Menghitung Biaya Kuliah di Luar Negeri : Edinburgh dan Inggris Raya (UK)

1 UK Flag

Bendera UK di National Gallery Edinburgh

Kuliah di Luar Negeri masih menjadi pesona dan impian banyak orang. Selain kualitas pendidikan yang sudah kesohor dan tradisi akademisnya yang sudah berusia ratusan tahun, mengunjungi negeri-negeri asing dan berpetualang dalam kultur yang baru juga menjadi magnet kuliah di Luar Negeri. Salah satu unsur terpenting yang harus dipikirkan ketika akan memutuskan untuk kuliah di luar negeri adalah kalkulasi anggaran. Maklumlah, biaya kuliah di Luar Negeri pada umumnya mahal, terlebih lagi di negeri-negeri yang sudah sangat maju perekonomiannya dibanding Negara tercinta Indonesia.

Untuk masalah biaya kuliah ini, saya akan memberikan gambaran besar, unsur-unsur biaya yang sebaiknya diperhitungkan dalam merancang total anggaran kuliah di Luar Negeri, khususnya di Inggris Raya dengan mengambil contoh tempat kuliah saya di Edinburgh. Biaya hidup di Edinburgh bisa lebih mahal dibanding kebanyakan kota di Luar London di Inggri Raya. Yang harus dicatat, ini hanya sharing pengalaman saja, bukan sebagai pedoman, sehingga saya tidak dituntut secara hukum, secara adat maupun di bully dikemudian hari hanya karena gambaran yang saya berikan tidak sesuai dengan kenyataan yang didapat.

1.      Biaya Keberangkatan dan Kepulangan

Ini tentu biaya pertama yang harus dihitung, biaya keberangkatan termasuk diantaranya adalah :

a. Biaya Tes Kesehatan TB

Sebagai syarat mendapat Visa Study di Inggris (UK), para pemohon visa pelajar dari Indonesia (tanya : kenapa Indonesia?) harus melampirkan sertifikat bebas TB. Tes TB Hanya dilaksanakan di Rumah sakit yang bekerjasama dengan Imigrasi UK. Berlaku sejak 1 Juli 2013.  Untuk di Jakarta dilaksanakan di RS Premier Jatinegara dan RS Premier Bintaro, Untuk di Bali dilaksanakan di BIMC Hospital Kuta. Biayanya Rp. 555.000 di Jakarta dan Rp. 526.000 di Bali. Tes TB hanya dilaksanakan bagi pemohon visa yang tinggal lebih dari 6 bulan di Inggris (UK).

Lebih lengkap bisa dibaca di: UKBA  UKGOV

b. Biaya Visa.

Pengajuan visa dilaksanakan melalui agen Kedutaan Inggris di Jakarta. Pengajuannya dilakukan di kantor Visa Applicationm Center UK, di PT VFS Service Indonesia, 22 Floor B, Zone B Plaza Asia, Jl. Jenderal Sudirman Jakarta. Alamat baru di Kuningan City Mall, 2nd Floor, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 18 – Setiabudi, Kuningan Jakarta – 12940, Indonesia : Lebih Lengkap bisa dibuka di sini.

Biaya untuk Visa Student Tier-4 pada saat saya mengajukan di September 2013 adalah : Rp. 4.770.000. Bisa jadi, untuk sekarang sudah ada perubahan karena perubahan kurs rupiah terhadap Pound Sterling

Sebagai bahan bacaan kalau ada yang berubah silakan dibuka disini : visa student

 c. Tiket Pesawat

Setelah mendapatkan Visa. Tiket pesawat dapat dibeli. Untuk mendapatkan harga tiket pesawat yang lebih murah saya menggunakan kartu International Student Card yang bekerjasama dengan STA Travel. Harganya bisa hemat 20% dari harga regular.

Harga Tiket Berangkat dari Jakarta-Glasgow (one Way)  adalah : Rp. 11.000.000. Harga tiket lebih murah sebenarnya bisa didapatkan, range harga tiket ke UK dikisaran Rp. 8.000.000 – Rp. 14.000.000, tergantung exchange rate rupiah dan seasons juga. Untuk biaya kepulangan, harga tiket berangkat tinggal dikali dua.

Untuk alamat STA Travel lebih lanjut bisa dikontak kantornya di Allianz Tower, Jalan Rasuna Said Jakarta.

Biaya-biaya diatas belum termasuk airport tax dan biaya taksi dan kereta dari rumah ke bandara dan ketempat tujuan.

Agar pertimbangkan pula jumlah bagasi yang diperbolehkan oleh Airline masing-masing. Airline seperti Garuda (hanya ke London), Etihad, dan Emirates memberi bagasi yang lebih besar dibanding airline lainnya.

Sebagai perbandingan beberapa teman mendapatkan harga berikut :

– Hafied : Jakarta-Birmingham, Etihad = USD995

–  Denny : Jakarta-Manchester, Emirates = USD796

– Thia : Jakarta-Manchester, Qatar Airlines = USD632.5 (student price)

2.      Biaya Kuliah

Biaya kuliah, sangat tergantung kepada jurusan yang akan diambil. Biaya kuliah tiap jurusan sangat beragam, dan berubah setiap tahun. Biaya yang harus dibayar mahasiswa International dua kali lipat lebih besar dari Mahasiswa Inggris (UK) dan Uni Eropa.

Pada periode 2013-2014, biaya kuliah untuk program saya adalah GBP18.500, namun untuk 2014-2015 sudah naik menjadi GBP20.550.

Untuk kuliah undergraduate (S1) Engineering secara rata-rata untuk tahun 2014-2015 biayanya GBP20.050. Namun untuk S1 Hukum biayanya “hanya” GBP15.250.

Biaya kuliah di S1 University of Edinburgh bisa di cek disini

dan untuk program Master (S2) disini

3.      Biaya Hidup

Komponen biaya hidup saya buat dalam bulanan saja. Saya hanya setahun kuliah di Edinburgh, karena program Master memang cuma setahun di University of Edinburgh. Bagi yang kuliah S1 (lebih dari setahun) biayanya tentu lebih banyak.

a. Akomodasi

Besarnya variable, tergantung anggaran, jarak dari kampus, fasilitas dan keberuntungan. Kisaran harga untuk akomodasi sebulan di Edinburgh adalah GBP400 – GBP750. Untuk yang flat share dikisaran harga GBP400-GBP500. Sementara yang tinggal di flat terpisah tanpa berbagi kitchen dan living room dengan penghuni lain adalah dikisaran GBP550-GBP750. Untuk jaga-jaga siapkanlah anggaran minimal GBP550 untuk yang single. Unsur lain yang masuk dalam biaya akomodasi adalah tagihan listrik dan air, kisarannya GBP50 s.d GBP200, tergantung dari musim, pada musim dingin (winter) tagihan biasanya membengkak akibat pemakaian heater untuk pemanasan ruangan namun ada juga akomodasi yang sudah memasukkan tagihan utility dalam biaya sewa.

Untuk akomodasi bisa dicari di citylets dan gumtree:

Info lain dari teman (Hafied) :

 – spareroom.co.uk
– homeforstudents.co.uk
– easyroommate.com
– flatmaterooms.co.uk

b. Transportasi

Biaya tranportasi tergantung jarak tempat tinggal dari kampus. Akomodasi yang saya sebutkan diatas, sudah berada di area yang berdekatan dengan kampus, kalau kuliahnya di University of Edinburgh, namun jika kuliah di Univeristas lain agak berbeda hitungannya. Bis kota di Edinburgh untuk satu trip dengan menggunakan Lothian Bus adalah GBP1.5, untuk One day Trip GBP3.5, dan untuk berlangganan empat minggu GBP40. Yang bertempat tinggal jauh dari University biasanya menggunakan langganan empat minggu ini.

Untuk infonya bisa dilihat di website Lothian.

 c. Telepon

Biaya berlangganan kartu telepon pada kisaran GBP8 s.d GBP15, tergantung providernya. Yang lebih bagus sinyalnya biasanya harga langganannya lebih mahal. Saya sendiri menggunakan Giffgaff langganan GBP12/bulan, unlimited internet, namun sinyalnya kadang hilang.

Untuk info bisa dilihat disini: Giffgaff, Three, O2, Lebara

d. Makanan dan Minuman

Dimanapun didunia ini, biaya makan dan minum itu tergantung kemauan dan selera. Maksud saya kalau kita mau menghemat, maka kita bisa memasak sendiri, dengan membeli bahan makanan dari supermarket yang ada. Namun kalau tidak mau masak biayanya akan lebih mahal. Harga makanan tanpa minum di warung yang termurah menyediakan nasi kari ayam adalah GBP4.5. Kalau memasak sendiri biaya yang dikeluarkan bisa ditekan hingga sekitar GBP1.5/makan. Secara rata-rata pengeluaran untuk makan dan minum secara bulanan dikisaran GBP200-GBP250, itupun bisa lebih dan bisa kurang. Semakin sering masak, maka akan semakin hemat, semakin sering makan diluar maka pengeluaran akan makin tinggi.

Harga bahan makanan seperti daging sapi dan daging ayam sebanding dengan di Indonesia, namun untuk bahan makanan lainnya harganya biasanya tiga kali lipatnya.

e. Biaya Fotocopy, Stationery dan lain-lain

Jangan meremehkan biaya foto copy di negeri Ratu Elizabeth ini. Harga termurahnya dikisaran GBP0.05, setara dengan Rp.1000/lembar di kampus, kalau fotocopy diluar enam kali lebih mahal. Untuk setiap semester sediakan dana sekitar GBP50-60 untuk fotocopy dan stationery. Sebagai reference.

 4.      Biaya Lain-lain

Biaya lain-lain ini tergantung dari pribadi masing-masing, misalnya mau wisata ke London, siapkan budget untuk kereta PP London, ditambah biaya hotel dan biaya transportasi disana. Mau nonton Manchester United siapkan dana untuk kereta dan tiket masuk stadion. Biaya lain-lain juga termasuk beli pakaian, sepatu, tas, nonton festival, nongkrong sama teman, tiket castle, tiket museum, dan lain-lain.

Reference : Kereta, Bus 1, Bus 2

5.      Biaya Asuransi

Tak seperti pelajar di Negara lain, asuransi kesehatan bagi pelajar dan keluarganya di UK, gratis.

Sumber Dana

Setelah dihitung-hitung, ternyata dana yang dibutuhkan cukup besar untuk sekolah di Edinburgh untuk setiap tahunnya. Terus darimana sumber dananya? Ada yang biaya sendiri dan ada yang menggunakan beasiswa.

Bagi yang biaya sendiri tak perlu saya bahas, karena ada jutaan orang Indonesia yang bisa menyekolahkan anaknya diluar negeri, dengan asumsi bahwa satu persen penduduk Indonesia adalah orang yang memang sudah sangat makmur.

Bagi yang menggunakan beasiswa, ada banyak lembaga yang memberikan beasiswa bagi para peminat yang ingin sekolah di luar negeri, lembaga-lembaga itu seperti Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdiknas (khusus dosen), Kementerian Komunikasi dan Informasi (PNS/Polri/Swasta), British Chevening (Umum), LPDP (umum) dan Bappenas (PNS).

Salam dari Edinburgh

 

 

Advertisements

Perayaan Tahun Baru 2014 : Hogmanay di Edinburgh

Acara hogmanay atau perayaan tahun baru ala Edinburgh berlangsung meriah. Acaranya riuh dengan banyaknya orang, semarak dan elegan dengan pesta kembang api, dan lucu dengan adanya orang mabuk. Ratusan ribu orang memadati area puncak perayaan hogmanay di sekitar princess street dan edinburgh castle.

Sebelum ke acara street party, saya mengantar teman-teman pelajar Indonesia yang dari Manchester ke Calton Hill. Mereka sebelumnya juga tour sightseeing  ke University of Edinburgh, Greifriar Bobby, Elephant House, Edinburgh Castle dan Central Mosque. Calton hill adalah lokasi paling enak melihat pesta kembang Api di Edinburgh tanpa harus membayar. Tak lama setelah masuk di Calton hill, seseorang berlari meluncur dari atas dan menabrak pundak saya, dia terus berlari kebawah dan ambruk di jalan keluar, Polisi mengelinginya. Belum jam 9 sudah ada yang mabuk dan tepar.

Mc Ewan Hall University of Edinburgh

Manchester Army di Mc Ewan Hall, University of Edinburgh

Calton Hill at New Year Eve- Night

Edinburgh dilihat dari Calton Hill

Calton Hill at New Year Eve- Night

Calton Hill

Fireworks from Calton Hill

Fire Works Jam 20.30 dari Calton Hill

Saya masuk ke lokasi Street Party di Princess Street sekira jam 9. Suasana sudah mulai ramai. Harga tiket masuk princess street £20 Ini mirip kita membayar empat ratus ribu hanya buat masuk ke Jalan Sudirman-Thamrin di malam tahun baru. Begitu masuk, beberapa orang sudah mulai kelihatan mabuk. Sepasang muda mudi berjoget di depan monitor besar, goyangannya menarik beberapa orang, sampai kemudian salah satunya mencoba bersalto, namun tak bisa membalikkan badannya, mencoba berkali-kali dan terjatuh, tangannya tak kuat menahan badannya yang dipenuhi cairan alcohol.

Street Party Hogmanay Edinburgh 2014

Tariiiikkk Mannnng

Suasana Princess Street memang ramai, tapi kelihataannya yang memenuhi jalan adalah para wisatawan, dan bukan warga setempat. Wajah-wajah Asia akrab dijalan, beberapa orang berwajah Eropa yang saya temui di jalanpun adalah orang yang tak tahu nomor bis yang harus ditumpangi, yang bisa saya simpulkan bukan warga Edinburgh. Lebih 70 orang pelajar Indonesia dari seluruh UK ada di Edinburgh juga meskipun tidak berkumpul di satu titik. Para pelajar yang saya temui diantaranya dari Manchester. Lancaster, Glasgow, Liverpool, London dan Birmingham.

Indonesian Student in UK - PPI Edinburgh UK

PPI UK di Edinburgh

Indonesian Student in UK - PPI Edinburgh UK

Pelajar Indonesia tenggelam dalam lautan orang asing

Indonesian Student in UK - PPI Edinburgh UK

Edinburgh dan Glasgow

Indonesian Student in UK - PPI Manchester UK

Another Manchester Army

Warga Edinburgh sendiri nampaknya memilih untuk menghabiskan malam di rumah atau berkumpul bersama keluarga. Memang ada yang berpikir lebih enak tinggal di rumah dan menonton acara kembang api di TV, seperti yang biasa juga saya lakukan kalau di Jakarta. Banyak alasan warga setempat untuk tidak keluar rumah menikmati tahun baru, seperti yang dikutip oleh Media setempat. Berikut adalah “resiko” merayakan tahun baru di jalan yang saya adaptasi dari Metro.co.uk.

Lebih mahal, untuk masuk ke lokasi acara saja harus bayar £20, kalau mau menikmati musik yang lebih enjoy dari grup band terkenal bayar lagi £45,  ditambah lagi bagi yang tidak bisa kalau tidak minum alkohol, pasti harus beli minuman yang harganya juga tidak murah dan jumlahnya tidak sedikit.

Dingin, suhu Edinburgh saat malam pergantian tahun sekitar 6 derajat, tapi feel saya lebih dingin. Pakaian saya sudah berlapis 4 tapi rasanya masih dingin. Untuk menghangatkan diri, kami bergerak dan berbaur dengan orang-orang yang terjebak dalam pusaran dua arah, meski agak stress, tapi ini cara yang efektif untuk mengurangi dingin.

Susah pulang. Segera setelah acara tahun baru selesai, orang-orang akan segera berbondong-bondong menuju jalan pulang. Rebutan bis menjadi hal yang lumrah. Beberapa jalan ditutup, dan kadangkala tak tahu dimana harus menunggu bis karena ternyata bus stop yang ditempati menunggu tidak dilewati oleh bis.

Mabok dan mempermalukan diri sendiri. Ini kejadian yang paling banyak saya temui di pesta tahun baru semalam. Ada yang muntah sembarang tempat dan yang lebih parah lagi, ada yang buang air kecil di tengah jalan, perempuan lagi. Banyak yang terkapar bersandar di pagar pembatas, meracau tak keruan, ada juga yang berjalan dengan menopangkan tangannya di pagar pembatas persis suster ngesot. Yang lainnya lagi, menyapa setiap orang yang lewat dengan ucapan Happy New Year, seribu orang lewat, seribu juga yang disapa dan dijabat tangannya. Ada juga yang memeluk setiap orang yang bisa dijangkaunya. Ada pula yang menggantung di traffic light, nggak jelas apa yang dilakukannya, selain dia memang mabok. Orang mabok kan boleh ngapain aja, hehehe. Banyak yang pasangan muda-mudi yang kayaknya janjian, tidak boleh mabuk dua-duanya. Kalau laki-lakinya yang mabuk beneran, perempuannya gak boleh mabuk-mabuk amat, atau sebaliknya perempuannya yang mabuk, cowoknya yang menenangkan. Seorang cewek sampai harus menyilangkan kakinya didepan cowoknya agar si cowok yang sudah mabuk berat tidak bikin ulah, mungkin saja kalau dia bawa gembok, digemboknya cowoknya itu. Tapi, meskipun mabok, tidak ada kejadian rusuh yang berarti, ada memang yang melempar tapi hanya satu dua orang, secara umum meskipun mabuk mereka tetap happy, piss dan masih bisa bilang sorry, kalau nabrak kita. Sepanjang perjalanan pulang saya hanya bisa tersenyum dan tertawa dengan polah tingkah kawan-kawan kita ini.

Berita utama tahun baru dari Daily Mail hari ini adalah para peminum ini. Di hampir semua lokasi di UK, orang mabuk saat pergantian tahun selalu menjadi masalah, foto-foto para pemabuk ini menghiasi halaman depan situs dailymail dari beberapa lokasi seperti Swansea, Manchester, Newcastle, Birmingham, dan London, untungnya tak ada dari Edinburgh.

Masalah mabuk ini sudah menjadi kejadian dan masalah rutin setiap tahun. Saya bahkan pernah melihat ada peringatan khusus dari polisi yang tulisannya kira-kira begini “Jangan mabok di malam tahun baru, kalau nggak mau nyesel, kamu gak bisa lihat kembang api hanya karena nggak kuat berdiri karena kebanyakan minum”.

Pesta Kembang Api

Meski “beresiko” tapi perayaan malam tahun baru akan diobati dengan pesta kembang api yang berpusat di Edinburgh Castle. Kami sempat bercanda, semoga kembang apinya lebih bagus dari kembang api anak kompleks di Jakarta. Satu setengah jam sebelum acara berlangsung, saya berkumpul dengan teman-teman pelajar Indonesia dari seluruh UK, pas didepan patung penunggang kuda princess street. Inilah salah satu spot terbaik dari princess street karena tidak dihalangi pohon dan gedung. Spot ini juga menjadi lokasi tim dokumentasi acara Hogmanay. Saya bagikan videonya, yang berisi awal dan akhirnya saja, sisanya saya nikmati sendiri, hehehe, total durasi kembang apinya sekitar 5 menit:

 

Salam dari Edinburgh

Baca Juga :

Mengenal Edinburgh

Torchlight Procession di Edinburgh

Mengenal Edinburgh

Oleh : Ahmad Amiruddin

Edinburgh? Iya Edinburgh (baca Edinbrah). Beberapa penyiar TV Amerika menyebutnya Edinberg. Mereka membaca seperti melafalkan Pittsburgh dengan Pittsberg. Tapi orang-orang di UK menyebutnya Edinbrah. Ini adalah Ibukota Skotlandia, penduduknya “cuma” 480 ribu jiwa. Skotlandia sendiri adalah salah satu negara yang membentuk United Kingdom of Great Britain, disingkat UKGB atau UK saja. Orang Indonesia menyebutnya Inggris Raya. Ada sedikit kerancuan sebenarnya, karena UK terdiri dari England, Scotland, Irlandia Utara dan Wales. UK dan England sama-sama disebut Inggris di Indonesia. Kata Inggris sendiri konon kabarnya diwariskan oleh Penjajah Jepang kepada putra pertiwi. Anda tahu sendiri kan?, orang Jepang melafalkan el menjadi er dan jadilah inglish menjadi inggris, dan orang Indonesia menyebutnya dengan kata yang sama.

map_scotland (1)

Peta Scotland (Source: uknetguide.co.uk)

Edinburgh memang bukan kota terbesar saat ini di Skotlandia. Kota terbesar di Skotlandia adalah Glasgow, dan mungkin karena itulah orang Indonesia lebih mengenal Glasgow dibanding Edinburgh, disamping juga klub sepakbola Glasgow Rangers dan Glasgow Celtic lebih terkenal daripada Edinburgh Hibernian dan Heart, dua tim sepakbola dari Kota Edinburgh.

KESAN PERTAMA

Apa kesan pertama saya ketika tiba dikota ini? CANTIK. Saya tak bermaksud merendahkan Kota Tua Jakarta atau Kota Tua Malaka, tapi disini, di Kota ini, hampir semua bangunan seperti itu modelnya dengan model Victorian, dan usia bangunan lebih dari satu abad. Keluar dari flat dan berfoto saja sudah lebih indah daripada berfoto di Kota Tua Jakarta yang kurang terawat atau Kota tua Malaka yang lebih terawat.

Kesan selanjutnya, orangnya RAMAH.  Mereka rajin menyapa, senang  tersenyum, bilang “excuse me” kalau dianggap menganggu, dan rajin berterima kasih. Orang Scotland dan British pada umumnya memang dikenal dengan tata kramanya yang santun.

Kesan ketiga, TERATUR.  Antri telah menjadi budaya yang melekat di masyarakat di Edinburgh. Di hampir semua tempat selalu ada antrian, bahkan naik bus antri dan turun bus juga antri. Tak ada penerobos lampu merah. Pejalan kaki mendapatkan tempat yang lapang tanpa perlu bersinggungan dengan pedagang kaki lima, tukang tambal ban, tukang ojek atau pengendara motor. Saya yang biasanya naik bis pergi dan pulang kuliah, sangat jarang mendengar suara klakson. Suara klakson adalah makhluk langka di kota ini. Tak ada yang sembarangan berjualan di pinggir jalan, atau tak ada yang membuka warung kecil sekalipun tanpa lisensi dari pemerintah setempat. Saya yang biasanya sampai malam di perpustakaan, kadang-kadang bermimpi sekali-sekali dengan melangkahkan kaki keluar gedung bisa menyetop tukang jualan keliling, tapi itu tak akan ditemui disini.

Bus in Edinburgh

Bis dalam kota

Kesan keempat MAHAL. Rata-rata mahal, meskipun tidak semua mahal. Harga daging, beras, susu, ayam, butter, dan apel masih sebanding atau kadang lebih murah dibanding di Indonesia. Tapi akomodasi mahal,  yang share flat dikisaran harga £350-450 perbulan belum termasuk tagihan listrik dan air. Transportasi bis dalam kota sekali naik £1.5, untuk langganan per empat minggu £40 bagi pelajar.  Makan dan minum di café bisa empat sampai lima kali lipat harga di Indonesia, paling murah £4.5. Harga bahan makanan yang termasuk paling mahal adalah Ikan. Sekilo ikan harganya dikisaran £25. Harga mi Instant asal Indonesia adalah £0.35, meskipun rasanya tak seenak Mi Instant yang khusus dijual di Indonesia.

KOTA PENDIDIKAN

Edinburgh telah menjadi tujuan pendidikan pelajar dari seluruh dunia. Bisa dikatakan bahwa 15-20% dari penduduk Edinburgh adalah pelajar. Maka tidak heran, jika anda kuliah di Edinburgh anda akan bertemu dengan teman di hampir disetiap supermarket yang dimasuki.

Terdapat empat perguruan tinggi terkemuka di Kota Edinburgh. Keempatnya adalah The Univeristy of Edinburgh, Heriott Watt University, Napier Edinburgh University dan Queen Margareth University. Jumlah pelajar asal Indonesia yang sekarang belajar di Kota Edinburgh sekitar 30 orang. Sebagian besar diantaranya adalah mahasiswa Post Graduate. Para pelajar Indonesia di Edinburgh tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia UK Cabang Edinburgh. PPI Edinburgh baru didirikan secara resmi pada tahun 2013.

Saya kuliah di University of Edinburgh. University ini berdiri sejak tahun 1583, merupakan salah satu perguruan tinggi tertua di Inggris, tapi merupakan perguruan tinggi termuda diantara enam perguruan tinggi tua yang ada. Berdasarkan peringkat QS World Rangking 2013, University of Edinburgh berada pada ranking 17 Dunia. University of Edinburgh banyak menelurkan ilmuwan dan pemimpin dunia, diantaranya penggagas terori evolusi Charles Darwin, fisikawan James Clerk Maxwell, filosof David Hume, Thomas Bayes, Joseph Lister, penemu telepon Alexander Graham Bell, fisikawan  Daniel Rutherford, fisikawan Max Born, penulis Sir Walter Scott, Robert Louis Stevenson, Novelis Sir Arthur Conan Doyle dan masih banyak lagi.  Sebanyak 18 penerima nobel terafiliasi dengan Univeristy of Edinburgh baik sebagai pelajar, researcher maupun professor. Penerima Nobel tahun 2013 Peter Higgs adalah penerima nobel Fisika terbaru dari University of Edinburgh atas penemuan partikel Higss Boson. Partikel Higgs-Boson juga terkenal dengan nama partikel Tuhan. Tiga orang mantan Perdana Menteri Inggris termasuk alumni University of Edinburgh.

KOTA WISATA

Apa kota terindah di UK? Kalau anda bertanya kepada orang Edinburgh, mereka pasti menjawab Edinburgh. Tapi kalau anda bertanya kepada orang dari Kota lain, mungkin mereka juga akan menyebut Edinburgh, kalaupun mereka menyebut kotanya sendiri, Edinburgh akan menjadi nomor dua. Yang jelas, bagi sebagian besar orang yang pernah ke Edinburgh, kota ini memang kota yang cantik dan layak untuk dikunjungi. Tak heran para pelajar Internasional yang menuntut ilmu di UK akan memprioritaskan untuk mengunjungi Edinburgh dalam masa studi mereka.

Edinburgh Castle view from Princess Street

Edinburgh Castle Tampak Dari Jauh

Kota Edinburgh seperti tak berubah oleh zaman. Arsitektur bangunannya masih sama dengan ratusan tahun lalu. Bangunan-banguan tua dan bersejarah berjajar memancarkan kejayaan masa lalu kingdom of the scots. Obyek yang paling sering dikunjungi di Edinburgh adalah Edinburgh Castle, Calton Hill, Arthur Seat, Greyfriar Kirkyard, National Museum, National Gallery, Holy Rood Palace, Princess Street, St Andrew Square, Camera Obscura dan Edinburgh Zoo.  Travel shop banyak bertebaran di Edinburgh, menawarkan perjalanan sehari ke Highland ataupun sightseeing seputar kota Edinburgh. Walking tour seputar kota juga tersedia di sekitar Royal Mile.

Edinburgh City, Citizen in The Park

Suasana Taman dan Warga yang menikmati cuaca cerah

AA1-DSC_0316

Musik Jalanan

Terdapat banyak festival sepanjang tahun di Kota Edinburgh, diantaranya adalah Edinburgh Science International Festival di bulan Mei, Film Festiva di bulan Junil dan Jazz and Blues Festival di bulan Juli, Edinburgh Military Tattoo,  Edinburgh Festival Fringe, International Festival dan book Festival di bulan Agustus, dan Edinburgh Hoogmanay yang merupakan perayaan tahun baru ala Scotlandia yang dianggap sebagai salah satu perayaan tahun baru yang paling menarik di dunia.

HIDUP SEBAGAI MUSLIM

Masyarakat Inggris sangat toleran terhadap keyakinan seseorang. Tak ada gangguan dalam menjalankan ibadah maupun berpakaian bagi muslimah di Inggris.  Jumlah muslim di Inggris berdasarkan sensus tahun 2011 adalah 4.8% dari total  sekitar 60 juta penduduk UK. Di Pusat Kota Edinburgh terdapat mesjid besar yang mampu menampung ribuan jamaah, mesjid ini juga berada di dekat central area University of Edinburgh. Selain digunakan untuk shalat, mesjid ini juga menyelenggarakan seminar keislaman. Untuk kampus yang berada jauh dari mesjid besar tersebut, seperti di kampus saya yang berada di area Kings Building terdapat mushallah yang dikelola teman-teman muslim, yang juga menyelenggarakan shalat jumat setiap pekannya.

Makanan halal banyak tersedia disekitar area mesjid. Tidak sulit mendapatkan daging dan ayam halal untuk dimasak. Masakan halal dicafe juga banyak tersebar di area sekitar mesjid. Umumnya jenis masakan yang dijual adalah khas India seperti kari ayam atau kari kambing.

AA1-DSC_0708

Toko Halal Food

Sebagai penutup. Kenapa tak Edinburgh saja?

Salam dari Edinburgh

Ahmad Amiruddin

@ahmadtaroada

https://taroada.wordpress.com

Reference:

Link 1,2,3,4, 5