Mengenal Edinburgh

Oleh : Ahmad Amiruddin

Edinburgh? Iya Edinburgh (baca Edinbrah). Beberapa penyiar TV Amerika menyebutnya Edinberg. Mereka membaca seperti melafalkan Pittsburgh dengan Pittsberg. Tapi orang-orang di UK menyebutnya Edinbrah. Ini adalah Ibukota Skotlandia, penduduknya “cuma” 480 ribu jiwa. Skotlandia sendiri adalah salah satu negara yang membentuk United Kingdom of Great Britain, disingkat UKGB atau UK saja. Orang Indonesia menyebutnya Inggris Raya. Ada sedikit kerancuan sebenarnya, karena UK terdiri dari England, Scotland, Irlandia Utara dan Wales. UK dan England sama-sama disebut Inggris di Indonesia. Kata Inggris sendiri konon kabarnya diwariskan oleh Penjajah Jepang kepada putra pertiwi. Anda tahu sendiri kan?, orang Jepang melafalkan el menjadi er dan jadilah inglish menjadi inggris, dan orang Indonesia menyebutnya dengan kata yang sama.

map_scotland (1)

Peta Scotland (Source: uknetguide.co.uk)

Edinburgh memang bukan kota terbesar saat ini di Skotlandia. Kota terbesar di Skotlandia adalah Glasgow, dan mungkin karena itulah orang Indonesia lebih mengenal Glasgow dibanding Edinburgh, disamping juga klub sepakbola Glasgow Rangers dan Glasgow Celtic lebih terkenal daripada Edinburgh Hibernian dan Heart, dua tim sepakbola dari Kota Edinburgh.

KESAN PERTAMA

Apa kesan pertama saya ketika tiba di kota ini? CANTIK. Saya tak bermaksud merendahkan Kota Tua Jakarta atau Kota Tua Malaka, tapi disini, di Kota ini, hampir semua bangunan seperti itu modelnya dengan model Victorian, dan usia bangunan lebih dari satu abad. Keluar dari flat dan berfoto saja sudah lebih indah daripada berfoto di Kota Tua Jakarta yang kurang terawat atau Kota tua Malaka yang lebih terawat.

Kesan selanjutnya, orangnya RAMAH.  Mereka rajin menyapa, senang  tersenyum, bilang “excuse me” kalau dianggap menganggu, dan rajin berterima kasih. Orang Scotland dan British pada umumnya memang dikenal dengan tata kramanya yang santun.

Kesan ketiga, TERATUR.  Antri telah menjadi budaya yang melekat di masyarakat di Edinburgh. Di hampir semua tempat selalu ada antrian, bahkan naik bus antri dan turun bus juga antri. Tak ada penerobos lampu merah. Pejalan kaki mendapatkan tempat yang lapang tanpa perlu bersinggungan dengan pedagang kaki lima, tukang tambal ban, tukang ojek atau pengendara motor. Saya yang biasanya naik bis pergi dan pulang kuliah, sangat jarang mendengar suara klakson. Suara klakson adalah makhluk langka di kota ini. Tak ada yang sembarangan berjualan di pinggir jalan, atau tak ada yang membuka warung kecil sekalipun tanpa lisensi dari pemerintah setempat. Saya yang biasanya sampai malam di perpustakaan, kadang-kadang bermimpi sekali-sekali dengan melangkahkan kaki keluar gedung bisa menyetop tukang jualan keliling, tapi itu tak akan ditemui disini.

Bus in Edinburgh

Bis dalam kota

Kesan keempat MAHAL. Rata-rata mahal, meskipun tidak semua mahal. Harga daging, beras, susu, ayam, butter, dan apel masih sebanding atau kadang lebih murah dibanding di Indonesia. Tapi akomodasi mahal,  yang share flat dikisaran harga £350-450 perbulan belum termasuk tagihan listrik dan air. Transportasi bis dalam kota sekali naik £1.5, untuk langganan per empat minggu £40 bagi pelajar.  Makan dan minum di café bisa empat sampai lima kali lipat harga di Indonesia, paling murah £4.5. Harga bahan makanan yang termasuk paling mahal adalah Ikan. Sekilo ikan harganya dikisaran £25. Harga mi Instant asal Indonesia adalah £0.35, meskipun rasanya tak seenak Mi Instant yang khusus dijual di Indonesia.

KOTA PENDIDIKAN

Edinburgh telah menjadi tujuan pendidikan pelajar dari seluruh dunia. Bisa dikatakan bahwa 15-20% dari penduduk Edinburgh adalah pelajar. Maka tidak heran, jika anda kuliah di Edinburgh anda akan bertemu dengan teman di hampir disetiap supermarket yang dimasuki.

Terdapat empat perguruan tinggi terkemuka di Kota Edinburgh. Keempatnya adalah The Univeristy of Edinburgh, Heriott Watt University, Napier Edinburgh University dan Queen Margareth University. Jumlah pelajar asal Indonesia yang sekarang belajar di Kota Edinburgh sekitar 30 orang. Sebagian besar diantaranya adalah mahasiswa Post Graduate. Para pelajar Indonesia di Edinburgh tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia UK Cabang Edinburgh. PPI Edinburgh baru didirikan secara resmi pada tahun 2013.

Saya kuliah di University of Edinburgh. University ini berdiri sejak tahun 1583, merupakan salah satu perguruan tinggi tertua di Inggris, tapi merupakan perguruan tinggi termuda diantara enam perguruan tinggi tua yang ada. Berdasarkan peringkat QS World Rangking 2013, University of Edinburgh berada pada ranking 17 Dunia. University of Edinburgh banyak menelurkan ilmuwan dan pemimpin dunia, diantaranya penggagas terori evolusi Charles Darwin, fisikawan James Clerk Maxwell, filosof David Hume, Thomas Bayes, Joseph Lister, penemu telepon Alexander Graham Bell, fisikawan  Daniel Rutherford, fisikawan Max Born, penulis Sir Walter Scott, Robert Louis Stevenson, Novelis Sir Arthur Conan Doyle dan masih banyak lagi.  Sebanyak 18 penerima nobel terafiliasi dengan Univeristy of Edinburgh baik sebagai pelajar, researcher maupun professor. Penerima Nobel tahun 2013 Peter Higgs adalah penerima nobel Fisika terbaru dari University of Edinburgh atas penemuan partikel Higss Boson. Partikel Higgs-Boson juga terkenal dengan nama partikel Tuhan. Tiga orang mantan Perdana Menteri Inggris termasuk alumni University of Edinburgh.

KOTA WISATA

Apa kota terindah di UK? Kalau anda bertanya kepada orang Edinburgh, mereka pasti menjawab Edinburgh. Tapi kalau anda bertanya kepada orang dari Kota lain, mungkin mereka juga akan menyebut Edinburgh, kalaupun mereka menyebut kotanya sendiri, Edinburgh akan menjadi nomor dua. Yang jelas, bagi sebagian besar orang yang pernah ke Edinburgh, kota ini memang kota yang cantik dan layak untuk dikunjungi. Tak heran para pelajar Internasional yang menuntut ilmu di UK akan memprioritaskan untuk mengunjungi Edinburgh dalam masa studi mereka.

Edinburgh Castle view from Princess Street

Edinburgh Castle Tampak Dari Jauh

Kota Edinburgh seperti tak berubah oleh zaman. Arsitektur bangunannya masih sama dengan ratusan tahun lalu. Bangunan-banguan tua dan bersejarah berjajar memancarkan kejayaan masa lalu kingdom of the scots. Obyek yang paling sering dikunjungi di Edinburgh adalah Edinburgh Castle, Calton Hill, Arthur Seat, Greyfriar Kirkyard, National Museum, National Gallery, Holy Rood Palace, Princess Street, St Andrew Square, Camera Obscura dan Edinburgh Zoo.  Travel shop banyak bertebaran di Edinburgh, menawarkan perjalanan sehari ke Highland ataupun sightseeing seputar kota Edinburgh. Walking tour seputar kota juga tersedia di sekitar Royal Mile.

Edinburgh City, Citizen in The Park

Suasana Taman dan Warga yang menikmati cuaca cerah

AA1-DSC_0316

Musik Jalanan

Terdapat banyak festival sepanjang tahun di Kota Edinburgh, diantaranya adalah Edinburgh Science International Festival di bulan Mei, Film Festiva di bulan Junil dan Jazz and Blues Festival di bulan Juli, Edinburgh Military Tattoo,  Edinburgh Festival Fringe, International Festival dan book Festival di bulan Agustus, dan Edinburgh Hoogmanay yang merupakan perayaan tahun baru ala Scotlandia yang dianggap sebagai salah satu perayaan tahun baru yang paling menarik di dunia.

HIDUP SEBAGAI MUSLIM

Masyarakat Inggris sangat toleran terhadap keyakinan seseorang. Tak ada gangguan dalam menjalankan ibadah maupun berpakaian bagi muslimah di Inggris.  Jumlah muslim di Inggris berdasarkan sensus tahun 2011 adalah 4.8% dari total  sekitar 60 juta penduduk UK. Di Pusat Kota Edinburgh terdapat mesjid besar yang mampu menampung ribuan jamaah, mesjid ini juga berada di dekat central area University of Edinburgh. Selain digunakan untuk shalat, mesjid ini juga menyelenggarakan seminar keislaman. Untuk kampus yang berada jauh dari mesjid besar tersebut, seperti di kampus saya yang berada di area Kings Building terdapat mushallah yang dikelola teman-teman muslim, yang juga menyelenggarakan shalat jumat setiap pekannya.

Makanan halal banyak tersedia disekitar area mesjid. Tidak sulit mendapatkan daging dan ayam halal untuk dimasak. Masakan halal dicafe juga banyak tersebar di area sekitar mesjid. Umumnya jenis masakan yang dijual adalah khas India seperti kari ayam atau kari kambing.

AA1-DSC_0708

Toko Halal Food

Sebagai penutup. Kenapa tak Edinburgh saja?

Salam dari Edinburgh

Ahmad Amiruddin

@ahmadtaroada

https://taroada.wordpress.com

Reference:

Link 1,2,3,4, 5

Advertisements

Belajar dari system Exam di UK

Exam sudah berlalu, selama  2 minggu exam telah menyita hampir seluruh energy dan pikiran saya. Exam memang tempatnya bertempur, “the moment to show”. Bagi saya, exam adalah pertaruhan harga diri. Malu rasanya menerima beasiswa kalau tidak bisa menunjukkan kepada sponsor bahwa mereka tidak salah memilih kandidat penerima beasiswa, dan sebagai bapak dari seorang Ponggawa, saya malu kalau tidak bisa memberi contoh bagaimana berjuang dengan sungguh-sungguh kepada anak.

Bertapa di Perpustakaan

Sistem exam di UK memang agak unik, jika dibandingkan di tempat saya dulu berguru di Indonesia. Dari jauh hari, lebih dari sebulan sebelum revision week, jadwal exam sudah dipublikasikan kepada semua mahasiswa, sehingga kita sudah harus bersiap meningkatkan upaya belajar supaya tidak mati-matian nanti menjelang exam. Sebulan sebelum revision week, sambil kuliah di pagi hari sayapun kemudian membuat jadwal belajar untuk kelima mata kuliah yang harus dibaca minimal 3 jam setiap harinya. Tak akan pernah ada system kebut semalam, karena bahannya yang banyak, perlu analisa, serta kadang-kadang perlu mencari tambahan resources dari buku dan jurnal.

Harus saya akui juga, kendala bahasa masih kadang-kadang membuat saya sulit memahami beberapa kata yang diucapkan oleh pengajar, tapi itu tidak menjadi pembenaran sehingga saya dibolehkan untuk mendapatkan standar penilaian yang lebih rendah dibanding teman-teman yang lain. Mau dia Amerika, English, Scottish, Germany, French, Greek, Chinese, Malaysian semua sudah dianggap sama dalam menangkap mata pelajaran. Karena kendala bahasa itu pula, menurut saya, saya harus lebih giat belajar dibanding teman-teman yang sudah dari lahir berbahasa Inggris.

Kuliah terakhir semester ini di minggu ke 3 November 2013, dan jadwal exam pertama di tanggal 9 Desember 2013 dan terakhir tanggal 19 Desember, untuk 5 mata kuliah. Dari kuliah terakhir hingga exam adalah revision week.

Revision week ini sebenarnya minggu tenang tanpa kuliah di kelas. Kalau dulu waktu kuliah, minggu tenang ini adalah waktunya tenang, tak banyak aktivitas belajar hingga 2 hari menjelang ujian. Tapi kali ini lain, para pertapa di Perpustakaan sudah mulai menggelar ritualnya begitu denting jam revision week dimulai, hampir tak ada tempat yang kosong untuk belajar.

Kalau dulu saya belajar setelah lewat jam 12 malam, kali ini saya belajar dengan cara yang lebih manusiawi, terukur namun marathon. Saya  mulai nongkrong diperpustakaan jam 11 pagi sampai jam 11 malam. Untuk makan siang saya sudah bawa dari rumah menu makan siang yang enak, halal dan murah. Beli makanan di Kampus, tidak termasuk dalam kalkulator sponsor saya. Lokasi favorit saya adalah di lantai Silent Room yang berdekatan dengan rak buku-buku Engineering, hanya satu dua tarikan nafas saya bisa menjangkau buku-buku referensi dengan gampang.

Revision week membuat saya banyak teman, teman diskusi sangat diperlukan ketika harus memecahkan soal yang rumit atau berlatih membuat simulasi jawaban untuk Exam.

Soal-soal yang diajukan di exam punya bentuk berbeda, tergantung “system” yang dianut oleh pengajarnya. Berdasarkan metodenya saya bisa bagi beberapa:

1. Short Question, but Looong Answer.

Pertanyaannya cuma satu kalimat, misalnya bandingkanlah pendapat yang yang pro dan kontra teori x?

Pertanyaan terbuka seperti ini tidak ada yang benar dan salah, pengajar hanya mau tahu seberapa tahu dan seberapa dalam pemahaman kita mengenai sebuah hal, pertanyaan sependek ini dijawab minimal 1,5 halaman. Bagusnya jenis pertanyaan ini, semakin banyak kita membaca, maka semakin gampang kita menyusun argument, namun susahnya adalah apakah argument yang kita berikan sesuai dengan harapan pengajarnya. Untuk system ini terdapat 4 soal, dimana dipilih 2 soal untuk dijawab selama 2 jam. Waktu 2 jam itu tak akan pernah cukup sebenarnya.

Untuk jenis exam ini, sangat dibutuhkan banyak diskusi dan latihan menulis essay sendiri, dan tahu sendiri kan masalahnya, saya tak terbiasa menulis dalam bahasa Inggris. That’s my challenge.

2. Short Question but many questions and many sections + Calculation + Essay

Yang ini untuk mata kuliah 20 kredit, exam berlangsung selama 3 jam. Contoh pertanyaannya : 1) explain the principle of xxx, what the advantages and disadvantages, compare with yyy.

Jumlah pertanyaan seperti ini antara 11-15 questions, ditambah calculation yang kompleks dan essay 1 halaman. Untuk exam seperti ini, disamping bahannya yang bejibun dan harus membaca puluhan jurnal dan bahan presentasi, juga harus bisa bertempur dengan waktu. Waktu 3 jam tak cukup untuk menjawab semua pertanyaannya.

3. Science fiction book

Pertanyaannya bisa satu setengah halaman yang berisi deskripsi dan kalkulasi. Pertanyaannya misalnya : sebuah perusahaan menunjuk anda sebagai konsultan pembangunan pembangkit xxxx, kemudian data diberikan, masalah diajukan, pertanyaannya : kalkulasi xxx, deskripsikan pilihannya, apa kelebihannya, bagaimana kalau xxx, apa yang terjadi kalau efisiensinya naik?

Untuk yang ini, ada gampang ada susahnya, kalau sudah mengerti, akan dengan mudah mencari jawabannya, tapi kalau hanya mereka-reka, akan sangat sulit.

Ya iyalah, kalau mengerti memang gampang.

Untuk subject ini bahannya sangat banyak, dibutuhkan bebarapa hari dikali 12 jam hanya untuk membaca saja dan meringkas, belum memahami, mengerti alurnya dan study case. Wajah-wajah muram tampak hadir setelah exam subject ini.

4. I have No Idea

Inilah yang paling sulit, yang diajarkan dikelas, yang dipelajari di tutorial dan yang diexamkan setahun sebelumnya sama sekali beda. Wajah-wajah kesal dan sumpah serapah meluncur dengan deras untuk subject ini. Masalahnya adalah ini adalah soal hitungan teknik. Bisa dibayangkan bagaimana bingungnya mencari jawabannya, dan yang dilakukan adalah mencopy formula sheet yang disediakan dibelakang lembar soal.

Pestanya Mahasiswa

University of Edinburgh memperlakukan exam sebagai sesuatu yang sangat special bagi mahasiswa. Exam dirancang agar mahasiswa bisa mempersiapkan diri dengan baik dan bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya saat ujian. Perlakuan special itu ditunjukkan dengan pemilihan tempat ujian, perpustkaan sebagai sarana belajar, tiket bis gratis bagi yang pulang larut serta fasilitas konseling bagi yang bermasalah.

1472752_10202216968841091_1509863567_n

Exam di Playfair Library

Tempat ujian biasanya adalah gedung-gedung berinterior indah yang hanya digunakan untuk acara-acara penting. Tak ada exam dikelas-kelas yang biasa digunakan untuk kuliah sehari-hari. Ruangan hanya akan dibuka 10 menit sebelum ujian dilaksanakan dan tidak boleh meninggalkan ruangan 15 menit sebelum waktu ujian habis. Jangan pernah berharap bisa mencontek diruangan ujian, perjuangan selama beberapa bulan akan berakhir dengan sia-sia hanya karena mencontek, didiskualifikasi, disidang dan dipecat jadi mahasiswa, tak ada yang akan mau menanggung resiko itu dan karenanya tak aka nada yang mau mencontek atau dicontek. Dalam satu ruangan, biasanya terdiri dari beberapa kelas yang berbeda, namun sama dalam durasi ujiannya, jadi yang 2 jam akan bisa seruangan dengan yang 2 jam dari kelas lainnya. Tempat yang sering digunakan untuk ujian adalah Playfair libray dan Mc Ewan Hall, namun kalau tempatnya kurang, dilaksanakan di Adam House dan St Leonard Land Gym.

1376651_10201597835923155_721334161_n

Mc Ewan Hall

Selama revision week dan exam week, perpustakaan di Main Building buka hingga jam 02.30 pagi, sementara untuk di King’s Building buka sampai jam 11 malam. Saya biasanya belajar di King’s Buildings (KB), karena School saya berada disana dan buku-buku engineering ditempatkan di sana. Di KB library juga banyak teman diskusi sehingga memudahkan kalau ada yang mau ditanyakan. Terdapat fasilitas tiket gratis bagi yang menggunakan bis setelah lewat jam 6 sore, ada yang mengumpulkan tiket sampai 20 buah  padahal tinggal disekita area KB juga.

Hasil exam akan diproklamirkan pada Januari atau February 2014, mudah-mudahan hasilnya baik.

Salam dari Edinburgh

22 Desember 2013

 Baca Juga :

I am Indonesian

Perjalanan Ke Barat

Mimpi Nonton Manchester United

Remember, remember the 5th November : Dari Pengkhianatan menjadi Pesta Kembang Api

Fire Works from Arthur's Seat (taroada)

Fire Works from Arthur’s Seat (taroada)

5 November adalah pesta kembang api seantero Britania Raya, ada banyak kempang api di tempat-tempat umum. Di Edinburgh, digelar kembang api di stadion Meadowbank, harga karcisnya 6.5 pound, temanya adalah super hero. Namanya juga kembang api tentu tak bisa disembunyikan dari padangan banyak orang. Meski lebih seru menonton di stadion, tapi kembang api adalah public goods, jadi bisa dinikmati oleh semua orang dari jauh dan dari ketinggian. Atas dasar premis itulah saya dan beberapa teman sekelas memutuskan untuk melihat kembang api dari Arthur’s seat. Sebenarnya penyelenggara menonton grastis ini adalah International Student Center (ISC), sehingga kami berkumpul di ISC pada pukul 18.30, namun tak ada seorangpun pemandu dari ISC yang menampakkan diri, kami berlima (saya, Ben dan Maeriad dari Irlandia, Ricardo dari Mexico, Monica dari Jerman), berangkat dalam balutan pakaian dingin menuju Arthurs Seat.

Suhu udara Edinburgh sudah di 4oC, angin dinginnya menembus jaket, masuk ke tshirtku, masuk lagi ke baju dalam dan terakhir baju longjohn. Kami berjalan kaki ke Arthur’s Seat mengikuti petunjuk Ben, The Irish way, dan akhirnya tiba di tempat yang salah. Kami harus mengelilingi Arthur’s Seat untuk sampai ke view yang mengarah ke Stadion. Karena gagal dengan the irish way, kami coba the google way. Atas bantuan google kami sampai di bukit Arthur’s Seat lima menit sebelum pesta kembang api dimulai. Disana, ratusan orang berjaket menahan dingin untuk menikmati 20 menit pesta kembang api.

Saya sudah membawa tripod dan kamera DSLR. Ini bakal menjadi sejarah pertama kamera saya merekam kembang api. Secara teori, saya sudah belajar dari you tube, untuk merekam kembang api, pakai aperture 4 detik, bukaan f11 dan focus infinity. Dengan menahan dingin saya memasang tripod, dari kejauhan sudah mulai pemanasan kembang api. Monica dan Maeriad sedang mendiskusikan bagaimana menghitung jarak antara Meadowbank dengan tempat kami dengan pakai dasar kecepatan cahaya dari kembang api. Alumni Oxford dan Caltech ini sedang berusaha untuk mengaplikasikan ilmunya, saya hanya  tersenyum, canggih-canggih nih.

Dan showpun dimulai, saya mulai merekam, ternyata focusnya salah, merekam lagi masih kabur. Alamak, angin di perbukitan ini tidak saja dingin dan membekukan tapi juga merusak acara belajar saya merekam kembang api.

Kembang apinya bagus dan banyak variasi, yang paling saya sukai adalah yang berpilin-pilin diangkasa. Sepanjang 20 menit itu, kami bergumam, wow, wow, it’s cool, it was amazing. Diakhir show kembang api warna-warni menutup pertunjukan malam itu. Kami turun dalam dingin dan beku, berpapasan dengan ratusan orang yang menyelimuti Arthu]s Seat. Dalam perjalanan pulang masih banyak kembang api dari warga setempat yang membahana di udara, saya tak mau lihat lagi, karena sudah lihat yang bagus banget, mirip-miriplah waktu jaman mahasiswa nggak mau makan ubi goreng kalau sudah makan coto, takut nikmatnya coto yang tadi ketutupan sama ubi goreng.

Kisah di balik Kembang Api

Saya sebenarnya penasaran ada apa dibalik pesta kembang api ini. Si Monika, yang memang pintar, cerita tentang Guy Fawkes yang menyerang Westminster dengan Gunpowder.

Kisah ini terjadi 1605, sudah 400 tahun yang lampau. Pada jaman itu pemerintahan dipegang oleh King James I seorang Protestan. Pada masa itu, muncul konspirasi dari Guy Fawkes dan kawan-kawan dari golongan Katolik untuk membunuh Raja dan menggantikannya dengan Princess Elizabeth Stuart yang masih berumur 9 tahun waktu itu. Rencananya mereka akan meledakkan gedung parlemen pada saat Raja yang menghadiri sidang parlemen. Malang bag Guy Fawkes, dia kedapatan oleh penjaga istana dengan barang bukti 900kg bubuk mesiu. Untuk ukuran sekarang, Guy Fawkes adalah seorang teroris. Dia kemudian digantung dan dipertontonkan kepada khalayak ramai.

Untuk mengingatkan bangsa Inggris terhadap peristiwa tersebut, pada tahun 1606  Raja dan parlemen untuk memperingatinya pada tanggal 5 November 1606. Sejak saat itu muncul lah slogan “remember, remember, the fifth November”. Rakyat inggris juga menyalakan kembang api untuk merayakan selamatnya Raja dari pembunuhan.

Dalam perjalanannya tradisi ini berubah menurut zaman, awalnya banyaknya symbol-simbol anti katolik yang digambarkan setiap peringatan 5 November, namun dengan semakin tolerannya masyarakat Inggris, peringatan 5 November di peringati sebagai Guy Fawkes day. Yang diingat adalah Guy Fawkes dan pemberontakannya. Dan akhirnya yang diingat hanya kembang apinya saja.

Bagi kami yang menumpang di Edinburgh, yang penting kembang apinya, seberapa indah dan bagus itulah yang lebih penting. Soal Guy Fawkes, itu mungkin masa lalu yang pahit bagi rakyat Inggris, sekarang mungkin banyak pula yang lupa siapa Guy Fawkes.

Salam dari Edinburgh

Sumber :

http://www.historytoday.com/david-prior/remember-remember-fifth-november

http://www.historytoday.com/david-prior/remember-remember-fifth-november