Menghitung Biaya Kuliah di Luar Negeri : Edinburgh dan Inggris Raya (UK)

1 UK Flag

Bendera UK di National Gallery Edinburgh

Kuliah di Luar Negeri masih menjadi pesona dan impian banyak orang. Selain kualitas pendidikan yang sudah kesohor dan tradisi akademisnya yang sudah berusia ratusan tahun, mengunjungi negeri-negeri asing dan berpetualang dalam kultur yang baru juga menjadi magnet kuliah di Luar Negeri. Salah satu unsur terpenting yang harus dipikirkan ketika akan memutuskan untuk kuliah di luar negeri adalah kalkulasi anggaran. Maklumlah, biaya kuliah di Luar Negeri pada umumnya mahal, terlebih lagi di negeri-negeri yang sudah sangat maju perekonomiannya dibanding Negara tercinta Indonesia.

Untuk masalah biaya kuliah ini, saya akan memberikan gambaran besar, unsur-unsur biaya yang sebaiknya diperhitungkan dalam merancang total anggaran kuliah di Luar Negeri, khususnya di Inggris Raya dengan mengambil contoh tempat kuliah saya di Edinburgh. Biaya hidup di Edinburgh bisa lebih mahal dibanding kebanyakan kota di Luar London di Inggri Raya. Yang harus dicatat, ini hanya sharing pengalaman saja, bukan sebagai pedoman, sehingga saya tidak dituntut secara hukum, secara adat maupun di bully dikemudian hari hanya karena gambaran yang saya berikan tidak sesuai dengan kenyataan yang didapat.

1.      Biaya Keberangkatan dan Kepulangan

Ini tentu biaya pertama yang harus dihitung, biaya keberangkatan termasuk diantaranya adalah :

a. Biaya Tes Kesehatan TB

Sebagai syarat mendapat Visa Study di Inggris (UK), para pemohon visa pelajar dari Indonesia (tanya : kenapa Indonesia?) harus melampirkan sertifikat bebas TB. Tes TB Hanya dilaksanakan di Rumah sakit yang bekerjasama dengan Imigrasi UK. Berlaku sejak 1 Juli 2013.  Untuk di Jakarta dilaksanakan di RS Premier Jatinegara dan RS Premier Bintaro, Untuk di Bali dilaksanakan di BIMC Hospital Kuta. Biayanya Rp. 555.000 di Jakarta dan Rp. 526.000 di Bali. Tes TB hanya dilaksanakan bagi pemohon visa yang tinggal lebih dari 6 bulan di Inggris (UK).

Lebih lengkap bisa dibaca di: UKBA  UKGOV

b. Biaya Visa.

Pengajuan visa dilaksanakan melalui agen Kedutaan Inggris di Jakarta. Pengajuannya dilakukan di kantor Visa Applicationm Center UK, di PT VFS Service Indonesia, 22 Floor B, Zone B Plaza Asia, Jl. Jenderal Sudirman Jakarta. Alamat baru di Kuningan City Mall, 2nd Floor, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 18 – Setiabudi, Kuningan Jakarta – 12940, Indonesia : Lebih Lengkap bisa dibuka di sini.

Biaya untuk Visa Student Tier-4 pada saat saya mengajukan di September 2013 adalah : Rp. 4.770.000. Bisa jadi, untuk sekarang sudah ada perubahan karena perubahan kurs rupiah terhadap Pound Sterling

Sebagai bahan bacaan kalau ada yang berubah silakan dibuka disini : visa student

 c. Tiket Pesawat

Setelah mendapatkan Visa. Tiket pesawat dapat dibeli. Untuk mendapatkan harga tiket pesawat yang lebih murah saya menggunakan kartu International Student Card yang bekerjasama dengan STA Travel. Harganya bisa hemat 20% dari harga regular.

Harga Tiket Berangkat dari Jakarta-Glasgow (one Way)  adalah : Rp. 11.000.000. Harga tiket lebih murah sebenarnya bisa didapatkan, range harga tiket ke UK dikisaran Rp. 8.000.000 – Rp. 14.000.000, tergantung exchange rate rupiah dan seasons juga. Untuk biaya kepulangan, harga tiket berangkat tinggal dikali dua.

Untuk alamat STA Travel lebih lanjut bisa dikontak kantornya di Allianz Tower, Jalan Rasuna Said Jakarta.

Biaya-biaya diatas belum termasuk airport tax dan biaya taksi dan kereta dari rumah ke bandara dan ketempat tujuan.

Agar pertimbangkan pula jumlah bagasi yang diperbolehkan oleh Airline masing-masing. Airline seperti Garuda (hanya ke London), Etihad, dan Emirates memberi bagasi yang lebih besar dibanding airline lainnya.

Sebagai perbandingan beberapa teman mendapatkan harga berikut :

– Hafied : Jakarta-Birmingham, Etihad = USD995

–  Denny : Jakarta-Manchester, Emirates = USD796

– Thia : Jakarta-Manchester, Qatar Airlines = USD632.5 (student price)

2.      Biaya Kuliah

Biaya kuliah, sangat tergantung kepada jurusan yang akan diambil. Biaya kuliah tiap jurusan sangat beragam, dan berubah setiap tahun. Biaya yang harus dibayar mahasiswa International dua kali lipat lebih besar dari Mahasiswa Inggris (UK) dan Uni Eropa.

Pada periode 2013-2014, biaya kuliah untuk program saya adalah GBP18.500, namun untuk 2014-2015 sudah naik menjadi GBP20.550.

Untuk kuliah undergraduate (S1) Engineering secara rata-rata untuk tahun 2014-2015 biayanya GBP20.050. Namun untuk S1 Hukum biayanya “hanya” GBP15.250.

Biaya kuliah di S1 University of Edinburgh bisa di cek disini

dan untuk program Master (S2) disini

3.      Biaya Hidup

Komponen biaya hidup saya buat dalam bulanan saja. Saya hanya setahun kuliah di Edinburgh, karena program Master memang cuma setahun di University of Edinburgh. Bagi yang kuliah S1 (lebih dari setahun) biayanya tentu lebih banyak.

a. Akomodasi

Besarnya variable, tergantung anggaran, jarak dari kampus, fasilitas dan keberuntungan. Kisaran harga untuk akomodasi sebulan di Edinburgh adalah GBP400 – GBP750. Untuk yang flat share dikisaran harga GBP400-GBP500. Sementara yang tinggal di flat terpisah tanpa berbagi kitchen dan living room dengan penghuni lain adalah dikisaran GBP550-GBP750. Untuk jaga-jaga siapkanlah anggaran minimal GBP550 untuk yang single. Unsur lain yang masuk dalam biaya akomodasi adalah tagihan listrik dan air, kisarannya GBP50 s.d GBP200, tergantung dari musim, pada musim dingin (winter) tagihan biasanya membengkak akibat pemakaian heater untuk pemanasan ruangan namun ada juga akomodasi yang sudah memasukkan tagihan utility dalam biaya sewa.

Untuk akomodasi bisa dicari di citylets dan gumtree:

Info lain dari teman (Hafied) :

 – spareroom.co.uk
– homeforstudents.co.uk
– easyroommate.com
– flatmaterooms.co.uk

b. Transportasi

Biaya tranportasi tergantung jarak tempat tinggal dari kampus. Akomodasi yang saya sebutkan diatas, sudah berada di area yang berdekatan dengan kampus, kalau kuliahnya di University of Edinburgh, namun jika kuliah di Univeristas lain agak berbeda hitungannya. Bis kota di Edinburgh untuk satu trip dengan menggunakan Lothian Bus adalah GBP1.5, untuk One day Trip GBP3.5, dan untuk berlangganan empat minggu GBP40. Yang bertempat tinggal jauh dari University biasanya menggunakan langganan empat minggu ini.

Untuk infonya bisa dilihat di website Lothian.

 c. Telepon

Biaya berlangganan kartu telepon pada kisaran GBP8 s.d GBP15, tergantung providernya. Yang lebih bagus sinyalnya biasanya harga langganannya lebih mahal. Saya sendiri menggunakan Giffgaff langganan GBP12/bulan, unlimited internet, namun sinyalnya kadang hilang.

Untuk info bisa dilihat disini: Giffgaff, Three, O2, Lebara

d. Makanan dan Minuman

Dimanapun didunia ini, biaya makan dan minum itu tergantung kemauan dan selera. Maksud saya kalau kita mau menghemat, maka kita bisa memasak sendiri, dengan membeli bahan makanan dari supermarket yang ada. Namun kalau tidak mau masak biayanya akan lebih mahal. Harga makanan tanpa minum di warung yang termurah menyediakan nasi kari ayam adalah GBP4.5. Kalau memasak sendiri biaya yang dikeluarkan bisa ditekan hingga sekitar GBP1.5/makan. Secara rata-rata pengeluaran untuk makan dan minum secara bulanan dikisaran GBP200-GBP250, itupun bisa lebih dan bisa kurang. Semakin sering masak, maka akan semakin hemat, semakin sering makan diluar maka pengeluaran akan makin tinggi.

Harga bahan makanan seperti daging sapi dan daging ayam sebanding dengan di Indonesia, namun untuk bahan makanan lainnya harganya biasanya tiga kali lipatnya.

e. Biaya Fotocopy, Stationery dan lain-lain

Jangan meremehkan biaya foto copy di negeri Ratu Elizabeth ini. Harga termurahnya dikisaran GBP0.05, setara dengan Rp.1000/lembar di kampus, kalau fotocopy diluar enam kali lebih mahal. Untuk setiap semester sediakan dana sekitar GBP50-60 untuk fotocopy dan stationery. Sebagai reference.

 4.      Biaya Lain-lain

Biaya lain-lain ini tergantung dari pribadi masing-masing, misalnya mau wisata ke London, siapkan budget untuk kereta PP London, ditambah biaya hotel dan biaya transportasi disana. Mau nonton Manchester United siapkan dana untuk kereta dan tiket masuk stadion. Biaya lain-lain juga termasuk beli pakaian, sepatu, tas, nonton festival, nongkrong sama teman, tiket castle, tiket museum, dan lain-lain.

Reference : Kereta, Bus 1, Bus 2

5.      Biaya Asuransi

Tak seperti pelajar di Negara lain, asuransi kesehatan bagi pelajar dan keluarganya di UK, gratis.

Sumber Dana

Setelah dihitung-hitung, ternyata dana yang dibutuhkan cukup besar untuk sekolah di Edinburgh untuk setiap tahunnya. Terus darimana sumber dananya? Ada yang biaya sendiri dan ada yang menggunakan beasiswa.

Bagi yang biaya sendiri tak perlu saya bahas, karena ada jutaan orang Indonesia yang bisa menyekolahkan anaknya diluar negeri, dengan asumsi bahwa satu persen penduduk Indonesia adalah orang yang memang sudah sangat makmur.

Bagi yang menggunakan beasiswa, ada banyak lembaga yang memberikan beasiswa bagi para peminat yang ingin sekolah di luar negeri, lembaga-lembaga itu seperti Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdiknas (khusus dosen), Kementerian Komunikasi dan Informasi (PNS/Polri/Swasta), British Chevening (Umum), LPDP (umum) dan Bappenas (PNS).

Salam dari Edinburgh

 

 

Advertisements

Mengenal Edinburgh

Oleh : Ahmad Amiruddin

Edinburgh? Iya Edinburgh (baca Edinbrah). Beberapa penyiar TV Amerika menyebutnya Edinberg. Mereka membaca seperti melafalkan Pittsburgh dengan Pittsberg. Tapi orang-orang di UK menyebutnya Edinbrah. Ini adalah Ibukota Skotlandia, penduduknya “cuma” 480 ribu jiwa. Skotlandia sendiri adalah salah satu negara yang membentuk United Kingdom of Great Britain, disingkat UKGB atau UK saja. Orang Indonesia menyebutnya Inggris Raya. Ada sedikit kerancuan sebenarnya, karena UK terdiri dari England, Scotland, Irlandia Utara dan Wales. UK dan England sama-sama disebut Inggris di Indonesia. Kata Inggris sendiri konon kabarnya diwariskan oleh Penjajah Jepang kepada putra pertiwi. Anda tahu sendiri kan?, orang Jepang melafalkan el menjadi er dan jadilah inglish menjadi inggris, dan orang Indonesia menyebutnya dengan kata yang sama.

map_scotland (1)

Peta Scotland (Source: uknetguide.co.uk)

Edinburgh memang bukan kota terbesar saat ini di Skotlandia. Kota terbesar di Skotlandia adalah Glasgow, dan mungkin karena itulah orang Indonesia lebih mengenal Glasgow dibanding Edinburgh, disamping juga klub sepakbola Glasgow Rangers dan Glasgow Celtic lebih terkenal daripada Edinburgh Hibernian dan Heart, dua tim sepakbola dari Kota Edinburgh.

KESAN PERTAMA

Apa kesan pertama saya ketika tiba dikota ini? CANTIK. Saya tak bermaksud merendahkan Kota Tua Jakarta atau Kota Tua Malaka, tapi disini, di Kota ini, hampir semua bangunan seperti itu modelnya dengan model Victorian, dan usia bangunan lebih dari satu abad. Keluar dari flat dan berfoto saja sudah lebih indah daripada berfoto di Kota Tua Jakarta yang kurang terawat atau Kota tua Malaka yang lebih terawat.

Kesan selanjutnya, orangnya RAMAH.  Mereka rajin menyapa, senang  tersenyum, bilang “excuse me” kalau dianggap menganggu, dan rajin berterima kasih. Orang Scotland dan British pada umumnya memang dikenal dengan tata kramanya yang santun.

Kesan ketiga, TERATUR.  Antri telah menjadi budaya yang melekat di masyarakat di Edinburgh. Di hampir semua tempat selalu ada antrian, bahkan naik bus antri dan turun bus juga antri. Tak ada penerobos lampu merah. Pejalan kaki mendapatkan tempat yang lapang tanpa perlu bersinggungan dengan pedagang kaki lima, tukang tambal ban, tukang ojek atau pengendara motor. Saya yang biasanya naik bis pergi dan pulang kuliah, sangat jarang mendengar suara klakson. Suara klakson adalah makhluk langka di kota ini. Tak ada yang sembarangan berjualan di pinggir jalan, atau tak ada yang membuka warung kecil sekalipun tanpa lisensi dari pemerintah setempat. Saya yang biasanya sampai malam di perpustakaan, kadang-kadang bermimpi sekali-sekali dengan melangkahkan kaki keluar gedung bisa menyetop tukang jualan keliling, tapi itu tak akan ditemui disini.

Bus in Edinburgh

Bis dalam kota

Kesan keempat MAHAL. Rata-rata mahal, meskipun tidak semua mahal. Harga daging, beras, susu, ayam, butter, dan apel masih sebanding atau kadang lebih murah dibanding di Indonesia. Tapi akomodasi mahal,  yang share flat dikisaran harga £350-450 perbulan belum termasuk tagihan listrik dan air. Transportasi bis dalam kota sekali naik £1.5, untuk langganan per empat minggu £40 bagi pelajar.  Makan dan minum di café bisa empat sampai lima kali lipat harga di Indonesia, paling murah £4.5. Harga bahan makanan yang termasuk paling mahal adalah Ikan. Sekilo ikan harganya dikisaran £25. Harga mi Instant asal Indonesia adalah £0.35, meskipun rasanya tak seenak Mi Instant yang khusus dijual di Indonesia.

KOTA PENDIDIKAN

Edinburgh telah menjadi tujuan pendidikan pelajar dari seluruh dunia. Bisa dikatakan bahwa 15-20% dari penduduk Edinburgh adalah pelajar. Maka tidak heran, jika anda kuliah di Edinburgh anda akan bertemu dengan teman di hampir disetiap supermarket yang dimasuki.

Terdapat empat perguruan tinggi terkemuka di Kota Edinburgh. Keempatnya adalah The Univeristy of Edinburgh, Heriott Watt University, Napier Edinburgh University dan Queen Margareth University. Jumlah pelajar asal Indonesia yang sekarang belajar di Kota Edinburgh sekitar 30 orang. Sebagian besar diantaranya adalah mahasiswa Post Graduate. Para pelajar Indonesia di Edinburgh tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia UK Cabang Edinburgh. PPI Edinburgh baru didirikan secara resmi pada tahun 2013.

Saya kuliah di University of Edinburgh. University ini berdiri sejak tahun 1583, merupakan salah satu perguruan tinggi tertua di Inggris, tapi merupakan perguruan tinggi termuda diantara enam perguruan tinggi tua yang ada. Berdasarkan peringkat QS World Rangking 2013, University of Edinburgh berada pada ranking 17 Dunia. University of Edinburgh banyak menelurkan ilmuwan dan pemimpin dunia, diantaranya penggagas terori evolusi Charles Darwin, fisikawan James Clerk Maxwell, filosof David Hume, Thomas Bayes, Joseph Lister, penemu telepon Alexander Graham Bell, fisikawan  Daniel Rutherford, fisikawan Max Born, penulis Sir Walter Scott, Robert Louis Stevenson, Novelis Sir Arthur Conan Doyle dan masih banyak lagi.  Sebanyak 18 penerima nobel terafiliasi dengan Univeristy of Edinburgh baik sebagai pelajar, researcher maupun professor. Penerima Nobel tahun 2013 Peter Higgs adalah penerima nobel Fisika terbaru dari University of Edinburgh atas penemuan partikel Higss Boson. Partikel Higgs-Boson juga terkenal dengan nama partikel Tuhan. Tiga orang mantan Perdana Menteri Inggris termasuk alumni University of Edinburgh.

KOTA WISATA

Apa kota terindah di UK? Kalau anda bertanya kepada orang Edinburgh, mereka pasti menjawab Edinburgh. Tapi kalau anda bertanya kepada orang dari Kota lain, mungkin mereka juga akan menyebut Edinburgh, kalaupun mereka menyebut kotanya sendiri, Edinburgh akan menjadi nomor dua. Yang jelas, bagi sebagian besar orang yang pernah ke Edinburgh, kota ini memang kota yang cantik dan layak untuk dikunjungi. Tak heran para pelajar Internasional yang menuntut ilmu di UK akan memprioritaskan untuk mengunjungi Edinburgh dalam masa studi mereka.

Edinburgh Castle view from Princess Street

Edinburgh Castle Tampak Dari Jauh

Kota Edinburgh seperti tak berubah oleh zaman. Arsitektur bangunannya masih sama dengan ratusan tahun lalu. Bangunan-banguan tua dan bersejarah berjajar memancarkan kejayaan masa lalu kingdom of the scots. Obyek yang paling sering dikunjungi di Edinburgh adalah Edinburgh Castle, Calton Hill, Arthur Seat, Greyfriar Kirkyard, National Museum, National Gallery, Holy Rood Palace, Princess Street, St Andrew Square, Camera Obscura dan Edinburgh Zoo.  Travel shop banyak bertebaran di Edinburgh, menawarkan perjalanan sehari ke Highland ataupun sightseeing seputar kota Edinburgh. Walking tour seputar kota juga tersedia di sekitar Royal Mile.

Edinburgh City, Citizen in The Park

Suasana Taman dan Warga yang menikmati cuaca cerah

AA1-DSC_0316

Musik Jalanan

Terdapat banyak festival sepanjang tahun di Kota Edinburgh, diantaranya adalah Edinburgh Science International Festival di bulan Mei, Film Festiva di bulan Junil dan Jazz and Blues Festival di bulan Juli, Edinburgh Military Tattoo,  Edinburgh Festival Fringe, International Festival dan book Festival di bulan Agustus, dan Edinburgh Hoogmanay yang merupakan perayaan tahun baru ala Scotlandia yang dianggap sebagai salah satu perayaan tahun baru yang paling menarik di dunia.

HIDUP SEBAGAI MUSLIM

Masyarakat Inggris sangat toleran terhadap keyakinan seseorang. Tak ada gangguan dalam menjalankan ibadah maupun berpakaian bagi muslimah di Inggris.  Jumlah muslim di Inggris berdasarkan sensus tahun 2011 adalah 4.8% dari total  sekitar 60 juta penduduk UK. Di Pusat Kota Edinburgh terdapat mesjid besar yang mampu menampung ribuan jamaah, mesjid ini juga berada di dekat central area University of Edinburgh. Selain digunakan untuk shalat, mesjid ini juga menyelenggarakan seminar keislaman. Untuk kampus yang berada jauh dari mesjid besar tersebut, seperti di kampus saya yang berada di area Kings Building terdapat mushallah yang dikelola teman-teman muslim, yang juga menyelenggarakan shalat jumat setiap pekannya.

Makanan halal banyak tersedia disekitar area mesjid. Tidak sulit mendapatkan daging dan ayam halal untuk dimasak. Masakan halal dicafe juga banyak tersebar di area sekitar mesjid. Umumnya jenis masakan yang dijual adalah khas India seperti kari ayam atau kari kambing.

AA1-DSC_0708

Toko Halal Food

Sebagai penutup. Kenapa tak Edinburgh saja?

Salam dari Edinburgh

Ahmad Amiruddin

@ahmadtaroada

https://taroada.wordpress.com

Reference:

Link 1,2,3,4, 5

Arthur’s Seat dan Legenda Raja Arthur

Tak sah ke Edinburgh kalau belum ke Arthur’s Seat, begitu kata orang-orang. Seperti orang ke Jakarta belum ke Monas kata Muhammad Aulia, teman sesama mahasiswa dari Indonesia di Edinburgh. Sebenarnya sudah dari minggu-minggu sebelumnya di ajak Aulia ke Arthur’s Seat karena letaknya yang terlalu jauh dari flatnya, namun dingin di pagi hari menghalangi niat tersebut.

Beruntunglah cuaca hari sabtu 5/10/13, cerah dan segar. Matahari bersinar, langit tampak terang dan tak nampak tanda-tanda hujan. Segera saya text Aulia dan ajak ke Arthur’s Seat. “OK” katanya “kita ketemu di Old College, University of Edinburgh”.

Kami berangkat dari South bridge menuju ke Scottish Parlement, berbelok di Museum of Earth dan kemudian menuju ke Hollyrood Park.

Naik gunung bukan hobby saya. Meskipun saya sebenarnya tidak pernah naik gunung beneran, sewaktu kecil saya biasa ke kebun bapak di Bulu Caggillung di Daerah Wajo, sebenarnya itu bukit tapi lama perjalanan kaki yang ditempuh kesana bisa 7 jam. Sewaktu SD, saya juga pernah menemani tetangga ketika pertama kali akan ditugaskan sebagai Guru Daerah Terpencil di Bila, ini naik bukit juga dan jalan kaki 6 jam. Tapi naik gunung beneran, tak pernah, jadi saya tak termasuk mantan mahasiswa pencinta gunung, kalo pencinta alam mungkin saya termasuk J.

Arthurs seat bisa dinaiki dari berbagai sudut, tapi karena kami lewatnya Scottish parliament, maka mulai naiknya dari sana, perjalanannya tak terlalu mendaki meskipun berkeringat juga. Pemandangan pertama adalah St. Margaret’s Loch, danau kecil dengan banyak bangau yang beterbangan Nampak indah dari atas.

Sedikit naik keatas lagi Nampak reruntuhan bangunan sisa Kapel  St Anthony. Kapel ini dibangun sekitar Abad ke-15, dan dari catatan terakhir Paus memberikan dana untuk perbaikan pada tahun 1426, sementara itu peribadatan terakhir adalah tahun 1581. Tak ada yang tahu persis seperti apa bentuk asli kapel tersebut karena yang tersisa hanya satu bagian tembok.

Reruntuhan Kapel St. Anthony

Reruntuhan Kapel St. Anthony

Dari kapel tersebut kita naik lagi keatas, beberapa orang tampak berusaha menuju puncak juga, ada yang mengambil jalur pendakian yang lebih mudah yang bisa diakses mobil. Banyak juga yang membawa peliharaannya jalan-jalan.

Jalur ke Puncak

Jalur ke Puncak

Mendekati puncak, jalanan diberi semacam pagar untuk memudahkan pendakian. Begitu sampai di puncak Arthur’s Seat, angin dingin menusuk tulang, tangan saya rasanya membeku, darah tropis saya tak terbiasa dengan angin dingin. Dipuncak Arthur’s Seat kita dapat melihat pemandangan Edinburgh 360derajat, tampak dari atas Old College, Edinburgh Castle, Scott Monument, Pelabuhan, Stadion, Calton Hill, dan masih banyak lagi. Di puncak inilah orang-orang berfoto dengan bermacam gaya untuk mengabarkan kepada saudara “Aku telah sampai di Edinburgh”.

Edinbra 360derajat

Edinburgh 360derajat

Legenda Raja Arthur

Raja Arthur sudah menjadi legenda Dunia, ceritanya dibukukan dan difilmkan. Cerita tentang Raja Arthur punya banyak versi dari banyak pengarang. Dia sebenarnya Raja Jaman Abad ke-5, namun ceritanya pertama kali muncul pada tahun 830 oleh seorang pengarang bernama Nenius. Dalam cerita ini Raja Arthur memimpin pasukan Britania menghadapi gempuran bangsa Anglo-Saxon dari Jerman, Nenius mencatat terdapat 12 pertempuran yang dipimpin oleh King Arthur. Cerita Raja Arthur berkembang seriring zaman, dia berubah menjadi legenda dan mitos, dan mitos tentang Merlin, Excalibur dan The Knight of Round Table menjadi lebih penting dari sejarah itu sendiri, pada akhirnya Raja Arthur diangkat sebagai Cerita Pahlawan untuk menyemangati Bangsa Britania tentang kebaikan dan kegigihan, kesetiakawanan dan kegigihan melawan kejahatan.

Dari cerita tersebut, apa hubungannya Arthur’s Seat dengan Raja Arthur. Banyak dugaan bermuculan seperti juga misterinya sejarah Raja Arthur sendiri. Yang paling narsis menyatakan bahwa memang ada hubungan antara Raja Arthur dengan Arthur’s Seat, disanalah tempat pasukan Raja Arthur jaman dahulu, tapi ada juga yang menyatakan bahwa nama tersebut karena kesalahan pengejaan Ard-na-Said, “Height of Arrows”, mungkin diantaranya pernah disebut “Archer’s Seat”, dan jadilah Arthur’s Seat.

Bagaimanapun cerita asal muasal nama Arthur’s Seat menjadi tidak penting bagi orang Edinburgh, mereka lebih senang percaya, Arthur’s Seat memang ada hubungannya dengan Raja Arthur. Tak perlu disalahkan, kita juga lebih senang demikian, dan yang lebih penting bagi saya…

I WAS THERE……:)

I Was Here

I Was Here

Salam dari Edinburgh