Anti Nyontek di Inggris

Oleh : Ahmad Amiruddin

Beberapa waktu lalu ada kehebohan di Indonesia, seorang pejabat yang juga akademisi yang dikagumi karena kelurusannya kedapatan menjiplak tulisan orang lain, celakanya lagi tulisan yang dijiplak juga pernah terbit di media yang sama dengan tulisan tersebut dimuat. Hebatnya lagi media yang memuat adalah media dengan oplah terbesar di Indonesia dan salah satu yang paling didenger opininya di tanah air. Bagi saya itu apes saja, apes bagi yang menulis dan apes bagi yang memuat. Saya tidak ingin mengeneralisir, tapi feeling saya mengatakan sebagian besar dari kita pernah mencontek sebagian atau seluruh karya orang lain, baik karena kesengajaan, kemalasan atau ketidak tahuan bahwa itu mencontek.

So, kalau ada yang mencontek, menjiplak dan plagiat di negeri yang rawan kriminalisasi ini, itu sudah lumrah, sudah biasa dan sebentar lagi dijadikan SOP karena terbiasanya. Saya dulunya tak suka mencontek, khususnya waktu SD tk pernah sekalipun saya mencontek, tapi setelah SMP saya melihat semua orang mencontek dan mencontek seperti sebuah kebahagiaan dan kebanggaan. Sehabis ujian banyak yang bercerita bagaimana berhasilnya dia mengelabui pengawas yang sebenarnya juga tahu banyak yang mencontek ketika ujian.

Masuk SMA kebiasaan mencontek ketika ujian tak berhenti, hanya ketika EBTANAS lah saya tak nyontek. Kebiasaan buruk ini membuat saya harus bekerja keras jelang UMPTN yang memang membutuhkan kemampuan sendiri tanpa perlu bantuan orang lain atau contekan, disamping sistemnya yang tak memungkinkan untuk mencontek.

Di bangku kuliah, budaya nyontek ini jamak kembali saya temui. Tentu tak semua mata kuliah kita bisa nyontek, tapi ada banyak kesempatan para mahasiswa mencontek di ujian atau mencontek tugas temannya tanpa bisa di filter oleh dosen.

***

Karena besar di daerah yang membiasakan mencontek, saya harus belajar lebih keras ketika berkesempatan sekolah di Scotland. Sebelum berangkat, saya bersama beberapa teman mengikuti kursus singkat penulisan essay yang bisa menghindarkan kami dari tuduhan mencontek. Dari pelatihan saya mendapatkan satu pelajaran penting, belajarlah untuk paraphrasing.

Di bangku kuliah, ternyata menhindarai mencontek atau plagiarism tak semudah dibayangan saya selama ini. Saya awalnya berpikir, untuk tugas essay selama tidak mencontek sebagian atau keseluruhan tugas teman-teman kuliah sudah Oke. Mengambil langsung dari buku dan menyebut sumbernya saya pikir sudah terhindar dari tuduhan plagiat.

Ternyata tak semudah itu. Kalau akan mengutip buku atau artikel meskipun menyebut sumbernya, saya harus merubah kata-katanya dengan menggunakan kata saya sendiri, beberapa kata yang sama berturut-turut bisa dianggap plagiat (misalnya 5 kata berturut-turut kalau di School saya), atau 15 kata yang sama dalam satu paragraf bisa dikategorikan plagiat juga. Dengan aturan seketat ini, sangat mustahil bagi kita untuk mencontek, dan membuat kita harus banyak membaca dan banyak menelaah.

 turn it in

Contoh hasil analisis turn-it-in

Untuk mendeteksi plagiarism ini, setiap tugas yang dikumpul harus diupload melalui jaringan web universitas dan langsung dicek similarities-nya dengan semua tugas kuliah mahasiswa se-UK atau seluruh Dunia oleh program turn-it-in. Tugas ini juga dibandingkan dengan artikel, buku, jurnal, dan halaman web yang ada di internet. Bagaimana dengan yang diambil dari buku hard copy? Tak sulit untuk mendeteksinya, saat ini sudah banyak buku hard copy yang telah ada versi digitalnya.

Tugas yang telah diinput dalam sistem turn-it-in akan keliatan similarities-nya dan dengan apa artikel tersebut sama, dengan gampang akan terlihat. Konvensi umum yang berlaku bahwa toleransi similarity ini adalah 20%, lebih besar dari itu akan diperhatikan oleh dosennya darimana sumbernya, jika kesamaannya karena kesamaan istilah atau bibiliography tidak akan menjadi masalah. Setelah diinput, kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki, namun analisis similarity ini tidak akan muncul dengan cepat jika sudah reupload tugas, butuh waktu 1×24 jam untuk terlihat hasilnya, tujuannya adalah mahasiswa tidak sembarangan reupload tugas.

Dengan sistem yang seperti ini, mustahil orang berpikir untuk mencontek dalam mengerjakan tugas, kedapatan plagiat akan berakibat kena sidang dan akan dikeluarkan dari university dan hilanglah semua uang yang mahal yang telah dibayarkan.

***

Saya jadi berpikir mencontek ini memang sudah jadi budaya yang susah diberantas. Sudah berurat dan berakar di benak setiap siswa Indonesia. Tapi sistemlah yang membuat ini semua tak bisa dieliminir. Seandainya ada sistem yang keras terhadap para pencontek, niscaya kita semua akan berusaha untuk belajar. Kegagalan menerapkan sistem yang baik membuat banyak orang yang sebenarnya tidak berniat untuk nyontek atau melakukan plagiarism menjadi harus melakukannya karena melihat orang-orang yang nyontek mendapatkan nilai yang lebih baik dan tak mendapatkan hukuman apa-apa. Memang baik ketika orang menyatakan bahwa pendidikan sebaiknya tidak melihat nilai. Tapi come on, ayolah, kita ini senang berkompetisi dan mendapatkan nilai tinggi. Tak usah orang dihindarkan dinilai berdasarkan kemampuan akademiknya, akan tetapi sistem dibuat agar orang bisa mendapatkan nilai yang tinggi sesuai dengan kemampuannya. Anda belajar dan bersungguh-sungguh akan dapat nilai yang baik dan malas-malasan akan dapat nilai jelek. Yang terjadi di banyak tempat di Indonesia, yang malas-malasanpun bisa tetap mendapatkan nilai tinggi dengan mencontek pada yang rajin.

Salam Nyontek

Advertisements

Mengenal Edinburgh

Oleh : Ahmad Amiruddin

Edinburgh? Iya Edinburgh (baca Edinbrah). Beberapa penyiar TV Amerika menyebutnya Edinberg. Mereka membaca seperti melafalkan Pittsburgh dengan Pittsberg. Tapi orang-orang di UK menyebutnya Edinbrah. Ini adalah Ibukota Skotlandia, penduduknya “cuma” 480 ribu jiwa. Skotlandia sendiri adalah salah satu negara yang membentuk United Kingdom of Great Britain, disingkat UKGB atau UK saja. Orang Indonesia menyebutnya Inggris Raya. Ada sedikit kerancuan sebenarnya, karena UK terdiri dari England, Scotland, Irlandia Utara dan Wales. UK dan England sama-sama disebut Inggris di Indonesia. Kata Inggris sendiri konon kabarnya diwariskan oleh Penjajah Jepang kepada putra pertiwi. Anda tahu sendiri kan?, orang Jepang melafalkan el menjadi er dan jadilah inglish menjadi inggris, dan orang Indonesia menyebutnya dengan kata yang sama.

map_scotland (1)

Peta Scotland (Source: uknetguide.co.uk)

Edinburgh memang bukan kota terbesar saat ini di Skotlandia. Kota terbesar di Skotlandia adalah Glasgow, dan mungkin karena itulah orang Indonesia lebih mengenal Glasgow dibanding Edinburgh, disamping juga klub sepakbola Glasgow Rangers dan Glasgow Celtic lebih terkenal daripada Edinburgh Hibernian dan Heart, dua tim sepakbola dari Kota Edinburgh.

KESAN PERTAMA

Apa kesan pertama saya ketika tiba di kota ini? CANTIK. Saya tak bermaksud merendahkan Kota Tua Jakarta atau Kota Tua Malaka, tapi disini, di Kota ini, hampir semua bangunan seperti itu modelnya dengan model Victorian, dan usia bangunan lebih dari satu abad. Keluar dari flat dan berfoto saja sudah lebih indah daripada berfoto di Kota Tua Jakarta yang kurang terawat atau Kota tua Malaka yang lebih terawat.

Kesan selanjutnya, orangnya RAMAH.  Mereka rajin menyapa, senang  tersenyum, bilang “excuse me” kalau dianggap menganggu, dan rajin berterima kasih. Orang Scotland dan British pada umumnya memang dikenal dengan tata kramanya yang santun.

Kesan ketiga, TERATUR.  Antri telah menjadi budaya yang melekat di masyarakat di Edinburgh. Di hampir semua tempat selalu ada antrian, bahkan naik bus antri dan turun bus juga antri. Tak ada penerobos lampu merah. Pejalan kaki mendapatkan tempat yang lapang tanpa perlu bersinggungan dengan pedagang kaki lima, tukang tambal ban, tukang ojek atau pengendara motor. Saya yang biasanya naik bis pergi dan pulang kuliah, sangat jarang mendengar suara klakson. Suara klakson adalah makhluk langka di kota ini. Tak ada yang sembarangan berjualan di pinggir jalan, atau tak ada yang membuka warung kecil sekalipun tanpa lisensi dari pemerintah setempat. Saya yang biasanya sampai malam di perpustakaan, kadang-kadang bermimpi sekali-sekali dengan melangkahkan kaki keluar gedung bisa menyetop tukang jualan keliling, tapi itu tak akan ditemui disini.

Bus in Edinburgh

Bis dalam kota

Kesan keempat MAHAL. Rata-rata mahal, meskipun tidak semua mahal. Harga daging, beras, susu, ayam, butter, dan apel masih sebanding atau kadang lebih murah dibanding di Indonesia. Tapi akomodasi mahal,  yang share flat dikisaran harga £350-450 perbulan belum termasuk tagihan listrik dan air. Transportasi bis dalam kota sekali naik £1.5, untuk langganan per empat minggu £40 bagi pelajar.  Makan dan minum di café bisa empat sampai lima kali lipat harga di Indonesia, paling murah £4.5. Harga bahan makanan yang termasuk paling mahal adalah Ikan. Sekilo ikan harganya dikisaran £25. Harga mi Instant asal Indonesia adalah £0.35, meskipun rasanya tak seenak Mi Instant yang khusus dijual di Indonesia.

KOTA PENDIDIKAN

Edinburgh telah menjadi tujuan pendidikan pelajar dari seluruh dunia. Bisa dikatakan bahwa 15-20% dari penduduk Edinburgh adalah pelajar. Maka tidak heran, jika anda kuliah di Edinburgh anda akan bertemu dengan teman di hampir disetiap supermarket yang dimasuki.

Terdapat empat perguruan tinggi terkemuka di Kota Edinburgh. Keempatnya adalah The Univeristy of Edinburgh, Heriott Watt University, Napier Edinburgh University dan Queen Margareth University. Jumlah pelajar asal Indonesia yang sekarang belajar di Kota Edinburgh sekitar 30 orang. Sebagian besar diantaranya adalah mahasiswa Post Graduate. Para pelajar Indonesia di Edinburgh tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia UK Cabang Edinburgh. PPI Edinburgh baru didirikan secara resmi pada tahun 2013.

Saya kuliah di University of Edinburgh. University ini berdiri sejak tahun 1583, merupakan salah satu perguruan tinggi tertua di Inggris, tapi merupakan perguruan tinggi termuda diantara enam perguruan tinggi tua yang ada. Berdasarkan peringkat QS World Rangking 2013, University of Edinburgh berada pada ranking 17 Dunia. University of Edinburgh banyak menelurkan ilmuwan dan pemimpin dunia, diantaranya penggagas terori evolusi Charles Darwin, fisikawan James Clerk Maxwell, filosof David Hume, Thomas Bayes, Joseph Lister, penemu telepon Alexander Graham Bell, fisikawan  Daniel Rutherford, fisikawan Max Born, penulis Sir Walter Scott, Robert Louis Stevenson, Novelis Sir Arthur Conan Doyle dan masih banyak lagi.  Sebanyak 18 penerima nobel terafiliasi dengan Univeristy of Edinburgh baik sebagai pelajar, researcher maupun professor. Penerima Nobel tahun 2013 Peter Higgs adalah penerima nobel Fisika terbaru dari University of Edinburgh atas penemuan partikel Higss Boson. Partikel Higgs-Boson juga terkenal dengan nama partikel Tuhan. Tiga orang mantan Perdana Menteri Inggris termasuk alumni University of Edinburgh.

KOTA WISATA

Apa kota terindah di UK? Kalau anda bertanya kepada orang Edinburgh, mereka pasti menjawab Edinburgh. Tapi kalau anda bertanya kepada orang dari Kota lain, mungkin mereka juga akan menyebut Edinburgh, kalaupun mereka menyebut kotanya sendiri, Edinburgh akan menjadi nomor dua. Yang jelas, bagi sebagian besar orang yang pernah ke Edinburgh, kota ini memang kota yang cantik dan layak untuk dikunjungi. Tak heran para pelajar Internasional yang menuntut ilmu di UK akan memprioritaskan untuk mengunjungi Edinburgh dalam masa studi mereka.

Edinburgh Castle view from Princess Street

Edinburgh Castle Tampak Dari Jauh

Kota Edinburgh seperti tak berubah oleh zaman. Arsitektur bangunannya masih sama dengan ratusan tahun lalu. Bangunan-banguan tua dan bersejarah berjajar memancarkan kejayaan masa lalu kingdom of the scots. Obyek yang paling sering dikunjungi di Edinburgh adalah Edinburgh Castle, Calton Hill, Arthur Seat, Greyfriar Kirkyard, National Museum, National Gallery, Holy Rood Palace, Princess Street, St Andrew Square, Camera Obscura dan Edinburgh Zoo.  Travel shop banyak bertebaran di Edinburgh, menawarkan perjalanan sehari ke Highland ataupun sightseeing seputar kota Edinburgh. Walking tour seputar kota juga tersedia di sekitar Royal Mile.

Edinburgh City, Citizen in The Park

Suasana Taman dan Warga yang menikmati cuaca cerah

AA1-DSC_0316

Musik Jalanan

Terdapat banyak festival sepanjang tahun di Kota Edinburgh, diantaranya adalah Edinburgh Science International Festival di bulan Mei, Film Festiva di bulan Junil dan Jazz and Blues Festival di bulan Juli, Edinburgh Military Tattoo,  Edinburgh Festival Fringe, International Festival dan book Festival di bulan Agustus, dan Edinburgh Hoogmanay yang merupakan perayaan tahun baru ala Scotlandia yang dianggap sebagai salah satu perayaan tahun baru yang paling menarik di dunia.

HIDUP SEBAGAI MUSLIM

Masyarakat Inggris sangat toleran terhadap keyakinan seseorang. Tak ada gangguan dalam menjalankan ibadah maupun berpakaian bagi muslimah di Inggris.  Jumlah muslim di Inggris berdasarkan sensus tahun 2011 adalah 4.8% dari total  sekitar 60 juta penduduk UK. Di Pusat Kota Edinburgh terdapat mesjid besar yang mampu menampung ribuan jamaah, mesjid ini juga berada di dekat central area University of Edinburgh. Selain digunakan untuk shalat, mesjid ini juga menyelenggarakan seminar keislaman. Untuk kampus yang berada jauh dari mesjid besar tersebut, seperti di kampus saya yang berada di area Kings Building terdapat mushallah yang dikelola teman-teman muslim, yang juga menyelenggarakan shalat jumat setiap pekannya.

Makanan halal banyak tersedia disekitar area mesjid. Tidak sulit mendapatkan daging dan ayam halal untuk dimasak. Masakan halal dicafe juga banyak tersebar di area sekitar mesjid. Umumnya jenis masakan yang dijual adalah khas India seperti kari ayam atau kari kambing.

AA1-DSC_0708

Toko Halal Food

Sebagai penutup. Kenapa tak Edinburgh saja?

Salam dari Edinburgh

Ahmad Amiruddin

@ahmadtaroada

https://taroada.wordpress.com

Reference:

Link 1,2,3,4, 5

Belajar dari system Exam di UK

Exam sudah berlalu, selama  2 minggu exam telah menyita hampir seluruh energy dan pikiran saya. Exam memang tempatnya bertempur, “the moment to show”. Bagi saya, exam adalah pertaruhan harga diri. Malu rasanya menerima beasiswa kalau tidak bisa menunjukkan kepada sponsor bahwa mereka tidak salah memilih kandidat penerima beasiswa, dan sebagai bapak dari seorang Ponggawa, saya malu kalau tidak bisa memberi contoh bagaimana berjuang dengan sungguh-sungguh kepada anak.

Bertapa di Perpustakaan

Sistem exam di UK memang agak unik, jika dibandingkan di tempat saya dulu berguru di Indonesia. Dari jauh hari, lebih dari sebulan sebelum revision week, jadwal exam sudah dipublikasikan kepada semua mahasiswa, sehingga kita sudah harus bersiap meningkatkan upaya belajar supaya tidak mati-matian nanti menjelang exam. Sebulan sebelum revision week, sambil kuliah di pagi hari sayapun kemudian membuat jadwal belajar untuk kelima mata kuliah yang harus dibaca minimal 3 jam setiap harinya. Tak akan pernah ada system kebut semalam, karena bahannya yang banyak, perlu analisa, serta kadang-kadang perlu mencari tambahan resources dari buku dan jurnal.

Harus saya akui juga, kendala bahasa masih kadang-kadang membuat saya sulit memahami beberapa kata yang diucapkan oleh pengajar, tapi itu tidak menjadi pembenaran sehingga saya dibolehkan untuk mendapatkan standar penilaian yang lebih rendah dibanding teman-teman yang lain. Mau dia Amerika, English, Scottish, Germany, French, Greek, Chinese, Malaysian semua sudah dianggap sama dalam menangkap mata pelajaran. Karena kendala bahasa itu pula, menurut saya, saya harus lebih giat belajar dibanding teman-teman yang sudah dari lahir berbahasa Inggris.

Kuliah terakhir semester ini di minggu ke 3 November 2013, dan jadwal exam pertama di tanggal 9 Desember 2013 dan terakhir tanggal 19 Desember, untuk 5 mata kuliah. Dari kuliah terakhir hingga exam adalah revision week.

Revision week ini sebenarnya minggu tenang tanpa kuliah di kelas. Kalau dulu waktu kuliah, minggu tenang ini adalah waktunya tenang, tak banyak aktivitas belajar hingga 2 hari menjelang ujian. Tapi kali ini lain, para pertapa di Perpustakaan sudah mulai menggelar ritualnya begitu denting jam revision week dimulai, hampir tak ada tempat yang kosong untuk belajar.

Kalau dulu saya belajar setelah lewat jam 12 malam, kali ini saya belajar dengan cara yang lebih manusiawi, terukur namun marathon. Saya  mulai nongkrong diperpustakaan jam 11 pagi sampai jam 11 malam. Untuk makan siang saya sudah bawa dari rumah menu makan siang yang enak, halal dan murah. Beli makanan di Kampus, tidak termasuk dalam kalkulator sponsor saya. Lokasi favorit saya adalah di lantai Silent Room yang berdekatan dengan rak buku-buku Engineering, hanya satu dua tarikan nafas saya bisa menjangkau buku-buku referensi dengan gampang.

Revision week membuat saya banyak teman, teman diskusi sangat diperlukan ketika harus memecahkan soal yang rumit atau berlatih membuat simulasi jawaban untuk Exam.

Soal-soal yang diajukan di exam punya bentuk berbeda, tergantung “system” yang dianut oleh pengajarnya. Berdasarkan metodenya saya bisa bagi beberapa:

1. Short Question, but Looong Answer.

Pertanyaannya cuma satu kalimat, misalnya bandingkanlah pendapat yang yang pro dan kontra teori x?

Pertanyaan terbuka seperti ini tidak ada yang benar dan salah, pengajar hanya mau tahu seberapa tahu dan seberapa dalam pemahaman kita mengenai sebuah hal, pertanyaan sependek ini dijawab minimal 1,5 halaman. Bagusnya jenis pertanyaan ini, semakin banyak kita membaca, maka semakin gampang kita menyusun argument, namun susahnya adalah apakah argument yang kita berikan sesuai dengan harapan pengajarnya. Untuk system ini terdapat 4 soal, dimana dipilih 2 soal untuk dijawab selama 2 jam. Waktu 2 jam itu tak akan pernah cukup sebenarnya.

Untuk jenis exam ini, sangat dibutuhkan banyak diskusi dan latihan menulis essay sendiri, dan tahu sendiri kan masalahnya, saya tak terbiasa menulis dalam bahasa Inggris. That’s my challenge.

2. Short Question but many questions and many sections + Calculation + Essay

Yang ini untuk mata kuliah 20 kredit, exam berlangsung selama 3 jam. Contoh pertanyaannya : 1) explain the principle of xxx, what the advantages and disadvantages, compare with yyy.

Jumlah pertanyaan seperti ini antara 11-15 questions, ditambah calculation yang kompleks dan essay 1 halaman. Untuk exam seperti ini, disamping bahannya yang bejibun dan harus membaca puluhan jurnal dan bahan presentasi, juga harus bisa bertempur dengan waktu. Waktu 3 jam tak cukup untuk menjawab semua pertanyaannya.

3. Science fiction book

Pertanyaannya bisa satu setengah halaman yang berisi deskripsi dan kalkulasi. Pertanyaannya misalnya : sebuah perusahaan menunjuk anda sebagai konsultan pembangunan pembangkit xxxx, kemudian data diberikan, masalah diajukan, pertanyaannya : kalkulasi xxx, deskripsikan pilihannya, apa kelebihannya, bagaimana kalau xxx, apa yang terjadi kalau efisiensinya naik?

Untuk yang ini, ada gampang ada susahnya, kalau sudah mengerti, akan dengan mudah mencari jawabannya, tapi kalau hanya mereka-reka, akan sangat sulit.

Ya iyalah, kalau mengerti memang gampang.

Untuk subject ini bahannya sangat banyak, dibutuhkan bebarapa hari dikali 12 jam hanya untuk membaca saja dan meringkas, belum memahami, mengerti alurnya dan study case. Wajah-wajah muram tampak hadir setelah exam subject ini.

4. I have No Idea

Inilah yang paling sulit, yang diajarkan dikelas, yang dipelajari di tutorial dan yang diexamkan setahun sebelumnya sama sekali beda. Wajah-wajah kesal dan sumpah serapah meluncur dengan deras untuk subject ini. Masalahnya adalah ini adalah soal hitungan teknik. Bisa dibayangkan bagaimana bingungnya mencari jawabannya, dan yang dilakukan adalah mencopy formula sheet yang disediakan dibelakang lembar soal.

Pestanya Mahasiswa

University of Edinburgh memperlakukan exam sebagai sesuatu yang sangat special bagi mahasiswa. Exam dirancang agar mahasiswa bisa mempersiapkan diri dengan baik dan bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya saat ujian. Perlakuan special itu ditunjukkan dengan pemilihan tempat ujian, perpustkaan sebagai sarana belajar, tiket bis gratis bagi yang pulang larut serta fasilitas konseling bagi yang bermasalah.

1472752_10202216968841091_1509863567_n

Exam di Playfair Library

Tempat ujian biasanya adalah gedung-gedung berinterior indah yang hanya digunakan untuk acara-acara penting. Tak ada exam dikelas-kelas yang biasa digunakan untuk kuliah sehari-hari. Ruangan hanya akan dibuka 10 menit sebelum ujian dilaksanakan dan tidak boleh meninggalkan ruangan 15 menit sebelum waktu ujian habis. Jangan pernah berharap bisa mencontek diruangan ujian, perjuangan selama beberapa bulan akan berakhir dengan sia-sia hanya karena mencontek, didiskualifikasi, disidang dan dipecat jadi mahasiswa, tak ada yang akan mau menanggung resiko itu dan karenanya tak aka nada yang mau mencontek atau dicontek. Dalam satu ruangan, biasanya terdiri dari beberapa kelas yang berbeda, namun sama dalam durasi ujiannya, jadi yang 2 jam akan bisa seruangan dengan yang 2 jam dari kelas lainnya. Tempat yang sering digunakan untuk ujian adalah Playfair libray dan Mc Ewan Hall, namun kalau tempatnya kurang, dilaksanakan di Adam House dan St Leonard Land Gym.

1376651_10201597835923155_721334161_n

Mc Ewan Hall

Selama revision week dan exam week, perpustakaan di Main Building buka hingga jam 02.30 pagi, sementara untuk di King’s Building buka sampai jam 11 malam. Saya biasanya belajar di King’s Buildings (KB), karena School saya berada disana dan buku-buku engineering ditempatkan di sana. Di KB library juga banyak teman diskusi sehingga memudahkan kalau ada yang mau ditanyakan. Terdapat fasilitas tiket gratis bagi yang menggunakan bis setelah lewat jam 6 sore, ada yang mengumpulkan tiket sampai 20 buah  padahal tinggal disekita area KB juga.

Hasil exam akan diproklamirkan pada Januari atau February 2014, mudah-mudahan hasilnya baik.

Salam dari Edinburgh

22 Desember 2013

 Baca Juga :

I am Indonesian

Perjalanan Ke Barat

Mimpi Nonton Manchester United