berat juga, dan teman-teman dari temannya mungkin fans berat juga.

Anfield stadium nampak menyatu dengan rumah penduduk sekitar, daerah sekitarnya terkesan sepi, flat-flatnya kecil. Meski bersih, namun kelengangannya membuat saya tak berani tinggal disana.

GOODISON PARK, EVERTON FC

Goodison Park
Goodison Park

Puas berfoto kami berjalan kaki menuju klub rival Liverpool, Everton. Di jaman kejayaan Liverpool dan Everton, kota Liverpool menjadi kiblat sepakbola Inggris, mereka berganti-gantian menjadi juara liga, mungkin samalah dengan kota Manchester sekarang ini. Matahari mulai agak terik, kami harus membuka jaket. Tak seperti Edinburgh, Liverpool adalah kota yang hangat.

Sekitar 15-20 menit berjalan kaki, kami tiba di Goodison Park. Konon kabarnya, di kota Liverpool sendiri, Everton lebih dicintai dari pada Liverpool, dan mungkin karena itulah Everton menyebut dirinya The People’s Club. Stadionnya sendiri lebih kecil, foto-foto pemain Everton seperti Tim Howard, Coleman dan lain-lain menghiasi bagian depan stadion. Depan stadion menjual accessories dan jersey kebanggaan Everton. Tokonya lebih sepi dari Anfield Store, mungkin hanya kami yang masuk kesana, itupun hanya melihat-lihat, meski reputasinya tak sementereng klub tetangganya, harga merchandisenya sama saja dengan yang dijual di Liverpool FC.

LIVERPOOL PARK

DSC_0862
Liverpool Park

Dari Everton Stadium menuju ke pusat kota kembali, mengambil bis dari depan Goodison park. Di taman yang indah ini kami menghabiskan waktu beberapa jam menikmati taman indah yang berhias patung-patung disekelilingnya, sambil bersantai, merpati-merpati datang menghampiri dan berebut makanan yang dilempar Gawa, kesannya kayak berada di luar negeri.

ALBERT DOCK dan THE BEATLES MUSEUM

DSC_0947
The Beatles Museum

Kami terlalu banyak menghabiskan waktu di Liverpool Park dan lupa untuk mengunjungi tempat lainnya. Dengan sisa 2 jam sebelum pulang kami bergegas dengan cepat menuju ke Albert Dock di pinggir laut Liverpool. Sepanjang perjalanan menuju Albert Dock, para pejalan kaki berseliweran dalam space yang luas. Pusat perbelanjaan dipinggir jalan menawarkan banyak diskon bagi para pemburu pakaian.

Kami akhirnya tiba di Albert Dock. Hembusan angina pantai menjadikan temperature rasanya lebih hangat. Di kawasan Albert Dock terdapat The Beatle Museum. The Beatles memang lahir dari Kota ini. Bandaranya sendiri mengabadikan nama personel The Beatles, John Lennon. Angin laut berhembus kencang di kawasan ini.

Karena tak punya waktu banyak dan mengejar kereta, kami bergegas pulang. Gawa tak bisa diajak kompromi, dia merengek ingin jalan, tapi kami memaksa. Diringi tangisan dan badannya yang meronta di pelukan saya kami setengah berlari ke stasiun. Semoga bisa suatu saat kembali lagi ke Liverpool.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Dwiki Setiyawan's Blog

Pencerah Langit Pikiran

Tofan Fadriansyah

Just another WordPress.com weblog

Design a site like this with WordPress.com
Get started