Menghitung Biaya Kuliah di Luar Negeri : Edinburgh dan Inggris Raya (UK)

1 UK Flag
Bendera UK di National Gallery Edinburgh

Kuliah di Luar Negeri masih menjadi pesona dan impian banyak orang. Selain kualitas pendidikan yang sudah kesohor dan tradisi akademisnya yang sudah berusia ratusan tahun, mengunjungi negeri-negeri asing dan berpetualang dalam kultur yang baru juga menjadi magnet kuliah di Luar Negeri. Salah satu unsur terpenting yang harus dipikirkan ketika akan memutuskan untuk kuliah di luar negeri adalah kalkulasi anggaran. Maklumlah, biaya kuliah di Luar Negeri pada umumnya mahal, terlebih lagi di negeri-negeri yang sudah sangat maju perekonomiannya dibanding Negara tercinta Indonesia.

Untuk masalah biaya kuliah ini, saya akan memberikan gambaran besar, unsur-unsur biaya yang sebaiknya diperhitungkan dalam merancang total anggaran kuliah di Luar Negeri, khususnya di Inggris Raya dengan mengambil contoh tempat kuliah saya di Edinburgh. Biaya hidup di Edinburgh bisa lebih mahal dibanding kebanyakan kota di Luar London di Inggri Raya. Yang harus dicatat, ini hanya sharing pengalaman saja, bukan sebagai pedoman, sehingga saya tidak dituntut secara hukum, secara adat maupun di bully dikemudian hari hanya karena gambaran yang saya berikan tidak sesuai dengan kenyataan yang didapat.

1.      Biaya Keberangkatan dan Kepulangan

Ini tentu biaya pertama yang harus dihitung, biaya keberangkatan termasuk diantaranya adalah :

a. Biaya Tes Kesehatan TB

Sebagai syarat mendapat Visa Study di Inggris (UK), para pemohon visa pelajar dari Indonesia (tanya : kenapa Indonesia?) harus melampirkan sertifikat bebas TB. Tes TB Hanya dilaksanakan di Rumah sakit yang bekerjasama dengan Imigrasi UK. Berlaku sejak 1 Juli 2013.  Untuk di Jakarta dilaksanakan di RS Premier Jatinegara dan RS Premier Bintaro, Untuk di Bali dilaksanakan di BIMC Hospital Kuta. Biayanya Rp. 555.000 di Jakarta dan Rp. 526.000 di Bali. Tes TB hanya dilaksanakan bagi pemohon visa yang tinggal lebih dari 6 bulan di Inggris (UK).

Lebih lengkap bisa dibaca di: UKBA  UKGOV

b. Biaya Visa.

Pengajuan visa dilaksanakan melalui agen Kedutaan Inggris di Jakarta. Pengajuannya dilakukan di kantor Visa Applicationm Center UK, di PT VFS Service Indonesia, 22 Floor B, Zone B Plaza Asia, Jl. Jenderal Sudirman Jakarta. Alamat baru di Kuningan City Mall, 2nd Floor, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 18 – Setiabudi, Kuningan Jakarta – 12940, Indonesia : Lebih Lengkap bisa dibuka di sini.

Biaya untuk Visa Student Tier-4 pada saat saya mengajukan di September 2013 adalah : Rp. 4.770.000. Bisa jadi, untuk sekarang sudah ada perubahan karena perubahan kurs rupiah terhadap Pound Sterling

Sebagai bahan bacaan kalau ada yang berubah silakan dibuka disini : visa student

 c. Tiket Pesawat

Setelah mendapatkan Visa. Tiket pesawat dapat dibeli. Untuk mendapatkan harga tiket pesawat yang lebih murah saya menggunakan kartu International Student Card yang bekerjasama dengan STA Travel. Harganya bisa hemat 20% dari harga regular.

Harga Tiket Berangkat dari Jakarta-Glasgow (one Way)  adalah : Rp. 11.000.000. Harga tiket lebih murah sebenarnya bisa didapatkan, range harga tiket ke UK dikisaran Rp. 8.000.000 – Rp. 14.000.000, tergantung exchange rate rupiah dan seasons juga. Untuk biaya kepulangan, harga tiket berangkat tinggal dikali dua.

Untuk alamat STA Travel lebih lanjut bisa dikontak kantornya di Allianz Tower, Jalan Rasuna Said Jakarta.

Biaya-biaya diatas belum termasuk airport tax dan biaya taksi dan kereta dari rumah ke bandara dan ketempat tujuan.

Agar pertimbangkan pula jumlah bagasi yang diperbolehkan oleh Airline masing-masing. Airline seperti Garuda (hanya ke London), Etihad, dan Emirates memberi bagasi yang lebih besar dibanding airline lainnya.

Sebagai perbandingan beberapa teman mendapatkan harga berikut :

– Hafied : Jakarta-Birmingham, Etihad = USD995

–  Denny : Jakarta-Manchester, Emirates = USD796

– Thia : Jakarta-Manchester, Qatar Airlines = USD632.5 (student price)

2.      Biaya Kuliah

Biaya kuliah, sangat tergantung kepada jurusan yang akan diambil. Biaya kuliah tiap jurusan sangat beragam, dan berubah setiap tahun. Biaya yang harus dibayar mahasiswa International dua kali lipat lebih besar dari Mahasiswa Inggris (UK) dan Uni Eropa.

Pada periode 2013-2014, biaya kuliah untuk program saya adalah GBP18.500, namun untuk 2014-2015 sudah naik menjadi GBP20.550.

Untuk kuliah undergraduate (S1) Engineering secara rata-rata untuk tahun 2014-2015 biayanya GBP20.050. Namun untuk S1 Hukum biayanya “hanya” GBP15.250.

Biaya kuliah di S1 University of Edinburgh bisa di cek disini

dan untuk program Master (S2) disini

3.      Biaya Hidup

Komponen biaya hidup saya buat dalam bulanan saja. Saya hanya setahun kuliah di Edinburgh, karena program Master memang cuma setahun di University of Edinburgh. Bagi yang kuliah S1 (lebih dari setahun) biayanya tentu lebih banyak.

a. Akomodasi

Besarnya variable, tergantung anggaran, jarak dari kampus, fasilitas dan keberuntungan. Kisaran harga untuk akomodasi sebulan di Edinburgh adalah GBP400 – GBP750. Untuk yang flat share dikisaran harga GBP400-GBP500. Sementara yang tinggal di flat terpisah tanpa berbagi kitchen dan living room dengan penghuni lain adalah dikisaran GBP550-GBP750. Untuk jaga-jaga siapkanlah anggaran minimal GBP550 untuk yang single. Unsur lain yang masuk dalam biaya akomodasi adalah tagihan listrik dan air, kisarannya GBP50 s.d GBP200, tergantung dari musim, pada musim dingin (winter) tagihan biasanya membengkak akibat pemakaian heater untuk pemanasan ruangan namun ada juga akomodasi yang sudah memasukkan tagihan utility dalam biaya sewa.

Untuk akomodasi bisa dicari di citylets dan gumtree:

Info lain dari teman (Hafied) :

 – spareroom.co.uk
– homeforstudents.co.uk
– easyroommate.com
– flatmaterooms.co.uk

b. Transportasi

Biaya tranportasi tergantung jarak tempat tinggal dari kampus. Akomodasi yang saya sebutkan diatas, sudah berada di area yang berdekatan dengan kampus, kalau kuliahnya di University of Edinburgh, namun jika kuliah di Univeristas lain agak berbeda hitungannya. Bis kota di Edinburgh untuk satu trip dengan menggunakan Lothian Bus adalah GBP1.5, untuk One day Trip GBP3.5, dan untuk berlangganan empat minggu GBP40. Yang bertempat tinggal jauh dari University biasanya menggunakan langganan empat minggu ini.

Untuk infonya bisa dilihat di website Lothian.

 c. Telepon

Biaya berlangganan kartu telepon pada kisaran GBP8 s.d GBP15, tergantung providernya. Yang lebih bagus sinyalnya biasanya harga langganannya lebih mahal. Saya sendiri menggunakan Giffgaff langganan GBP12/bulan, unlimited internet, namun sinyalnya kadang hilang.

Untuk info bisa dilihat disini: Giffgaff, Three, O2, Lebara

d. Makanan dan Minuman

Dimanapun didunia ini, biaya makan dan minum itu tergantung kemauan dan selera. Maksud saya kalau kita mau menghemat, maka kita bisa memasak sendiri, dengan membeli bahan makanan dari supermarket yang ada. Namun kalau tidak mau masak biayanya akan lebih mahal. Harga makanan tanpa minum di warung yang termurah menyediakan nasi kari ayam adalah GBP4.5. Kalau memasak sendiri biaya yang dikeluarkan bisa ditekan hingga sekitar GBP1.5/makan. Secara rata-rata pengeluaran untuk makan dan minum secara bulanan dikisaran GBP200-GBP250, itupun bisa lebih dan bisa kurang. Semakin sering masak, maka akan semakin hemat, semakin sering makan diluar maka pengeluaran akan makin tinggi.

Harga bahan makanan seperti daging sapi dan daging ayam sebanding dengan di Indonesia, namun untuk bahan makanan lainnya harganya biasanya tiga kali lipatnya.

e. Biaya Fotocopy, Stationery dan lain-lain

Jangan meremehkan biaya foto copy di negeri Ratu Elizabeth ini. Harga termurahnya dikisaran GBP0.05, setara dengan Rp.1000/lembar di kampus, kalau fotocopy diluar enam kali lebih mahal. Untuk setiap semester sediakan dana sekitar GBP50-60 untuk fotocopy dan stationery. Sebagai reference.

 4.      Biaya Lain-lain

Biaya lain-lain ini tergantung dari pribadi masing-masing, misalnya mau wisata ke London, siapkan budget untuk kereta PP London, ditambah biaya hotel dan biaya transportasi disana. Mau nonton Manchester United siapkan dana untuk kereta dan tiket masuk stadion. Biaya lain-lain juga termasuk beli pakaian, sepatu, tas, nonton festival, nongkrong sama teman, tiket castle, tiket museum, dan lain-lain.

Reference : Kereta, Bus 1, Bus 2

5.      Biaya Asuransi

Tak seperti pelajar di Negara lain, asuransi kesehatan bagi pelajar dan keluarganya di UK, gratis.

Sumber Dana

Setelah dihitung-hitung, ternyata dana yang dibutuhkan cukup besar untuk sekolah di Edinburgh untuk setiap tahunnya. Terus darimana sumber dananya? Ada yang biaya sendiri dan ada yang menggunakan beasiswa.

Bagi yang biaya sendiri tak perlu saya bahas, karena ada jutaan orang Indonesia yang bisa menyekolahkan anaknya diluar negeri, dengan asumsi bahwa satu persen penduduk Indonesia adalah orang yang memang sudah sangat makmur.

Bagi yang menggunakan beasiswa, ada banyak lembaga yang memberikan beasiswa bagi para peminat yang ingin sekolah di luar negeri, lembaga-lembaga itu seperti Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdiknas (khusus dosen), Kementerian Komunikasi dan Informasi (PNS/Polri/Swasta), British Chevening (Umum), LPDP (umum) dan Bappenas (PNS).

Salam dari Edinburgh

 

 

Rasa Yunani di Calton Hill Edinburgh

Kata lecturer saya ada tujuh bukit yang harus dikunjungi selama tinggal di Edinburgh. Bukit-bukit itu adalah Castle Rock tempat Edinburgh Castle berada, Arthur’s Seat, Blackford, Calton Hill, Costorphine Hill, Craiglockhart Hill dan Braid Hill. Ketujuh bukit ini lebih keren disebut, The Seven Hills. The Seven Hills inilah yang membentuk kota Edinburgh.

Empat diantara bukit-bukit tersebut sudah saya kunjungi. Blackford Hill adalah bukit pertama yang saya kunjungi, pada saat kuliah perdana saya di Univeristy Edinburgh. Sang Dosen mengajak kami untuk melihat evolusi bioenergy dari puncak Blackford Hill. Dari salah puncak bukit itulah beliau menerangkan mengenai bagaimana dulunya orang-orang begitu bergantung kepada pepohonan sebagai sumber energy, dan menurut dia seluruh bagian Blackford Hill dulunya adalah hutan, namun pepohonannya telah habis untuk membuat kapal besar dan untuk bahan bakar pembuatan senjata api. Dari Blackford kita bisa memandang ke enam bukit yang lain dan dari sanalah sang professor menunjuk satu persatu bukit tersebut. Blackford adalah salah satu tempat jogging dan jalan-jalan favorit penduduk setempat.  Terdapat Royal observatorium di bukit ini.

Tempat kedua yang saya kunjungi adalah Calton Hill, dan itulah yang akan saya tuliskan disini. Cerita Calton Hill masih ada kaitannya dengan tulisan saya tentang lapangan golf yang di larang di St Andrews pada era Raja James II. Pada masa pemerintahannya, Raja James II melarang golf dan menganjurkan olahraga memanah. Untuk mengkampanyekan anjuran ini, maka tahun 1456, kerajaan memberikan tanah calton hill kepada komunitas di Edinburgh untuk menjadi lokasi turnamen olahraga yang berhubungan dengan perang, ya salah satunya untuk memanah. Ratusan tahun kemudian baru ada bangunan di bukit ini.

Calton Hill dilihat dari Edinburgh Castle
Calton Hill dilihat dari Edinburgh Castle

Landmark Edinburgh

Calton Hill terletak dipusat kota berdekatan dengan Princess Street, tempat yang menjadi pusat jalan-jalan para turis di Edinburgh. Tidak sulit untuk mengakses masuk ke Calton Hill, tidak pakai biaya alias gratis. Bagi yang berkunjung ke Edinburgh dengan kereta, hanya dengan berjalan sekitar 10 menit sudah bisa sampai di calton hill. Ada anak tangga yang harus dinaiki kalau tidak ingin berkeliling untuk naik keatas. Tempat ini juga bisa diakses oleh pengguna kursi roda, dengan cara itu tadi, melewati jalan berputar.

National Museum, Partenon dari Edinburgh
National Museum,  Seperti Partenon dari Edinburgh

Di Calton Hill terdapat banyak obyek yang indah untuk diabadikan dengan kamera. Bangunan pertama adalah National Museum. Dibangun untuk mengenang para pahlawan skotlandia pada perang melawan Napoleon. Bentuknya sekilas mirip dengan Partenon di Yunani. Dua belas pilar menjulang yang menyerupai tiang-tiang kuil partenon di Yunani. Katanya bangunan ini tidak jadi karena kekurangan dana. Arsitek dari bangunan ini adalah CR Rockwell dan William Playfair dan dibangun pada tahun 1826.

Dugal Stewart Monument
Dugal Stewart Monument

Bangunan lain yang menghiasi bukit ini adalah Dugal Stewart Monument. Bangunan berbentuk sangkar burung perkutut ini dibangun tahun 1831 untuk mengenang filosof asal Skotlandia Dugal Stewart yang hidup dari tahun 1753 s.d 1828.  Dugal Stewart adalah professor dari University of Edinburgh yang mengajar moral filosofi hingga akhir hayatnya. Foto kota Edinburgh paling sering menampilkan monument ini karena menjadi foreground untuk melihat Edinburgh dari atas.

1 Nelson Monument
Nelson Monument

Selain kedua bangunan tersebut, terdapat juga Nelson Monument. Monumen ini dibangun untuk mengenang Admiral Lord Nelson yang gugur pada perang Trafalgar, Spanyol bagian selatan. Ceritanya, monument ini dibangun sebulan setelah perang yang menewaskan Lord Nelson. Jasad Lord Nelson sendiri belum sampai di Tanah Inggris Raya ketika monument ini dibangun. Monumen berbentuk menara ini mengenakan tiket tanda masuk.

Pusat Perayaan

Calton Hill di Malam Tahun Baru 2014
Calton Hill di Malam Tahun Baru 2014

Calton Hill merupakan pusat perayaan beberapa festival yang diselenggarakan di Edinburgh. Tempat ini biasanya menjadi tempat peluncuran kembang api. Pada acara torhclight procession, Calton Hill merupakan titik akhir pawai obor yang dimulai dari George IV Bridge, kearah Princess Street, Waterloo dan diakhiri di Calton Hill. Acara torchlight procession ditutup dengan kembang api dari Area Calton Hill. Pada puncak perayaan Hogmanay atau tahun baru ala scotladia, Calton Hill menjadi spot utama peluncuran kembang api dan juga tempat terbaik (tanpa harus membayar alias gratis) untuk melihat kembang api yang diluncurkan dari Edinburgh Castle maupun dari Calton Hill sendiri.

***

3 Arthurs Seat from Calton Hill

Untuk “hill” yang lain, Arthur’s Seat sudah saya tuliskan disini, dan untuk Edinburgh Castle akan sata ceritakan pada kisah tersendiri.

Salam dari Edinburgh

Baca Juga :

Mengenal Edinburgh

Tahun Baru Hogmanay 2014 di Edinburgh

Pawai Obor di Edinburgh

St Andrews : William dan Kate, Bendera Skotlandia dan Golf

Oleh : Ahmad Amiruddin

Birds in Leuchars Station Scotland

Di stasiun Leuchars, tak tampak tanda-tanda kehidupan kota. Di kiri kanan stasiun adalah lapangan rumput yang menghampar. Hanya kami berempat penumpang yang turun di stasiun ini. Seekor burung dengan santai bertengger di board penunjuk arah, menjadi makhluk kelima yang meramaikan stasiun. Sebuah bis menghubungkan Stasiun dan Kota St Andrews, Bus nomor 99 mengantar kami dalam waktu 10 menit.

Mendung menyelimuti Kota, cuaca terasa lebih dingin, berjalan dan merapatkan tangan di kantong adalah cara menurunkan efek dingin ini, rintik hujan menambah rasa dingin. Seorang tukang pos melangkah menyusuri jalanan Kota St. Andrews dari pintu ke pintu, sudah empat kali kami melihatnya selama setengah hari ini.

Kota ini memang kecil, kemana-mana nampaknya bertemu orang yang sama. Enam orang Ibu-ibu saling berncengkerama di bus stop, mereka pasti sudah saling mengenal, persis seperti ibu-ibu di kampung saya bercengkerama sambil menunggu pete-pete penuh di Pasar Rappang. Jalanan kota nampak lengang, tak banyak aktifitas warga di musim dimana matahari hanya muncul beberapa jam saja dan kembali menyelinap menikmati panjangnya malam musim dingin.

Inside St Andrews Town
Suasana Kota St. Andrews

***

University, Kate Middleton dan Pangeran William

St. Andrew memang kota kecil, penduduknya hanya 18.000 jiwa, sepertiganya  pelajar. Tapi kota kecil ini adalah kota yang sangat bersejarah, khususnya bagi dunia pendidikan, agama Kristen dan olahraga golf.

University of St Andrews didirikan tahun 1410, merupakan universitas tertua di Skotlandia dan tertua ketiga di UK setelah Oxford dan Cambridge. Karena usianya yang sudah lebih dari 600 tahun, di laman situsnya disebutkan bahwa universitas ini dibangun bahkan sebelum mesin cetak ditemukan, sebelum Forbidden City di Beijing dibangun, sebelum dibangunnya Macchu Pichu, sebelum Colombus menemukan Amerika dan sebelum Joan of Arc memulai peperangan. University of St. Andrew adalah salah satu perguruan tinggi terbaik di UK yang masuk dalam 100 dunia versi QS World Ranking dan Times Higher Education.

Mahasiswa adalah penduduk terbesar kota ini, jumlahnya sekitar 7700. Kate Middleton dan Pangeran William bertemu di kota ini dan belajar di University of St. Andrews. William dan Kate belajar  Art History di St. Andrews pada tahun 2001. Sebuah artikel Daily Mail menyebutkan bahwa sebenarnya Kate awalnya memilih untuk kuliah di University of Edinburgh, dan gradenya sudah memenuhi syarat untuk masuk UoE, akan tetapi begitu mendengar rencana bahwa Pangeran William akan kuliah di St. Andrews, dia mengubah rencananya dan memutuskan untuk menunda masuk kuliah agar bisa sekelas dengan sang Pangeran. Awalnya mereka kuliah pada major yang sama, tapi sang Pangeran berganti program ke Geography setelah merasa tak cocok dengan Art History. Keduanya diwisuda pada waktu yang bersamaan di tahun 2005.

St. Salvatore Hall
Latar Belakang St. Salvatore

Pertemuan pertama mereka ketika sama-sama tinggal di University Hall St Salvator’s Hall, yang merupakan asrama mahasiswa undergraduate di tahun pertama. Akan tetapi, pada acara Charity Show dimana Kate memperagakan pakaian bikini di tahun 2002, Prince William jatuh hati pada Kate. Kisah mereka yang berjodoh di St. Andrews, tidak hanya milik William dan Kate. Karena kotanya yang romantis,maka satu dari sepuluh mahasiswa menemukan jodohnya di St. Andrews.

Coffeeshop where Kate Met William
“Where Kate Met Wills”. Berkah cinta keluarga kerajaan

St. Andrew The Apostle dan Bendera Skotlandia

Nama kota St. Andrews diambil dari nama St. Andrew the Apostle. St. Andrew adalah penyebar agama Katolik yang dianggap sebagai Pelindung rakyat Scotlandia. St. Andrew lahir di Betshaida, daerah yang berdekatan dengan Dataran Tinggi Golan, perbatasan antara Israel dan Syria. Dia menyebarkan agama Kristen di Konstantinopel dan kemudian ke Yunani. Berdasarkan literature, di Yunani, St. Andrew dihukum raja karena membaptis istri dan saudara Raja. Hukuman yang dijatuhkan pada jaman itu adalah disalib dan St. Andrew meminta agar bentuk salib hukumannya berbentuk X.  Salib X atau “Saltire” juga disebut dengan St. Andrews Cross.

IMG_20130927_142623
Patung Kecil St. Andrew di National Museum (Foto : koleksi pribadi)

Ada yang berpendapat bahwa, sisa jasad St. Andrew sebenarnya dibawa ke Konstantinopel pada tahun pada tahun 357M dan kemudian “diselamatkan” ke Amalfi,  Italia Selatan pada tahun 1204 ketika Bangsa Perancis menyerang Konstantinopel.  Namun versi Skotlandia-nya, konon sisa jasad St. Andrews dibawa ke Scotlandia dari Patras Yunani oleh St. Rule. Jasad St. Andrew kemudian ditemaptkan di  Kirrymont, kota yang kemudian berganti nama menjadi St. Andrews.

Pada tahun 500M, Pasukan King Angus of The Picts yang jumlahnya lebih sedikit, berhadapan dengan bangsa Saxon di daerah Athelstaneford  (kini East Lothian). Sang Raja bermimpi bahwa dia akan melihat tanda Salib di langit dan akan dapat mengalahkan musuhnya. Keesokan harinya, sang Raja melihat tanda salib diangkasa yang berbentuk X. Pasukannya kemudian mampu mengalahkan musuh dan sejak saat itu tanda salib X menjadi symbol dari Skotlandia. William Wallace dan Raja Robet The Bruce juga menggunakan St. Andrews Cross, dalam masa-masa genting Skotlandia. St Andews Cross kemudian menjadi bendera Skotlandia.

Scotland Flag in Edinburgh
Bendera Skotlandia, St Andrew’s Cross di Edinburgh (Foto Koleksi Pribadi)

St. Andrew sendiri menjadi patron bagi banyak Negara, tidak hanya di Skotlandia, tapi juga di Rusia, Ukraina, Romania dan Bulgaria. Setiap tanggal 30 November, di seluruh skotlandia diperingati sebagai St. Andrew’s Day. Hampir semua tempat wisata, baik castle, palace maupun kebun binatang di Scotlandia digratiskan pada hari itu. Edinburgh Castle, Holy Rood Palace dan Edinburgh Zoo, bebas tiket masuk pada hari itu.

Ruin of St Andrew Chatedral
Reruntuhan Katedral St. Andrew

Di Kota St. Andrews terdapat reruntuhan Katedral St. Andrew. Katedral tersebut tinggal tersisa beberapa bagian saja yang utuh. Bagian Depan dan belakang dan sebagian dindingnya saja yang tersisa. Pada tanggal 14 Juni 1559, interior gereja dirusak oleh reformer gereja , dimana waktu itu Jhon Knox juga berada di kota tersebut. Pada era itu memang terjadi pertentangan antara Katolik dan Protestan.

Rumahnya Golf

Golf Store in St. Andrews
Toko Golf Menjadi toko terbanyak di St Andrews

“Home of Golf”, inilah sebutan untuk Old Course di kota St. Andrews. Lapangan golf dengan sebuah jembatan kecil ditengahnya menjadi salah satu landmark kota ini.

Old Golf Course
Old Course dan Jembatan yang menghiasi Kartu Pos di St Andrews

Pertandingan golf di Old Course sudah diselenggarakan sejak tahun 1400-an. Golf kemudian menjadi makin populer di Skotlandia sampai tahun 1457, sebelum dilarang oleh King James II of Scotland. Kemudian pada tahun 1502 King James IV menyenangi golf dan membolehkan kembali.

St Andrews Link Old Course
Old Course

Old Course menjadi tuan rumah Open Championsip, yang merupakan turnamen golf utama dunia saat ini. Meskipun sebenarnya penyelenggaraan Open Championsip yang pertama tidak diselenggarakan di Old Course St. Andrews namun di Prestwick, Glasgow. Old Course sudah menjadi tuan rumah Open Championship sebanyak 28 kali dan mendapat giliran setiap lima tahun sekali. Tiger Woods dua kali menjadi juara di Old Course yaitu tahun 2000 dan 2005.

***

Matahari beranjak menjauh, kami melangkahkan kaki menuju ke West Sand. Angin kencang musim dingin membuat kami tak bisa berlama-lama di Pantai.

Kereta pulang saya lebih lambat sejam dibanding teman-teman lainnya. Menunggu kereta dalam ruang tunggu tanpa double glaze adalah pekerjaan yang membosankan dan mendinginkan. Tepat pukul 18.30, kereta dari arah Dundee merapat ke stasiun Leuchars. Kursi saya nomor 22F. Dua orang duduk berhadapan di empat kursi yang tersedia. Empat kaleng bir yang sudah kosong, empat botol kecil minuman beralkohol kosong, tiga botol besar wisky, wine dan vodka yang hampir habis memenuhi meja. Saya tetap harus duduk di kursi yang sudah tertera, saya masuk dalam arena dan duduk dekat jendela. Dua orang ini telah mabuk, ngomongnya ngelantur. Mereka bertanya pertanyaan yang sama berulang kali, kadang-kadang sopan, kadang-kadang intimidatif, kadang-kadang rasis, tentang agama, tentang bom, tentang fundamentalis, tentang tujuanku kesini, kemudian pindah topic lagi tentang keluarga, tentang anak, tentang pekerjaan. Kemudian secara hampir bersamaan mereka ke toilet, dan pulang dengan muka lebih segar, kali ini pertanyaannya berulang kembali. Saya menjawab dengan senyum.

Ketika gerbong merapat ke Waverley station, saya keluar dengan perasaan campur aduk, yang saya sendiri tak tahu menggambarkannya. Seorang penumpang lain yang baru keluar, melangkah dengan simpatik, mendekat dan menepuk pundakku. Suara orang mabuk tadi pasti memenuhi gerbong yang berisi orang-orang yang duduk diam menikmati perjalanan.

Salam dari Edinburgh

Sumber : Link 1,2,3,4,5,6,7, 8

Baca Juga :

Tahun Baru 2014 di Edinburgh

Pawai Obor di Edinburgh

Mengenal Edinburgh

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Dwiki Setiyawan's Blog

Pencerah Langit Pikiran

Tofan Fadriansyah

Just another WordPress.com weblog

Design a site like this with WordPress.com
Get started