Mengenal Edinburgh

Oleh : Ahmad Amiruddin

Edinburgh? Iya Edinburgh (baca Edinbrah). Beberapa penyiar TV Amerika menyebutnya Edinberg. Mereka membaca seperti melafalkan Pittsburgh dengan Pittsberg. Tapi orang-orang di UK menyebutnya Edinbrah. Ini adalah Ibukota Skotlandia, penduduknya “cuma” 480 ribu jiwa. Skotlandia sendiri adalah salah satu negara yang membentuk United Kingdom of Great Britain, disingkat UKGB atau UK saja. Orang Indonesia menyebutnya Inggris Raya. Ada sedikit kerancuan sebenarnya, karena UK terdiri dari England, Scotland, Irlandia Utara dan Wales. UK dan England sama-sama disebut Inggris di Indonesia. Kata Inggris sendiri konon kabarnya diwariskan oleh Penjajah Jepang kepada putra pertiwi. Anda tahu sendiri kan?, orang Jepang melafalkan el menjadi er dan jadilah inglish menjadi inggris, dan orang Indonesia menyebutnya dengan kata yang sama.

map_scotland (1)

Peta Scotland (Source: uknetguide.co.uk)

Edinburgh memang bukan kota terbesar saat ini di Skotlandia. Kota terbesar di Skotlandia adalah Glasgow, dan mungkin karena itulah orang Indonesia lebih mengenal Glasgow dibanding Edinburgh, disamping juga klub sepakbola Glasgow Rangers dan Glasgow Celtic lebih terkenal daripada Edinburgh Hibernian dan Heart, dua tim sepakbola dari Kota Edinburgh.

KESAN PERTAMA

Apa kesan pertama saya ketika tiba di kota ini? CANTIK. Saya tak bermaksud merendahkan Kota Tua Jakarta atau Kota Tua Malaka, tapi disini, di Kota ini, hampir semua bangunan seperti itu modelnya dengan model Victorian, dan usia bangunan lebih dari satu abad. Keluar dari flat dan berfoto saja sudah lebih indah daripada berfoto di Kota Tua Jakarta yang kurang terawat atau Kota tua Malaka yang lebih terawat.

Kesan selanjutnya, orangnya RAMAH.  Mereka rajin menyapa, senang  tersenyum, bilang “excuse me” kalau dianggap menganggu, dan rajin berterima kasih. Orang Scotland dan British pada umumnya memang dikenal dengan tata kramanya yang santun.

Kesan ketiga, TERATUR.  Antri telah menjadi budaya yang melekat di masyarakat di Edinburgh. Di hampir semua tempat selalu ada antrian, bahkan naik bus antri dan turun bus juga antri. Tak ada penerobos lampu merah. Pejalan kaki mendapatkan tempat yang lapang tanpa perlu bersinggungan dengan pedagang kaki lima, tukang tambal ban, tukang ojek atau pengendara motor. Saya yang biasanya naik bis pergi dan pulang kuliah, sangat jarang mendengar suara klakson. Suara klakson adalah makhluk langka di kota ini. Tak ada yang sembarangan berjualan di pinggir jalan, atau tak ada yang membuka warung kecil sekalipun tanpa lisensi dari pemerintah setempat. Saya yang biasanya sampai malam di perpustakaan, kadang-kadang bermimpi sekali-sekali dengan melangkahkan kaki keluar gedung bisa menyetop tukang jualan keliling, tapi itu tak akan ditemui disini.

Bus in Edinburgh

Bis dalam kota

Kesan keempat MAHAL. Rata-rata mahal, meskipun tidak semua mahal. Harga daging, beras, susu, ayam, butter, dan apel masih sebanding atau kadang lebih murah dibanding di Indonesia. Tapi akomodasi mahal,  yang share flat dikisaran harga £350-450 perbulan belum termasuk tagihan listrik dan air. Transportasi bis dalam kota sekali naik £1.5, untuk langganan per empat minggu £40 bagi pelajar.  Makan dan minum di café bisa empat sampai lima kali lipat harga di Indonesia, paling murah £4.5. Harga bahan makanan yang termasuk paling mahal adalah Ikan. Sekilo ikan harganya dikisaran £25. Harga mi Instant asal Indonesia adalah £0.35, meskipun rasanya tak seenak Mi Instant yang khusus dijual di Indonesia.

KOTA PENDIDIKAN

Edinburgh telah menjadi tujuan pendidikan pelajar dari seluruh dunia. Bisa dikatakan bahwa 15-20% dari penduduk Edinburgh adalah pelajar. Maka tidak heran, jika anda kuliah di Edinburgh anda akan bertemu dengan teman di hampir disetiap supermarket yang dimasuki.

Terdapat empat perguruan tinggi terkemuka di Kota Edinburgh. Keempatnya adalah The Univeristy of Edinburgh, Heriott Watt University, Napier Edinburgh University dan Queen Margareth University. Jumlah pelajar asal Indonesia yang sekarang belajar di Kota Edinburgh sekitar 30 orang. Sebagian besar diantaranya adalah mahasiswa Post Graduate. Para pelajar Indonesia di Edinburgh tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia UK Cabang Edinburgh. PPI Edinburgh baru didirikan secara resmi pada tahun 2013.

Saya kuliah di University of Edinburgh. University ini berdiri sejak tahun 1583, merupakan salah satu perguruan tinggi tertua di Inggris, tapi merupakan perguruan tinggi termuda diantara enam perguruan tinggi tua yang ada. Berdasarkan peringkat QS World Rangking 2013, University of Edinburgh berada pada ranking 17 Dunia. University of Edinburgh banyak menelurkan ilmuwan dan pemimpin dunia, diantaranya penggagas terori evolusi Charles Darwin, fisikawan James Clerk Maxwell, filosof David Hume, Thomas Bayes, Joseph Lister, penemu telepon Alexander Graham Bell, fisikawan  Daniel Rutherford, fisikawan Max Born, penulis Sir Walter Scott, Robert Louis Stevenson, Novelis Sir Arthur Conan Doyle dan masih banyak lagi.  Sebanyak 18 penerima nobel terafiliasi dengan Univeristy of Edinburgh baik sebagai pelajar, researcher maupun professor. Penerima Nobel tahun 2013 Peter Higgs adalah penerima nobel Fisika terbaru dari University of Edinburgh atas penemuan partikel Higss Boson. Partikel Higgs-Boson juga terkenal dengan nama partikel Tuhan. Tiga orang mantan Perdana Menteri Inggris termasuk alumni University of Edinburgh.

KOTA WISATA

Apa kota terindah di UK? Kalau anda bertanya kepada orang Edinburgh, mereka pasti menjawab Edinburgh. Tapi kalau anda bertanya kepada orang dari Kota lain, mungkin mereka juga akan menyebut Edinburgh, kalaupun mereka menyebut kotanya sendiri, Edinburgh akan menjadi nomor dua. Yang jelas, bagi sebagian besar orang yang pernah ke Edinburgh, kota ini memang kota yang cantik dan layak untuk dikunjungi. Tak heran para pelajar Internasional yang menuntut ilmu di UK akan memprioritaskan untuk mengunjungi Edinburgh dalam masa studi mereka.

Edinburgh Castle view from Princess Street

Edinburgh Castle Tampak Dari Jauh

Kota Edinburgh seperti tak berubah oleh zaman. Arsitektur bangunannya masih sama dengan ratusan tahun lalu. Bangunan-banguan tua dan bersejarah berjajar memancarkan kejayaan masa lalu kingdom of the scots. Obyek yang paling sering dikunjungi di Edinburgh adalah Edinburgh Castle, Calton Hill, Arthur Seat, Greyfriar Kirkyard, National Museum, National Gallery, Holy Rood Palace, Princess Street, St Andrew Square, Camera Obscura dan Edinburgh Zoo.  Travel shop banyak bertebaran di Edinburgh, menawarkan perjalanan sehari ke Highland ataupun sightseeing seputar kota Edinburgh. Walking tour seputar kota juga tersedia di sekitar Royal Mile.

Edinburgh City, Citizen in The Park

Suasana Taman dan Warga yang menikmati cuaca cerah

AA1-DSC_0316

Musik Jalanan

Terdapat banyak festival sepanjang tahun di Kota Edinburgh, diantaranya adalah Edinburgh Science International Festival di bulan Mei, Film Festiva di bulan Junil dan Jazz and Blues Festival di bulan Juli, Edinburgh Military Tattoo,  Edinburgh Festival Fringe, International Festival dan book Festival di bulan Agustus, dan Edinburgh Hoogmanay yang merupakan perayaan tahun baru ala Scotlandia yang dianggap sebagai salah satu perayaan tahun baru yang paling menarik di dunia.

HIDUP SEBAGAI MUSLIM

Masyarakat Inggris sangat toleran terhadap keyakinan seseorang. Tak ada gangguan dalam menjalankan ibadah maupun berpakaian bagi muslimah di Inggris.  Jumlah muslim di Inggris berdasarkan sensus tahun 2011 adalah 4.8% dari total  sekitar 60 juta penduduk UK. Di Pusat Kota Edinburgh terdapat mesjid besar yang mampu menampung ribuan jamaah, mesjid ini juga berada di dekat central area University of Edinburgh. Selain digunakan untuk shalat, mesjid ini juga menyelenggarakan seminar keislaman. Untuk kampus yang berada jauh dari mesjid besar tersebut, seperti di kampus saya yang berada di area Kings Building terdapat mushallah yang dikelola teman-teman muslim, yang juga menyelenggarakan shalat jumat setiap pekannya.

Makanan halal banyak tersedia disekitar area mesjid. Tidak sulit mendapatkan daging dan ayam halal untuk dimasak. Masakan halal dicafe juga banyak tersebar di area sekitar mesjid. Umumnya jenis masakan yang dijual adalah khas India seperti kari ayam atau kari kambing.

AA1-DSC_0708

Toko Halal Food

Sebagai penutup. Kenapa tak Edinburgh saja?

Salam dari Edinburgh

Ahmad Amiruddin

@ahmadtaroada

https://taroada.wordpress.com

Reference:

Link 1,2,3,4, 5

LAURISTON CASTLE, Tak Berubah Sejak 1926

DSC_0369

Tampak Depan Lauriston Castle (taroada)

Sudah seminggu sebelumnya Edinburgh University Indonesian Society berencana akan mengadakan trip kesalah satu Castle di Edinburgh. Yang akan dikunjungi adalah Lauriston Castle. Dari gambar yang diupload teman-teman Society nampaknya Castle ini menarik dan banyak yang bisa dilihat.

Saya agak terlambat sampai di lokasi janjian di Old College, tapi untunglah saya ditunggu Aulia, teman Indonesia yang juga kuliah Master di University of Edinburgh. Rombongan pertama suda berangkat dan kami menyusul 7 menit kemudian. Perjalanan sekitar 45 menit dari central area dan dilanjutkan dengan berjalan kaki karena bus yang ditumpangi tidak lewat persis di jalan masuk Castle. Tiba di lokasi, rupanya saya sama Aulia yang duluan nyampe dan rombongan pertama justru tiba belakangan karena kesasar dan harus berjalan lebih jauh.

Pengunjung Castle ini tidak banyak, hanya rombongan society kami ditambah 2 orang turis lainnya, tiket masuk £5 untuk umum dan £3 untuk society, karena kami ikut society bayarnya hanya £3.

Pada abad pertengahan, lokasi Lauriston Castle sudah pernah ada bangunan akan tetapi hancur pada jaman pemerintahan Earl of Hertford. Kemudian Lauriston Castle dibangun pada tahun 1593 oleh Napier Family, yaitu Sir Archibald Napier of Merchiston. Sir Archibald ini adalah ayah dari Jhon Napier yang tempat kelahirannya di Merchiston dijadikan kampus Napier University. John Napier adalah ilmuwan yang yang menemukan algoritma dan bilangan decimal.

Lauriston Castle kemudian berpindah kepemilikan kepada John Law dari tahun 1671—1729, kemudian berpindah tangan lagi kepada politisi Andrew Rutherfurd dari tahun 1791-1854. Terakhir Lauriston Castle dimiliki oleh William Robert Reid, pemilik Morison & Co sejak  tahun 1902 dan oleh orang kaya bernama Reid tersebut istana Laurington dilengkapi dengan system listrik, perpipaan, dan telpon  yang sangat langka pada saat itu. Mr. Reid adalah pengusaha furniture dan itu juga sebabnya furnitur yang ada di istana ini lengkap dan indah.

Sejak Mrs Reid meninggal pada tahun 1926, kondisi castle dijaga sama dengan aslinya dan tetap terpelihara sampai sekarang. Dari mengunjungi istana ini kita bisa tahu selera, cara hidup, dan kehidupan pergaulan dari orang kaya jaman dulu di Inggris.  Furniture yang ada didalam Castle ini masih sama persis pada saat ditinggalkan oleh pemiliknya pada tahun 1926.

DSC_0373

Ruang Tengah, Jaman Dulu Sebagain Besar Orang Cuma Sampai di Ruang Tengah Ini (taroada)

DSC_0375

DIruang Kerja ini Foto-foto dan Furniturenya sama dengan sebelumnya, terdapat lampu dari listrik dan sudah ada telponnya, nomor telponnya single digit, “8” kalo tak salah ingat. Dari ruangan inilah Mr Reid mengontrol usahanya. Abang-abang yang garuk kepala itu Pemandu kita (taroada)

Kalo ada yang bilang dinding bisa mendengar, nah diruangan ini hal tersebut bisa terjadi, terdapat pintu rahasia diantara dinding luar dan dinding dalam, dimana semua pembicaraan bisa didengar dari ruang tersebut (taroada)

Kalo ada yang bilang dinding bisa mendengar, nah diruangan ini hal tersebut bisa terjadi, terdapat pintu rahasia diantara dinding luar dan dinding dalam, dimana semua pembicaraan bisa didengar dari ruang tersebut (taroada)

Toilet Duduk, Sejak 1926

Toilet Duduk, Sejak 1926

Ruang Tidur Nyonya Reid

Ruang Tidur Nyonya Reid

Bentuknya seperti Kakao dari Indonesia, karena memang demikianlah adanya, waktu itu namanya bukan Indonesia masih Hindia Belanda

Bentuknya seperti Kakao dari Indonesia, karena memang demikianlah adanya, waktu itu namanya bukan Indonesia masih Hindia Belanda, idenya memang Kakao dari tanah air, terdapat di kamar Nyonya Reid (taroada)

They Have "Morning Room"

They Have “Morning Room”

And Afternoon Room

And Afternoon Room

Ruang Makan, diruangan ini terdapat lukisan minyak gede

Ruang Makan, diruangan ini terdapat lukisan minyak gede

Ini ruang baca pastinya

Ini ruang baca pastinya

Taman Persahabatan, tak perlu ke Jepang

Taman Persahabatan, tak perlu ke Jepang

Lauriston Castle dari Belakang

Lauriston Castle dari Belakang, tampak orang bernain Cricket, taman ini memang menjadi Home dari Club Cricket

Disamping Laurisiton Castle terdapat Kyoto Frienship Garden, taman ini baru dibangun tahun 2002 sebagai kenang-kenangan dijadikannya Kyoto dan Edinburgh sebagai Sisters City.

Orang Britain memang pandai merawat tradisi, mungkin karena itu pemerintahannya masih menjadikan Ratu sebagai kepala Negara ketika banyak Negara eropa telah beralih ke Republik. Bangunan-bangunan berusia ratusan tahun dan masih berfungsi dengan baik hingga sekarang.

Edinburgh 28 September 2013

Rombngan Kami

Rombongan Kami, di tangga sebelum masuk ruang tengah. SALAM DARI LAURISTON CASTLE

BACA JUGA:

– I am Indonesian

– Perjalanan Ke Barat

– Mimpi Nonton Manchester United

– Oleh-Oleh Malaysia Bag. 1

– Oleh-Oleh Malaysia Bag.2

 Oleh-Oleh Palangkaraya

 Liburan Mamuju

– Oleh-Oleh Belitong